Kesehatan

Kesehatan (9)

Bandar Lampung -- Pasien suspect difteri yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) hingga Selasa (6/2/2018) berjumlah 4 orang. Keempatnya terdiri dari tiga balita dan seorang dewasa. Kepala Seksi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Lampung, Asih Hendrastuti, mengatakan keempat orang pasien yang tengah menjalani perawatan adalah A (2) dari Tanggamus, D (6) asal Lampung Utara, A (2) asal Lampung Selatan, dan V (19) dari Lampung Tengah. “Sekarang tinggal empat orang yang menjalani perawatan terkait suspect difteri, terakhir masuk atas nama A dari Lampung Selatan yang masuk pada Senin (5/2/2018) kemarin, pukul 01.35,” ujar Asih, Selasa (6/2/2018).

Ia mengatakan seluruh pasien suspect difteri telah diperiksa tim medis serta diberikan antidifteri serum (ADS) dan pengambilan usap tenggorokan yang dikirim ke laboratorium di Jakarta. “Kalau yang sudah masuk beberapa hari lalu sampelnya sudah dikirim ke Jakarta, sekarang tinggal menunggu hasilnya.

Sedangkan yang baru masuk kemarin sudah dilakukan pengambilan usap tenggorokan dan juga dikirim ke laboratorim di Jakarta,” kata Asih. Dia menambahkan pada 2 Februari lalu juga terdapat satu pasien suspect difteri rujukan dari Klinik Azzura atas nama R (42) asal Bandar Lampung. Namun, pasien dengan keluhan demam, pusing, dan sakit saat menelan, telah diperbolehkan pulang oleh dokter.

“Kemarin sempat lima orang suspect difteri yang dirawat, tetapi salah satu pasien atas nama R asal Bandar Lampung telah diizinkan pulang oleh dokter karena hasilnya negatif,” kata dia. Sebelumnya, pada 1 Februari lalu RSUDAM juga menerima enam pasien suspect difteri. Dari enam pasien tersebut, satu dari Lampung Utara dan sisanya dari Lampung Barat.

Bandar Lampung -- Gubernur Lampung M Ridho Ficardo resmikan penggunaan sejumlah bangunan baru yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Beberapa gedung yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu diantaranya, Gedung Rawat Jalan, Rawat Inap Anak Baru, Operasional Kamar Operasi Baru dan Gedung Rawat Inap Kelas I, Gedung Rehab Medik dan Layanan Farmasi.

Kasubbag Humas RSUDAM, Ahmah Safri mengatakan, tak hanya itu, ada juga fasilitas baru yakni gedung khusus Rawat Inap Anak yang memiliki kapasitas 85 tempat tidur, ruang Thalasemia, ruang HCU (High Care Unit), ruang terapi bermain dan ruang penitipan anak.

“Ruang ruang rawat jalan baru juga dilengkapi pelayanan spesialis dan sub spesialis serta poli-poli khusus lainnya seperti diantaranya klinik girontik untuk usia lanjut, klinik seandanan (rehab pecandu narkoba), klinik VCT (Voluntary Counselling and Testing)/kanca sehati, klinik menopause,” jelas Ahmad Syafri melalui rilis, Rabu (07/02/2018)

Dia menambahkan, kegiatan persemian gedung baru di RSUDAM akan dimulai pukul 08.00 WIB, diawali Istighosah dipimpin Drs. Abdullah Ali, M.Si, setelah itu dilanjutkan dengan laporan Dirut RSUDAM dr. Hery Djoko Subandriyo, dan sambutan Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo.

Kegiatan ini juga akan dihadiri Kepala Laboratorium, Direktur Bank Lampung, Dirut RS DKT, Dewan Pengawas RS, Mantan Dirut RSUDAM, Pegawai RSUDAM, mahasiswa, anak yatim dan pensiunan 5 tahun terakhir serta masyarakat yang berdomisili disekitar RSUDAM. Kegiatan Istighosah ini kita akan bekerja sama dengan tim rohis RSUDAM.

Untuk diketahui, tahun lalu Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F Moeloek juga sudah meresmikan sejumlah gedung dan fasilitas di RSUDAM Lampung. Yakni gedung pelayanan kebidanan dan penyakit kandungan standar Pelayanan Obstetrik Dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), gedung administrasi, gedung laboratorium klinik, gedung bedah sentral dan intensif terpadu (ICU, ICCU, PICU), gedung pelayanan ruang anggrek THT, mata, dan kemoterapi serta alat kedokteran, seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik dan CT scan.

Menkes menyampaikan, sebagai pintu gerbang Sumatera, Provinsi Lampung perlu didukung sarana prasarana kesehatan. Menurutnya, selain melengkapi RSUDAM, kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan.

“Bukan hanya ketahanan pangan yang mempengaruhi kesehatan, tetapi juga perlu adanya pola asuh dan pengetahuan tentang gizi bagi masyarakat. Untuk itu, perlu adanya peran dan dukungan yang kuat dari kita semua, terutama dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi,” kata Menkes.

Empat pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2019 – 2024, menjalani tes pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, Kamis (11/1).

Paslon, M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri yang diusung Partai Demokrat, Gerindra, dan PPP, usai menjalani tes kejiwaan mengatakan, tes masih sama dengan yang terdahulu.

 

“Ada sekitar 500 pertanyaan. Alhamdulillah semua berlangsung dengan lancar. Semoga hasilnya bisa maksimal,”kata M Ridho Ficardo.

Empat paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yakni, Mustafa – Ahmad Jajuli, Herman HN –Sutono, Arinal Junaidi – Chusnunia Chalim (Nunik), dan M Ridho Ficardo – Bachtiar, selanjutnya bakal menjalani tes Jasmani dan Psikologi kembali di RSUDAM Provinsi Lampung, pada 14 -15 Januari 2018 dan hasilnya akan diumumkan secara terbuka pada 26 Januari 2018 mendatang.

Arinal-Nunik Jalani Tes Kesehatan

January 11, 2018

Bandar Lampung -- Pasangan bakal calon gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur (Cawagub) yang diusung Partai Golkar, PKB dan PAN yakni Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim (Nunik) hari ini (Jumat, 12/01/2018) sudah menjalanin tes Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung. Arinal – Nunik terlihat memasuki gedung tes kesehatan pada pukul 07.30 WIB.

Chusnunia Chalim atau akrab disapa Nunik tampak lebih dulu selesai dan meninggalkan gedung tes Kesehatan sempat memberikan keterangan terkait proses tes yang telah berlangsung.

“Tadi kan banyak ya. Aku nggak inget satu – satu sih. Tapi sama kok. Ya pokoknya nggak tau yakin berapa persen, pokoknya semaksimal aja,” terangnya.

Ia pun menambahkan bahwa tidak ada persiapan – persiapan khusus di dalam menjalani tes Kesehatan tersebut. “Nggak ada persiapan khusus. Semuanya normal – normal aja,” tambahnya di hadapan awak media.

Tak lama berselang, tampak Cagub Arinal Djunaidi yang merupakan pasangan dari Nunik sendiri telah usai menjalani tes Kesehatan dan bergegas meninggalkan gedung Rumah Sakit. Ia menjelaskan tentang spesifikasi tes – tes yang telah ia jalani.

“Diantaranya dari psikologi kemudian ukuran tensi, jantung, darah, urine. Alhamdulillah saya dalam posisi normal dan baik seperti anak kecil. Yang penting kita harus konsisten untuk menjaga kesehatan dan pikiran,” jelasnya.

Bandar Lampung -- Empat pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Lampung dinyatakan lulus tes kesehatan jasmani dan rohani. Keempat paslon memenuhi syarat dan mampu dalam memimpin Lampung.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Handi Mulyaningsih membacakan hasil tes kesehatan pada rapat pleno terbuka Penyampaian Hasil Penelitian Administrasi Persyaratan Pencalonan dan Syarat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung di Kantor KPU Lampung, Rabu (17/1).

“Empat calon gubernur dan wakil gubernur Lampung, dinyatakan memenuhi syarat dan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari narkotika dan psikotropika,” jelasnya.

Ia menambahkan, tim pemeriksaan tes kesehatan telah melaksanakan kegiatan seperti melakukan pemeriksaan atau penilaian jasmani dan rohani dan melakukan pemeriksaan terkait bebas penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

“Hasil pemeriksaan empat calon gubernur dan calon wakil gubernur Lampung memenuhi syarat. Yang berarti mampu serta bebas dengan narkotika dan psikotropika,” ujarnya.

Usai membacakan berkas pencalonan dan hasil tes kesehatan, ketua KPU bersama jajaran menyerahkan tanda terima kepada paslon.

BANDAR LAMPUNG -- Pasangan Cagub dan Cawagub Lampung petahana Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri (Ridho-Berbakti) kembali melakukan tes kesehatan jasmani sebagai salah satu syarat pendaftaran Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Periode 2019-2024, di RSUD Abdul Moeloek, Sabtu (13/01/2018) pukul 08.00 WIB.

Kedatangan Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri kali ini didampingi istri masing-masing. Sebelumnya, Kamis (11/1/2018), pasangan Ridho-Berbakti Jilid II juga telah melakukan tes kejiwaan, rencanannya besok ditempat yang sama Ridho-Bachtiar akan melakukan tes psikologi.

Ridho-Berbakti merupakan pasangan calon yang diusung oleh Partai Demokrat, PPP, dan Gerindra dengan jumlah 25 kursi di DPRD. Menurut rencana, hasil pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan pasangan itu akan diumumkan oleh KPU secara terbuka pada 26 Januari 2018. “Tes-nya masih sama dengan yang dulu, ada sekitar 500 pertanyaan, Alhamdulillah berjalan lancar tanpa kendala, semoga hasilnya maksimal,” kata Ridho Ficardo, menjelang jalani tes kesehatan.

Tes kesehatan yang dilakukan oleh semua pasangan calon Gubernur dan Wakil gubernur tersebut dilaksanakan secara independen oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN), Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), yang kemudian hasilnya akan diserahkan kepada KPU sebagai rekomendasi.

BANDAR LAMPUNG - Tekad Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) bertipe A, berlanjut. Setelah dilengkapi aneka peralatan canggih, Pemerintah Provinsi Lampung kini membangun Unit Transfusi Darah (UTD) untuk mengatasi kekurangan stok darah.
 
Menurut Gubernur Ridho, pembangunan UTD ini untuk mengantisipasi makin banyaknya warga berobat penyakit kronis memakai fasilitas BPJS. "Banyak juga warga di Sumatera Selatan seperti Martapura dan Baturaja memilih berobat ke RSUDAM. Ini semua memerlukan stok darah yang cukup," kata Ridho, di Bandar Lampung, Sabtu (12/8/2017). 
 
Kehadiran UTD ini, kata Ridho, juga untuk mendukung sejumlah peralatan canggih yang diresmikan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek, pada 25 Februari 2017. Kehadiran peralatan canggih seperti bedah sentral dan intensif terpadu (ICU, ICCU, PICU), THT, mata, kemoterapi, Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan CT scan, membuat pasien yang semula harus dirujuk ke Jakarta, kini bisa ditangani di RSUDAM. 
 
Kehadiran UTD ini, menurut Direktur Utama RSUDAM, Hery Djoko Subandriyo, untuk memperkuat Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung. Menurut Hery, setiap bulan pihaknya membutuhkan 2000-2500 kantong darah, sedangkan yang bisa dipenuhi PMI hanya 50-60%. "PMI tak hanya melayani RSUDAM, tapi seluruh rumah sakit di Lampung. Jumlah pasien yang butuh darah terus meningkat yang tak bisa semuanya ditangani PMI," kata Hery Djoko Subandriyo.
 
Selama ini, kata Hery, RSUDAM hanya memiliki bank darah. Kehadiran UTD ini, selain meningkatkan mutu pelayanan, juga untuk mempercepat proses pelayanan transfusi daerah ke pasien. Pembangunan UTD, merujuk pada UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang mengamanatkan rumah sakit bertugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan paripurna. 
 
"Kalau pemenuhan darah kurang atau waktu tempuh rumah sakit ke UTD jauh, pemerintah daerah dapat membangu na lebih dari satu UTD," kata Hery.
 
Rencananya, UTD RSUDAM ini beroperasi Januari 2018. Menurut Kepala Instalasi Laboratorium RSUDAM, dr. Suhada, SpPA, selain peralatan tantangan terbesar UTD adalah pemenuhan sumber daya manusia (SDM). "Di Lampung belum ada sekolah transfusi darah, maka harus dicari keluar dan segera dipenuhi agar izin operasionalnya terpenuhi," kata Suhadi.
 

Meski memiliki UTD sendiri, RSUDAM tetap bekerja sama dengan PMI. "Komponen darah tertentu harus diproduksi PMI. Ada beberapa jenis darah yang belum bisa diproduksi sendiri. Untuk sementara yang bisa kita penuhi baru darah segar dan trombosit. Untuk penyakit tertentu masih dari PMI. Jadi, MoU dengan PMI tetap jalan," kata Suhada.

Ribuan masyarakat memadati PKOR Wayhalim Bandar Lampung untuk melaksanakan senam Germas yang diselenggarakan guna memperingati Hari Hepatitis Sedunia. Acara ini Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Kementerian Kesehatan dengan tema "Eliminasi Hepatitis menuju keluarga sehat, selamatkan generasi Penerus Bangsa", di PKOR Wayhalim pada Minggu Pagi, (30/07/2017)

Peringatan hari hepatitis sedunia ini untuk mengingatkan bahwa hepatitis merupakan masalah besar bangsa ini, hingga saat ini diperkirakan 10% dari bangsa ini mengidap hepatitis. "Untuk itulah dari peringatan hari hepatitis dimaksudkan untuk memobilisasikan jajaran lintas sektor fan masyarakat untuk berperan dan mendukung pencapaian eliminasi hepatitis". Demikian disampaikan oleh Direktur Jendral P2P dr. H. Mohamad Subuh saat mencanangkan komitmen untuk mencapai Eliminasi Penularan Hepatitis B dari Ibu ke anak tahun 2020.

Lebih lanjut Dirjen berharap peran dari pemerintah daerah untuk  melakukan upaya eliminasi hepatitis tersebut karena Hepatitis adalah penyakit yg invesius dan berbahaya menginfeksi seseorang sampai 100 kali. "Untuk itu kita sama sama mengingat bahwa hepatitis ini merupakan masalah dunia, masyarakat , dan keluarga"

Dalam sambutannya Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Heri Suliyanto menyampaikan "Pemprov berharap dengan kegiatan senam sehat ini merupakan bentuk wujud nyata dari kegiatan melalui aktifitas fisik berupa olah raga ringan yang menyehatkan dan media yang efektif untuk berkumpul dalam membangun komunikasi dan kebersamaan" ujarnya.

Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita Anfasa Moeloek mengapresiasi program strategis Pemerintah Provinsi Lampung yang berhasil menurunkan kasus gizi kurang dan gizi buruk akut di Provinsi Lampung. Melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Edukasi Makanan Lokal dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, angka gizi terus mengalami penurunan yakni 18,8% (2013), 16,5% (2014) dan 14% (2016). Hal tersebut disampaikan dalam ketika menghadiri Dialog yang digelar dalam rangka Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Lampung 2017, di Novotel Bandar Lampung, Sabtu (29/07/2017).

Dalam kesempatan itu dilaksanakan pula penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov Lampung dan Pemprov Kabupaten/Kota  guna mendukung percepatan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, Germas, dan Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Di hadapan peserta Rakerda, Nila mengatakan kasus gizi buruk yang merupakan momok bagi pertumbuhan kesehatan masyarakat. Ia meminta peran aktif dari Pemerintah maupun masyarakat untuk sama-sama bersinergi dalam program pembantu masyatakat gizi buruk. Ia juga menyampaikan dedikasi Pemprov Lampung terhadap penangan masalah tersebut terbilang sangat baik.

"Saya mengapresiasi Program Pemprov Lampung. Karena penanganan gizi buruk bukan hal sepele, tetapi bagaimana masyarakat dengan pemerintah setempat saling komunikasi. Sehingga tidak ada lagi masalah-masalah gizi buruk di setiap daerah,"ujarnya.

Nila juga mengajak agar masyarakat berperilaku hidup sehat, sesuai dengan Program Nasional yaitu Gerakan Hidup Sehat (Germas).

Menanggapinya, Kadis Kesehatan Provinsi Lampung dr.Reihana mengatakan, ke depan Pemerintah Provinsi dan seluruh Kabupaten/Kota akan komit untuk mempercepat pelaksanaan Program Indonesia Sehat di Lampung.

Salah satu wujud komitmen tersebut,Pemerintah Provinsi Lampung adalah satu-satunya Pemerintah Provinsi yang menganggarkan APBD nya untuk pengadaan Program PMT yakni 15,9 M (2015), 18,8 M (2016) dan 10,1 M (2017). Melalui program ini diharapkan ke depan jumlah kasus kasus gizi kurang dan gizi buruk akut di Lampung semakin berkurang

Statistik Pengunjung

002999026
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
759
3806
24005
2952921
56439
112583
2999026

IP Anda: 54.91.203.233
Server Time: 2018-11-17 05:15:15

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]