Super User

Super User

Muaramedia.com, Pringsewu -- Syukuran di awal tahun 2019 sekretariatan pemkab pringsewu mengadakan acara makan dan doa bersama dengan harapan menambah keakraban antara pegawai yang berada di pemkab pringsewu, rabu (16/01) bertempat aula pemkab pringsewu.
 
Yang turut hadir dalam acara silaturahmi makan dan doa bersama pemkab pringsewu bupati pringsewu H. Sujadi, wakil bupati pringsewu H. Fauzi, sekda pemkab pringsewu Budiman,assisten 1,assisten 2,assisten 3,  kepala bagian yang berada di sekratariatan pemkab pringsewu berserta pegawai pns dan honor yang berada di pemkab pringsewu.
 
Sekda pemkab pringsewu Budiman mengatakan, syukuran ini hanya untuk saling mempererat silahturah antara pegawai yang berada di sekretariatan pemkab pringsewu.
 
"Syukuran ini sebenarnya sudah lama di rencanakan, tetapi selalu ada halangan karena tumburan acara, alhamdulilah hari syukuran ini terlaksanakan,"Ungkapnya.
 
Bupati pringsewu dalam sambutannya mengatakan,syukuran untuk menyambut tahun baru 2019 yang sudah berjalan, di tahun keramat ini yang mengandung barokah semoga seketariatan menjadi barometer.
 
"Di tahun 2019 sekretariatan pemkab pringsewu harus menjadi pelopor, salah satunya  keuangan pemkab yang sekarang di satukan ke bagian umum biar mempermudah akutansi di pemkab pringsewu,"Tuturnya.
 
 
Kabag humas pemkab pringsewu H. Ibnu mengatakan, makan dan doa bersama ini sangat bagus di adakan, karena program salah satunya untuk mempererat silahturahmi antara atasan dan bawahan, sesama rekan kerja.
 
"semoga setelah selesai acara ini hubungan antara atasan dan bawahan, berserta sesama rekan kerja  bertambah solit dalam kinerja,"Ujarnya.
Muaramedia.com, BANDAR LAMPUNG ----- Pemerintah Provinsi Lampung berharap kunjungan Komisi X DPR RI yang dijadwalkan 17 Januari 2019 mendatang dapat memberi solusi soal anggaran pembenahan infrastruktur pariwisata yang rusak akibat musibah tsunami Selat Sunda.
 
Hal itu disampaikan Asisten Bidang Ekbang Taufik Hidayat saat memimpin Rapat Persiapan kunjungan kerja Komisi X DPRI ke Lampung di Ruang Kerja Asisten Ekbang Kantor Gubernur Provinsi Lampung Selasa (15/1/2019).
 
Menurut Taufik, Tsunami Selat Sunda yang menelan korban jiwa, harta benda, sekaligus berdampak pada sejumlah destinasi wisata di Lampung mengetuk hati Anggota Komisi X DPR RI untuk melakukan kunjungan spesifik Ke Provinsi Lampung. Mereka juga akan melakukan peninjauan lapangan ke objek wisata yang terdampak tsunami.
 
“Kita berharap kunjungan anggota DPR RI kali ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan dana rekonstruksi infrastruktur sektor pariwisata secara reguler, termasuk penyediaan peralatan early warning system tsunami yang sangat di butuhkan masyarakat sekitar pesisir,” kata Taufik.
 
Dijelaskan Taufik, pasca musibah tsunami Selat Sunda Sektor Pariwisata Provinsi Lampung terdampak langsung. Salah satu indikasinya turunnya kunjungan wisatawan ke Lampung, terutama angkutan udara. 
“Saat ini pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata terus berupaya mensosialisasikan kondisi pariwisata Lampung yang aman untuk dikunjungi meskipun wisatawan dihimbau tetap waspada” jelas Taufik.
 
Hadir dalam rapat tersebut Asisten 1 Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto. Menurutnya, saat ini Lampung Selatan dalam masa perpanjangan tanggap darurat tahap II hingga 19 Januari 2019 mendatang. Sedangkan masa pemulihan diperkirakan akan memakan waktu 2 hingga 3 tahun. 
 
Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pada masa pemulihan yang membutuhkan penanganan dan anggaran secara reguler dan berkelanjutan. 
“Sejauh ini, tercatat kebutuhan dukungan recovery amenitas destinasi wisata di Lampung Selatan sebesar Rp 7,95 miliar, kebutuhan kapal wisata/nelayan, PLTS di Legundi, pesawaran Rp 11,25 miliar, kebutuhan kapal wisata/nelayan, bantuan recovery homestay, dan dermaga jeti di Kiluan sebesar Rp 4 miliar” kata Supriyanto.
Muaramedia.com, PRINGSEWU – Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar rapat koordinasi bulanan di aula utama kantor sekretariat Pemkab Pringsewu, Selasa (15/1). Rakor ini merupakan rapat koordinasi bulanan perdana di awal tahun 2019, yang juga melibatkan instansi vertikal di Kabupaten Pringsewu.
 
Rakor yang dibuka oleh Bupati Pringsewu Hi.Sujadi didampingi Sekretaris Daerah Drs.A.Budiman P.M.,M.M. beserta para asisten ini dihadiri dan diikuti parastaf ahli bupati, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Pringsewu, jajaran instansi vertikal, Kepolisian Resor, Kodim, Kejaksaan Negeri, Kantor Pertanahan, Badan Pusat  Statistik, Imigrasi, KP2KP, Kementerian Agama, Bank Lampung, serta instansi vertikal lainnya di Kabupaten Pringsewu.
 
Sejumlah permasalahan maupun kegiatan di Kabupaten Pringsewu dibahas dalam rakor tersebut, diantaranya yakni telah terbentuknya Bank Sampah dan Kelompok Peduli Lingkungan yang telah mampu membuat kompos di Pekon Tj. Anom, Kecamatan Ambarawa, sebagaimana disampaikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pringsewu.
 
Sementara itu, usulan dari Bank Lampung Cabang Pringsewu meminta Pemerintah Kabupaten Pringsewu untuk dapat segera  merealisasikan pembukaan loket di RSUD Pringsewu. Hal tersebut dalam rangka memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan bank milik pemerintah daerah tersebut.
 
Sementara itu, Unit Kerja Kantor Imigrasi Kabupaten Pringsewu mengharapkan dukungan dari Pemkab Pringsewu dalam bentuk fasilitasi kegiatan publikasi, disamping dapat diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pemkab Pringsewu.
 
Dalam pada itu, Komando Distrik Militer 0424 mengharapkan bantuan dan dukungan pemerintah daerah  untuk membangun Kantor Perwira Penghubung (Pabung) di komplek perkantoran Pemkab Pringsewu, dalam rangka meningkatkan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah daerah dan TNI.
 
Bupati Pringsewu Hi.Sujadi dalam sambutannya saat membuka rakor tersebut mengharapkan melalui kegiatan rakor tersebut dapat menyamakan persepsi  serta meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang sinergis diantara semua organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu maupun instansi vertikal lainnya yang ada di Kabupaten Pringsewu, yang kesemuanya adalah dalam rangka meningkatkan dan memajukan pembangunan di Kabupaten Pringsewu
BANDAR LAMPUNG ----Pemerintah Provinsi Lampung menawarkan Kabupaten Way Kanan dan Mesuji untuk pengembangan industri gula kepada Kementerian Pertanian Taiwan (Council of Agriculture /COA of Taiwan) dan Taiwan Sugar Corporation (TSC) yang kini melakukan survey untuk investasi di Lampung. 
 
Tawaran tersebut disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat saat menyambut kedatangan Tim survei Kementerian Pertanian Taiwan, di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Selasa (15/1/2019). Kedatangan COA Taiwan dipimpin Deputy Director Departement of International Head Affairs, CO, Vincent Lin.
 
Dua kabupaten yakni, Way Kanan dan Mesuji ditawarkan kepada COA of Taiwan dan perusahaan Taiwan Sugar Corporation sebagai lahan potensial yang dapat digunakan untuk perkembangan industri gula.
 
Menurut Taufik, Kabupaten Way Kanan menjadi salah satu alternatif untuk lahan investasi. Pertimbangannya, di Kabupaten Waykanan selain masih ada ketersedian lahan juga akan ada pembangunan dermaga darat (dry port), yang memudahkan hasil-hasil industri di daerah itu akan diangkut menggunakan kereta api menuju Pelabuhan Panjang.
 
Ia meyakinkan jika Pemprov Lampung membuka pintu seluas-luasnya bagi para investor yang akan menanamkan sahamnya di Provinsi Lampung. “Pemprov Lampung akan memberi kemudahan bagi para investor saat menanamkan uangnya di Lampung,” ujarnya.
 
Taufik berharap survey yang dilakukan dapat membuahkan hasil yang baik, yakni tercipta investasi. Bukan hanya investasi dalam bentuk dana juga teknologi, agar dapat menekan Harga Pokok Pembeliaan (HPP) gula juga meningkatkan taraf hidup petani lokal.
 
Sementara itu, Deputy Director Departement of International Head Affairs, CO, Vincent Lin mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemprov Lampung. Ia mengungkapkan kedatangan dirinya beserta rombongan selain untuk melakukan survey untuk investasi. Selain itu, pihaknya juga membuka kesempatan untuk bertukar informasi seputar pertanian.
 
Vice CEO Sugar Business Division, Taiwan Sugar Corporation (TSC) Vei-dong Chen menambahkan, lahan yang diperlukan untuk membangun pabrik gula minimal 30 ribu hektare. Apabila pabrik ini akan beroperasi maka akan memproduksi 100 ribu ton gula kuning dan 100 ribu ton gula putih. Sementara nilai investasi diperkirakan sekitar 2 juta USD
Page 4 of 635

Statistik Pengunjung

003226757
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
232
3023
9461
3193700
70379
106872
3226757

IP Anda: 54.234.75.144
Server Time: 2019-01-23 01:32:27

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]