Hukum

Hukum (9)

Polisi Tangkap Penganiaya Adik Ipar

December 17, 2017
Muaramedia.com, Tanggamus--Unit Reskrim Polsek Pardasuka Polres Tanggamus berhasil menangkap BA (26) , Pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap Okta Afriyanto (29) warga Pekon Kedaung Kec. Pardasuka Kab. Pringsewu.
 
Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si, Kapolsek Pardasuka AKP Harry Suryadi, SH mengatakan BA ditangkap dirumahnya, Pekon Rantau Tijang Kec. Pardasuka Kab. Pringsewu.
 
"BA diamankan tanpa perlawanan saat berada dirumahnya kemarin, Jumat (15/12/17) sekitar pukul 10.00 WIB dan hari ini langsung ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti bersalah melakukan penganiayaan," kata AKP Harry Suryadi, Sabtu (16/11/17) siang.
 
Polisi menangkap BA berdasarkan laporan polisi LP/B- 332/XI/2017/Polda Lpg/Res Tgms/Sek Parda tanggal 25 Nopember 2017. 
 
"Berdasarkan keterangan BA, tindakan penganiayaan tersebut dilakukannya karena jengkel terhadap korban yang dinilainya tidak sopan terhadap orang tuanya dan korban tidak terima saat dinasehati", tutur AKP Harry Suryadi.
 
Sementara itu berdasarkan keterangan korban. Pada saat kejadian, korban bersama isterinya datang ke rumah mertuanya, saat itu juga pelaku yang merupakan kakak ipar korban ada di rumah mertuanya.
 
"Dalam pertemuan itu, terjadi salah faham mengakibatkan keributan percekcokan antara pelaku dan korban, kemudian korban dipukul bagian kepalanya, karna merasa terancam korban berlari tetapi terjatuh di selokan jalan Pekon Rantau Tijang sehingga mengalami luka memar dikepala dan patah tulang tangan kanan," jelas AKP Harry Suryadi.
 
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya BA dijerat pasal 351 KUHPidana dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (Reza)

Presiden Tetap Dukung OOT Agar KPK Tetap Kuat

September 16, 2017

Jakarta - Aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pernah disebut gaduh. Namun KPK mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo.

"Ya, memang kalau ada bukti, ada fakta-fakta hukum di situ, saya kira bagus. Prestasi KPK kan memang di OTT," kata Jokowi kepada wartawan saat meninjau Pasar Baru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (15/9/2017).

KPK sudah melakukan sederet OTT. Yang ditangkap dari penegak hukum sampai kepala daerah. Terakhir, KPK menangkap Ketua DPRD Banjarmasin, oknum BUMD, hingga pihak swasta dalam OTT.

Selain mendukung OTT KPK, Jokowi juga mengingatkan pejabat daerah untuk berhati-hati mengelola uang rakyat. Menurutnya uang itu bukanlah milik dari si pejabat.

"Hati-hati dalam mengelola keuangannya, baik APBD, APBN, itu adalah uangnya rakyat. Hati-hati," kata Jokowi.

Penegasan Jokowi agar KPK tak diperlemah juga pernah dilontarkan sebelumnya. Bahkan waktu itu menanggapi ucapan politikus separtainya di PDIP, Henri Yosodiningrat, yang mengusulkan agar KPK dibekukan. Belakangan, Henri mendapat sanksi dari PDIP.

"Saya tak akan membiarkan KPK diperlemah," ujar Jokowi bernada tegas usai meresmikan Tol Mojokerto-Kertosono di gerbang Tol Mojokerto, Desa Penompo, Jetis, Jawa Timur, Minggu (10/9).

Sebelumnya OTT KPK menjadi sorotan karena pernyataan Jaksa Agung yang menilai OTT KPK terlalu gaduh. Jaksa Agung juga menyebut penuntutan yang harus seizin Kejaksaan. Pernyataan ini langsung disanggah Seskab Pramono Anung yang memastikan bahwa Jokowi tak akan setuju pelemahan KPK.

"Sekali lagi, dalam hal ini Presiden tidak ada keinginan sama sekali untuk mengurangi kewenangan KPK. Nggak usah ditafsirkan macam-macam," kata Pramono di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (12/9).

Belakangan Jaksa Agung Prasetyo pun mengatakan dirinya mendukung penuh KPK. Salah satu bentuk dukungannya yakni mengirimkan jaksa-jaksa untuk KPK.

"Saya katakan bahwa selama ini Kejaksaan adalah pendukung utama KPK. Begitu banyak jaksa pilihan untuk mendukung pelaksanaan tugas mereka," ujar Prasetyo di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/9).

Warung milik Wasimo (48) warga Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu dibobol maling, Selasa (12/9) dini hari.

Akibatnya korban merugi hingga puluhan juta rupiah, karena banyak barang dagangan di dalam warung dibawa kabur pelaku. Di antaranya rokok dari berbagai merek sebanyak 30 pak, dan uang receh yang jumlahnya sekitar Rp 1 juta.

Wasimo mengaku baru mengetahui pencurian tersebut Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB ketika membuka warung. Begitu masuk warung, korban mendapati etalase tempat memajang rokok telah kosong.

Selain itu, rokok yang diletakkan pada kardus juga tidak ada. Uang receh sekitar dilaci juga hilang. "Awalnya tidak curiga karena pintu warung tertutup rapat semua," ujar Wasimo kepada Tribun, Rabu (13/9).

Wasimo menduga pelaku masuk dari jendela warung, karena terdapat bekas dongkelan pada kayu jendela.

Wasimo mengaku pada malam kejadian dirinya sedang berada di rumah yang letaknya di belakang warung. "Saya tidak tahu sama sekali kalau warung dimasuki maling. Padahal malam itu saya baru tidur jam 3 dini hari," katanya.

Korban mengatakan, warung miliknya itu biasa tutup sekitar pukul 02.00-03.00 WIB. "Paling cepat tutup jam 1 malam. Tapi malam itu saya tutup lebih awal," ungkap Wasimo.

Atas kejadian itu, Wasimo melapor ke Mapolsek Gadingrejo. Sampai saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan atas pencurian tersebut. "Kami sedang menyelidiki untuk mengungkap siapa pelakunya," kata Kapolsek Gadingrejo AKP Sarwani.

Tega, Anak Kandung Gorok Ibunya Hingga Tewas

September 09, 2017

LIMAU – Belum lama gempar seorang anak di Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung, Tanggamus yang diduga mengidap gangguan mental memukuli ayah dan ibunya lantaran sebatang rokok, kini giliran warga Pekon Ampai, Kecamatan Limau digegerkan oleh peristiwa pembunuhan.

DIDUGA PELAKU: Pemuda inilah yang diduga pelaku pembunuhan sadis terhadap ibu kandungnya di Pekon Ampai, Kecamatan Limau. Tampak dua personel Opsnal (Buser) seperti sedang mengamankan pemuda itu. Foto diambil dari Facebook dengan nama akun Marwan Pratama.

Ironisnya berdasarkan kabar yang tersebar di media sosial Facebook, pelaku pembunuhan sadis terhadap wanita usia senja pada Jumat (8/9) sekitar pukul 19.43 WIB itu adalah anak kandung korban.

KONDISI KORBAN: Seperti inilah kondisi wanita tua yang diduga menjadi korban pembunuhan, lehernya nyaris putus dan setengah tubuhnya bersimbah darah. Foto diambil dari Facebook dengan nama akun Marwan Pratama.

Peristiwa menghebohkan tersebut, tersebar di Facebook pada akun bernama Marwan Pratama. Pada tiga foto yang diunggah dalam akun itu, si empunya akun menuliskan caption (keterangan foto) :

Limau berduka…?
Anak bunuh ibu kandung nya sendiri.
Semoga amal ibadahnya.. Diterima sisi
allah.. Swt.. Amin

Dia juga menyertakan hastag (tanda pagar) : “#khapaskkona.. Limau

PERIKSA TKP: Seorang personel Polri diduga dari Polsek Limau bersama seorang Anggota TNI memeriksa TKP dan berdiri di samping korban pembunuhan yang terbaring di ranjang kayu. Foto diambil dari Facebook dengan nama akun Marwan Pratama.

Dari tiga foto unggahan Marwan Pratama pada akunnya, menggambarkan tiga suasana yang berbeda. Pada foto I, tampak seorang wanita dengan perkiraan lebih dari 50 tahun, terbaring di tempat tidur dengan bantal berwarna merah. Kondisi leher wanita dengan rambut beruban itu nyaris putus. Mulutnya menganga dan salah satunya matanya terbuka. Namun diperkirakan, wanita berperwakan kurus itu sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Dari foto itu juga terlihat, jasad wanita yang belum diketahui identitas jelasnya hingga berita ini diturunkan, mengenakan daster terusan batik bermotif bunga. Mulai dari kerah hingga bagian perut, daster korban bersimbah darah yang diduga mengalir deras dari lehernya yang tergorok.

Pada foto II, tampak seorang personel Polri yang diperkirakan dari Kepolisian Sektor Limau bersama seorang Anggota TNI, berada di tempat kejadian perkara (TKP). Dua orang petugas itu melihat langsung korban yang terbaring di ranjang kayu dengan kondisi bersimbah darah.

Dan di foto III, tampak seorang pemuda mengenakan kaos oblong warna hitam bergambar pistol di bagian dada dan celana jins. Pemuda yang diperkirakan berusia antara 25 sampai 30 tahun itu, dalam posisi duduk dengan kedua tangan berada di belakang tubuh, seperti sedang diborgol oleh seorang polisi berpakaian preman yang menunduk di belakangnya. Lalu di samping kiri pemuda itu, berdiri seorang pria lagi, diduga juga seorang Anggota Opsnal (Buser) Polsek Limau.

Diduga dari tiga foto yang unggahan akun Marwan Pratama itu, korban pembunuhan sadis adalah seorang ibu. Sementara pelakunya disinyalir adalah putra kandung korban. Namun ditekankan informasi ini masih bersifat sementara. Sebab keterangan dari pihak terkait, masih sangat minim.

Kasubbag Humas Polres Tanggamus Iptu. Yul Martin saat dihubungi translampung.com sekitar pukul 01.09 WIB mengatakan, sudah memonitor kabar pembunuhan yang beredar cepat di media sosial itu. Namun, dirinya belum bisa memastikan dan memberikan keterangan lengkap.

“Ya sudah monitor (kabarnya) di Facebook. Ini masih menunggu laporan dari personel Polsek Limau. Kemungkinan (kejadian) dari Pekon Ampai. Sementara belum bisa memberikan keterangan apa-apa. Nanti kami hubungi lagi,” singkat Yul Martin, mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili.

Terpisah, Kapolsek Limau Iptu. Rukmanizar saat coba dikonfirmasi terkait kabar menggemparkan ini melalui telepon selulernya bernomor 081279000xx, tidak bisa terhubung. Ponsel kapolsek dalam keadaan mailbox.

Pringsewu, berkas perkara dugaan korupsi pengadaan Internet Multimedia dan langganan internet pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pringsewu, yang telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan. Maka Mantan Kepala Diskominfo Kabupaten Pringsewu, Sugesti Hendarto dan Ramli, mantan Account Manager PT Telkom perkaranya sekarang sudah di pengadilan kejaksaan negeri kota agung

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si, Kanit Tipikor Ipda Ramon Zamora Mendampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra, SE mengatakan, keduanya dilimpahkan pada Rabu (6/9/17) pukul 13.00 WIB didampingi dua kuasa hukumnya Yudi Kusnandi, SH dan Dwi, SH.

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu, Sugesti Hendarto, sebelumnya telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek belanja barang di Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu tahun anggaran 2015.

Proyek bernilai Rp 94,37 juta ini akan diserahkan kepada pihak ketiga.Sugesti lalu menghubungi Direktur CV. Adhya Pratama, Arief Pasha untuk meminjam perusahaan Arief Pasha sebagai pekerja di proyek tersebut.

Proyek tersebut berupa pengadaan dua unit tower senilai Rp 65 juta, dua paket radio senilai Rp 15 juta dan dua unit PC computer senilai Rp 14,2 juta. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut tidak sesuai dengan mekanisme yang ada dimana hanya diketahui oleh Sugesti tanpa melibatkan panitia pengadaan proyek.

"Ini merupakan pelimpahan dalam perkara korupsi pengadaan Internet Multimedia dan langganan Internet, karena sebelumnya tersangka Sugesti Hendarto telah menjalani hukuman di Lapas Way Huwi Bandar Lampung dalam perkara yang terlebih dahulu disangkakan yaitu korupsi pengadaan barang pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pringsewu", kata Ipda Ramon Zamora.

Pada pelimpahan perkara korupsi pengadaan internet kali ini, lanjut Ipda Ramon Zamora turut serta diserahkan barang bukti yang disita dari keduanya berupa uang tunai Rp. 265 juta sebagai penyelamatan uang negara.

Oleh karena berkas perkara sudah P21 sesuai dengan ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP, penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Kota Agung.

Pelimpahan itu sebagai dasar jaksa untuk menentukan apakah perkara tersebut sudah memenuhi unsur persyaratan untuk dapat dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Keduanya dijerat Pasal 2, 3 pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun" pungkas Ipda Ramon. (Reza)

Pringsewu, Tindakan kekerasan terhadap pembantu sering kali terjadi, hal ini terus berulang-ulang terjadi. Salah satu pembantu anggota DPRD Pringsewu komisi 4 mengalami penyiraman air panas. Ungkap kapolsek pringsewu Andik purnomo s, Rabu (23/8) di ruang kerjanya.

Andik mengatakan, korban yang bernama Maisaroh (30) pekerjaan pembantu rumah tangga ini.  Membenarkan penyiraman air panas oleh pelaku Alfa edison suami dari salah satu anggota DPRD pringsewu komisi empat Asitanurgaya, yang TKPnya di rumah pelaku pringsewu barat.

Tambah andik, kejadian ini bermula pelaku Alfa ribut mulut sama istri Asitanurgaya, lalu Alfa masuk ke dapur milihat sayur di dalam wajan yang baru masak, karena merasa sayurnya tidak suka lalu pelaku marah kepada pembantunya Maisaroh sehingga sayur lode yang baru masak terkena di bagian muka, tangan sebelah kiri Maisaroh.

"Sebelumnya memang pembantu sering di marahi oleh pelaku Alfa edison.
Bekerja selama satu tahun Maisaroh sebagai pembantu seting mendapat perlakuan yang tidak wajar,"Jelasnya.

Sampai sekarang korban merasakan panas sebelah kiri muka, tangan, rambut dan badan. Memang secara sepitas tidak kelihatan. Bukti yang di amankan baju korban, wajan.

Perlu di ketahui saat korban melapor ke polsek pringsewu,  korban di antar oleh istri si pelaku ke polsek pringsewu sekitar jam 11.00. Karena istri pelaku merasa kasian sama korban sebagai pembantunya yang sering kena Marah oleh pelaku.

"Atas tindakan kekerasan majikan terhadap pembantunya, maka pelaku akan di kenakan UU 23 tahun 2004 pasal 44 ayat 4 hukuman kurung selama 4 bulan,"Tegas Kapolsek.

Pringsewu, Unit Patroli Polsek Pagelaran berhasil menangkap SL (26), pelaku pembawa Narkoba jenis Sabu di Jalan Pekon Bumi Ratu Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, Senin (21/8/17) jam 22.00 WIB.

"Dari SL yang merupakan warga Pekon Panutan Kecamatan Pagelaran tersebut petugas Patroli berhasil mengamankan satu klip sabu senilai Rp. 200 ribu", kata Kapolsek Pagelaran AKP Heri Sugito mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik, M.Si. Selasa (22/8/17) pagi.

Lebih lanjut AKP Heri Sugito menjelaskan Patroli Polsek Pagelaran saat melakukan Patroli rutin di jalan Pekon Bumi Ratu Kecamatan Pagelaran mencurigai sepeda motor yang melintas dengan tergesa-gesa menghindari petugas.

"berdasarkan kecurigaan tersebut, kemudian dilakukan pengejaran dan penggeledahan di temukan satu bungkus plastik berisikan serbuk kristal sabu senilai Rp.200 ribu di dalam bungkus rokok sriwedari dalam tas pelaku", terang AKP Heri Sugito.

Saat ini pelaku dan barang bukti, tas berwarna hitam,  bungkus rokok sriwedari dan plastik klip berisikan sabu ditahan di Polsek Pagelaran guna dilakukan proses lebih lanjut. (Reza)

Pringsewu, Jajaran Polsek Pagelaran melakukan penyelidikan pengrusakan rumah Ahmad Khotob (50) warga Dusun I Pekon Bumi Ratu Kecamatan Pagelaran.

Akibat Pengrusakan terhadap rumah ketua asosiasi wartawan profesional indonesia (AWPI) Kabuapaten Pringsewu terjadi pada Kamis (20/7/17) jam 09.30 WIB yang diduga dilakukan 15 orang, jendela rumah dan kaca mobil sedan, mengalami rusah dibeberapa bagian dan korban mengalami kerugian Rp 50 juta.

Kapolres Tanggamus/Pringsewu AKBP Alfis Suhaili, SIK. MSI mengatakan, perkara pengrusakan saat ini masih diselidiki.

"anggota kami sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan olah TKP terkait pengrusakan tersebut", kata AKBP Alfis Suhaili.

Berdasarkan keterangan korban, Ahmad Khotob, pagi tadi diduga sejumlah 15 orang dengan menggunakan 7 sepeda motor dan mobil pickup L300 secara bersama-sama melempari kaca rumah dan mobil korban.

"Mereka secara bersama-sama melempari kaca rumah dan mobil secara bergntian sambil mengeluarkan senjata tajam yang mengakibatkan kaca-kaca dan mobil rumah saya menjadi pecah", jelas Ahmad Khotob.

Dari lokasi, polisi menyita barang bukti yang diamankan, pecahan kaca rumah dan kaca mobil, spion mibil Toyota Innova, batu bata dan batu. (Reza)

Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat dikeluarkannya Peraturan Gubernur Mengenai Bantuan Hukum untuk Masyarakat Miskin. Diharapkan dengan hadirnya Pergub ini, maka Pemerintah menjamin seluruh masyarakat mendapatkan akses pendampingan di persidangan.

Staf Ahli Bidang Ekubang Choiria Pandarita saat membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Penyelenggaraan dan Pemerataan Bantuan Hukum di Provinsi Lampung dengan tema ’Percepetan Implementasi Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin di Provinsi Lampung’ di Hotel Sheraton Bandar Lampung, Kamis (20/7/2017) menyampaikan penyelenggaraan pemberian bantuan hukum kepada warga negara merupakan upaya untuk memenuhi sekaligus sebagai implementasi negara hukum yang mengakui dan melindungi serta menjamin hak asasi warga negara akan kebutuhan akses terhadap keadilan dan kesamaan dihadapan hukum.

“Jaminan atas hak konstitusional tersebut belum mendapatkan perhatian secara memadai, sehingga dibentuk undang-undang tentang bantuan hukum yang dijadikan sebagai dasar bagi negara untuk menjamin warga negara khususnya bagi orang atau kelompok orang miskin untuk mendapat akses keadilan dan kesamaan dihadapan hukum. Oleh karenanya tanggung jawab negara tersebut diwujudkan melalui Undang-Undang No 16 tahun 2016 tentang bantuan hukum.” Jelasnya.

Lebih lanjut, Choiria menjelaskan dalam memberikan bantuan hukum bagi masyarakat miskin di Provinsi Lampung sebagai perwujudan akses terhadap keadilan, serta melaksanakan ketentuan UU No 16 tahun 2011 tentang bantuan hukum, maka Pemerintah Provinsi Lampung telah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Lampung No 3 tahun 2015 tentang bantuan hukum untuk masyarakat miskin.

“Alhamdulillah keberadaan perda ini sangat membantu masyarakat, khususnya masyarakat miskin yang masih kesulitan untuk mengakses keadilan karena terhambat oleh ketidakmampuan mereka untuk mewujudkan hak-hak konstitusional. Dalam menindaklanjuti Perda ini, insya allah tahun 2017 ini akan diimplementasikan menjadi Peraturan Gubernur. Tentunya ini sudah dalam proses dan sudah ditindaklanjuti.”Jelasnya.

Choiria berharap dengan diadakannya FGD, maka mampu membangun komitmen bersama dalam mengawal dan memenuhi akses bantuan hukum di Provinsi Lampung diantaranya masing-masing pemangku kepentingan, sehingga perluasan dan pemerataan akses bantuan hukum bagi masyarakat miskin di Provinsi Lampung dapat berjalan dengan baik.

"Tentunya dengan akan adanya Pergub ini, maka Pemerintah kabupaten dapat membuat Peraturan walikota/bupati. Dengan harapan adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Daerah, serta memetakan berbagai konflik dan advokad, maka masyarkat miskin dapat terbantu akan konflik yang sedang dihadapi” Harapnya.

Perwakilan anggota DPRD Provinsi Lampung berharap ditahun 2017, Peraturan Gubernur dapat terbentuk dan dilaksanakan dengan melakukan berbagai penyesuaian. Ia berharap Pergub kedepannya mampu terealisasi dengan baik, sehingga perlindungan kepada masyarakat miskin dapat diberikan.”Harapnya.

Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan hukum Alian Setiadi menjelaskan saat ini Organisasi Bantuan Hukum (OBH) di Provinsi Lampung terdapat 8 OBH, 6 diantaranya berada di Bandar Lampung dan 2 beroperasi di Lampung Utara. Ia berharap dengan pelaksanaan FGD ini mampu mendorong terlahirnya OBH baru dimasing-masing kabupaten. “Sehingga ketika masyarakat miskin berhadapan dengan hukum, mereka tidak lagi memikirkan biaya, hal ini dikarenakan adanya bantuan hukum cuma-cuma yang diberikan”Ujarnya.

Statistik Pengunjung

002998961
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
694
3806
23940
2952921
56374
112583
2998961

IP Anda: 54.91.203.233
Server Time: 2018-11-17 05:00:33

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]