Super User

Super User

Muaramedia.com, BANDAR LAMPUNG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berharap workshop asesmen persaingan usaha implementasi manual dapat berdampak pada terciptanya persaingan usaha sehat di Provinsi Lampung. Pembangunan bidang ekonomi harus didukung persaingan usaha yang sehat.
 
"KPPU diharapkan mengarah kepada prinsip keadilan agar para pengusaha tenang berusaha. Sehingga, tidak lagi diliputi rasa ketidaknyamanan dalam mejalankan usahannya," kata Gubernur Lampung melalui Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis, ketika membuka workshop tersebut di Hotel Emersia, Rabu (12/12/2018).
 
Pada kegiatan yang digelar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Hamartoni menjelaskan banyak kemajuan pembangunan tercapai dan terlaksana di segala bidang. Ini dapat terwujud berkat stabilitasi politik dan ekonomi yang terjaga dengan baik. 
 
"Pembangunan Provinsi Lampung senantiasa identik dengan kebijakan pemerintah yang disesuaikan dengan kepentingan daerah. Kebijakan pembangunan meliputi banyak bidang. Salah satunya kebijakan bidang ekonomi Provinsi Lampung," ujar Hamartoni.
 
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi Lampung dicapai lapangan usaha konstruksi sebesar 13,21 persen. Sedangkan penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 11,85 persen. Lalu, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga sebesar 21,59 persen. "Data-data tersebut menjadi indikasi bahwa pembangunan ekonomi terlaksana dengan baik di Lampung," kata Hamartoni.
 
Persaingan usaha yang sehat, kata Hamartoni, harus selalu tercipta agar para pelaku usaha dapat melaksanakan kegiatan usahanya dengan baik. Sehingga, dapat menyumbang nilai positif dalam pembangunan ekonomi Lampung. "Selain upaya untuk mengundang investasi dalam industri besar, pemerintah Provinsi Lampung juga memperhatikan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh kabupaten dan kota," ujar dia.
 
Dalam mendukung persaingan usaha yang sehat, KPPU mengemban amanat menegakkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Hamartoni berharap KPPU banyak memberikan peranan dalam hal memberikan rasa keadilan dan kenyamanan bagi para pelaku usaha.
 
"Berdasarkan landasan hukum tersebut, KPPU melakukan beberapa kegiatan dan kajian untuk menghasilkan saran dan pertimbangan terkait regulasi Pemerintah agar sejalan dengan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat," kata dia.
 
Pada bagian lain, Ketua KPPU, Kurnia Toha mengatakan pihaknya hadir sebagai jawaban terhadap tuntunan masyarakat akan kondisi perekonomian sebelum reformasi terutama saat terjadi ketidaksehatannya dalam persaingan usaha. "KPPU hadir agar kesempatan usaha diberikan kepada siapa pun, agar diadakan demokrasi di bidang usaha," kata Kurnia.
 
Dia mengatakan KPPU punya empat fungsi yaitu melakukan pencegahan agar jangan sampai terjadi persaingan usaha tidak sehat. KPPU menjadi advokasi bagi pemerintah guna memberikan saran dan pertimbangan kebijakan mengenai usaha. "Kami melakukan penegakan hukum untuk mengawasi seluruh pelaku usaha. KPPU melakukan pengawasan kemitraan di antaranya ada mitra wajib dan tidak wajib," kata Kurnia.
Muaramedia.com, PESAWARAN ----- Ribuan pelajar SD dan SLTP di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menyambut antusias kedatangan Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ibu Wakil Presiden Mufida Jusuf Kalla, di Graha Adora, Pesawaran, Rabu (12/12/2018). Kehadiran Ibu Negara untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba, bullying, dan hoax kepada siswa SD dan SLTP di Provinsi Lampung.
 
Dalam acara ini, Ibu Gubernur Lampung Aprilani Yustin Ficardo, dan rombongan Oase (Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja) ikut mendampingi. 
 
Kehadiran Ibu Negara Iriana langsung disambut dengan lagu Bumi Lampung, pengibaran seribu Bendera Indonesia, dan pengucapan ikrar kebulatan tekad pelajar Indonesia, serta lagu Jauhi Narkoba, Anti Bullying dan Anti hoax. 
 
Dalam kesempatan itu, Ibu Iriana dan Ibu Mufidah, didampingi Ibu Gubernur Lampung Aprilani Yustin Ficardo berdialog dengan peserta terkait bahaya narkoba, bullying, dan hoax. 
 
Ibu Negara Iriana dan Ibu Wakil Presiden menanyakan beberapa pertanyaan kepada peserta seperti kandungan narkoba, ciri-ciri narkoba, dan bahaya narkoba. Selain itu, Ibu Iriana juga menanyakan cara untuk menasehati teman yang ketagihan narkoba, serta penyakit yang mampu ditularkan terhadap penyalahgunaan Narkoba. 
 
Iriana berharap dengan adanya sosialisasi ini, para pelajar mampu menghindari dan manjauhkan diri dari bahaya penggunaan narkoba, anti bullying dan anti hoax.
Muatamedia.com, TANGGAMUS - Tersangka pembunuhan ayah kandung di Pekon Suka Agung Barat Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus, Sanwani (37) saat ini telah menghuni tahanan Polsek Pardasuka Polres Tanggamus.
 
Sebelumnya tersangka ditangkap tempo 3 jam setelah kasus pembunuhan diketahui kepolisian, ia ditangkap saat bersembunyi di rumah pamannya yang berada di Pekon Wargomulyo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu. Tepatnya pukul 09.00 Wib.
 
Dan jenazah ayahnya Saliman (60) juga sudah dimakamkan di pemakaman keluarga di dusun Leweng Kolot Pekon Suka Agung Barat selang 8 jam ditemukan meninggal di dalam rumahnya, tepatnya dimakamkan pukul 14.00 Wib.
 
Terhadap tersangka tidak dilakukan pemeriksaan kejiwaan, mengingat berdasarkan keterangan keluarga bahwa tersangka tidak pernah mengalami gangguan kejiwaan dan hasil pemeriksaan juga terlihat sehat, namun apabila ada petunjuk jaksa, maka polisi melakukannya.
 
Dan saat ini tugas pihak Kepolisian Khususnya Polsek Pardasuka melakukan penyidikan guna menghantarkan tersangka hingga ke meja persidangan setelah tragedi yang terjadi kemarin Selasa (11/12) pukul 06.00 Wib.
 
Ada fakta terungkap dari pengakuan tersangka bahwa bukan kali itu saja pertikaian itu terjadi, diingat tersangka 3 kali perkelahian dengan ayahnya dalam kurun waktu bebrapa tahun terakhir, sebabnya dia merasa jengkel ketika ayahnya memukuli ibunya.
 
Terkait motif pembunuhan itu, Kapolsek Pardasuka Polres Tanggamus AKP Martono, SH. MH menegaskan bahwa motif uang penjualan sepeda motor yang menjadi pemicu utama sehingga tersangka tega membunuh ayah kandungnya.
 
"Akibat sabetan golok tersangka, korban mengalami luka tusuk di ulu hati dan dada kanan, telinga kiri hampir putus dan luka di punggung bagian bawah," kata AKP Martono mewakili Kapolres Tanggamus dalam keterangan resminya di Mapolsek Pardasuka, Rabu (12/12) siang.
 
Lanjutnya, dalam perkara tersebut sejumlah saksi telah diperiksa juga turut diamankan sebilah golok sepanjang 40 cm, baju dan celana korban yang berlumuran darah.
 
"Untuk pemeriksaan saksi sendiri, sudah 2 saksi diperiksa kemudian nanti akan diperika saksi lainnya yang merupakan adik korban yang pada saat itu ada dirumah korban," ujarnya.
 
Kapolsek yang saat itu merilis tersangka dan barang bukti perkara tersebut juga memberikan wejangan kepada tersangka agar bertobat dan mendoakan ayahnya. "Bertobat ya dan jangan lupa mendoakan beliau ya," ucap AKP Martono dijawab anggukan tersangka.
 
Sementara itu, tersangka menuturkan bahwa antara ayahnya sering ribut mulut hingga berkelahi namun tidak sampai menggunakan senjata tajam. 
 
"Saya sudah punya keluarga dari anak satu, sering berantem saling pukul cuma pakai tangan kosong. Awalnya sekitar setahun lalu karena bapak mukilin emak, namun setelah saya lawan bapak ambil golok trus lari. Jadi kemarin merupakan kali ke 4 brantem dan saya bawa golok," kata pria berkumis dan berjambang itu.
 
Atas kejadian tersebut, tersangka mengaku sangat menyesal karna emosi dan khilafnya itu menghantarkan dia ke sel tahanan dan ayahnya meninggal dunia. "Sangat menyesal pak, saya akan bertobat," tuturnya.
 
Terpisah Kepala Pekon Suka Agung Barat Ahmad Sarif menerangkan bahwa yang diketahuinya korban memiliki 9 anak dan pelaku merupakan anak ke 2 itu aktifitasnya hanya mencari makanan kambing. Kemudian pelaku sendiri biasanya bekerja membeli kelapa dari pohon untuk dijual.
 
"Setahu kami, Alamarhum melihara kambing jadi kerjanya ya cuma ambil ramban/rumput makanan kambing. Kalo anaknya yang saya tau kerjanya beli kelapa nanti diambil dari pohon bersama-sama temannya," kata Kakon Ahmad Sarif melalui sambungan telfon.
 
Kakon menambahkan, untuk saat ini, istri almarhum/ibu tersangka masih menempati rumah dimana tragedi tersebut terjadi. "Bahkan tadi malam juga dilaksanakan yasinan dirumah itu. Rencananya hingga 7 hari yasinan," pungkasnya.
Muaramedia.com, BANDAR LAMPUNG---- Ketertarikan Ibu Negara Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla dengan kain Tapis khas Lampung membuat keduanya mengunjungi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung, Rabu (12/12/2018). Turut serta dalam rombongan ini para ibu yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja.
 
Ketua Dekranasda Lampung Yustin Ridho Ficardo mengajak Ibu Presiden dan Wakil Presiden melihat karya Dekranasda Lampung, terutana tapis. Kunjungan Ibu Negara beserta rombongan ini, tentu saja menjadi kehormatan sendiri bagi Pemerintah Provinsi Lampung.
Page 1 of 607

Statistik Pengunjung

003102350
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
388
3417
22778
3052640
52844
106919
3102350

IP Anda: 54.164.198.240
Server Time: 2018-12-15 01:59:14

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]