Pendidikan

Pendidikan (8)

BANDAR LAMPUNG--Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menghibahkan tanah seluas 150 hektare kepada Universitas Lampung (Unila) di Kota Baru Lampung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (22/11/2017). Gubernur Ridho berkomitmen memperjuangkan pembangunan gedung untuk Unila ke pusat.
 
Surat Keputusan hibah tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/424/B.07/HK/2017 tentang Hibah Barang Milik Pemerintah Provinsi Lampung. "Setelah ini kita harus sama-sama ke Bappenas dan Kemenristekdikti agar agar Universitas Lampung bisa memperbesar kapasitasnya. Saya berharap banyak anak Lampung yang bisa dididik karena agar menerima pendidikan yang lebih baik," Gubernur Ridho di Gedung Rektorat Universitas Lampung.
 
Menurut Ridho, walaupun universitas urusan vertikal, Pemprov Lampung memiliki kewajiban moral membantu pengembangan dan memperbesar kapasitas Unila untuk peningkatan kualitas. Dia menyatakan pendidikan menjadi modal utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. 
 
"Konsep pembangunan Indonesia adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya. Bukan membangun jalan sebanyak-banyaknya dan gedung setinggi-tingginya. Ini menjadi konsen saya sebagai Gubernur dalam  mempersiapkan Lampung bukan hanya dari sisi pembangunan kasat mata tetapi dari sisi SDM yang sebetulnya menjadi esensi pembangunan Indonesia. Saya tidak ingin selesai menjadi Gubernur yang pembangunannya maju dan berkembang, tetapi kemudian anak-anak kita tersingkir. Ini harus kita siapkan sama-sama," ujar Ridho.
 
Ridho menuturkan Universitas Lampung berperan menghadapi tantangan mempersiapkan SDM berkualitas. "Tantangan yang dihadapi anak-anak Lampung ke depan menjadi jauh lebih tinggi, bisa atau tidak mereka menghadapinya tergantung persiapannya. Bagaimana mereka mempersiapkannya, saya bertumpu kepada Bapak Ibu para pengajar," kata Ridho.
 
Sebelumnya, Pemprov Lampung menghibahkan lahan kepada umat hindu melalui Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung. Kemudian akan menghibahkan lahan kepada Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Ridho menyebutkan berbagai pembangunan terus dilakukan. 
 
"Banyak progres pembangunan yang sangat cepat, seperti Jalan Tol Trans Sumatera yang akan jadi di tahun 2018, dermaga penyebrangan eksekutif Bakauheni-Merak, Bandara Radin Inten II menjadi bandara internasional. Daya saing Lampung juga naik dari saya menjabat yang awalnya berada di posisi 25 menjadi posisi 14 nasional dalam waktu dua sampai tiga tahun. Semakin meningkat daya saing daerah kita harus diikuti dengan kualitas SDM," kata Ridho.
 
Tanah hibah tersebut menurut Rektor Universitas Lampung, Hasriadi Mat Akin, sangat dibutuhkan untuk pengembangan. "Unila sangat membutuhkan karena Unila memiliki mahasiswa lebih dari 30 ribu dan dalam waktu yang tidak lama lagi akan bertambah terus," kata Hasriadi. 

Dia menambahkan dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan, jumlahnya menjadi 35 ribu karena ada enam program studi baru dibuka. Dari hasil penilaian Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Unila menjadi perguruan tinggi terbaik ke-18 dari 4.500 perguruan tinggi di Indonesia.

BANDAR LAMPUNG--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tetap melajutkan program beasiswa bagi anak petani berbabat dari keluarga tidak mampu. Menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo melalui Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto, setelah lulus mereka mengembangkan ilmu di daerah asal.
 
"Sejak 2008, kita ada kerja sama antara Pemprov Lampung, Polinela, dan Perhiptani dalam merekrut anak-anak petani berbakat yang juga tidak mampu untuk kuliah di Polinela dan mendapat beasiswa penuh sampai lulus," kata Edi Yanto saat menghadiri sosialisasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Polinela oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Ristekdikti, di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jumat(15/9/2017) malam.
 
Sebagian lulusan Polinela menjadi tenaga kerja penyuluh pertanian di Provinsi Lampung. "Gubernur Lampung membuat TP4K yakni pada program percepatan pembangunan pertanian, kehutanan dan perikanan, dengan memberikan masukan, evaluasi, dan monitoring pertanian secara keseluruhan. Saya kira pemerintah tidak melihat itu akreditasi A,B atau C tetapi fungsi dan kontribusi langsung ke pemerintah," kata Edi Yanto.
 
Menurut Direktur Polinela, Joko S. S. Hartono, status akreditasi begitu penting, agar Polinela memiliki kompetensi mengembangkan perguruan tinggi. Polinela terus mendukung dan menyedikan SDM profesional dalam membantu pembangunan Lampung. "Status akreditasi kami yang masih C dan sedikit lagi berubah menjadi B. Dengan hal tersebut tentunya kami mempunyai kesempatan dalam memperbaiki status akreditasi," ujar Joko.
 

Salah satu Asesor BAN-PT Kementerian Ristekdikti, Nasikin, mengatakan pihaknya bertugas melihat sosok perguruan tinggi untuk menentukan level akreditasi. "Asesor berfungsi memotret kondisi sebenarnya. Setelah data kami dapatkan, selanjutnya dikirimkan kepada BAN-PT. Nantinya BAN-PT yang menentukan level A, B atau C. Itu semua kewenangan BAN-PT," kata Nasikin, asesor yang berasal dari Universitas Indonesia.

BANDAR LAMPUNG--Provinsi Lampung  menjadi tuan rumah Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu pada 4-8 September 2017. Acara akan diselenggarakan di beberapa tempat.
 
Salah satunya di  Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Lampung, dan diikuti peserta dari 11 perguruan tinggi Hindu se-Indonesia.  Antara lain,  IHDN Denpasar, UNHI Denpasar, STAH Negeri Gde Pudja Mataram, dan STAH Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.   
 
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Hery Suliyanto saat menerima Audiensi Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu dan Panitia Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu, di Ruang Rapatnya, Rabu (30/8/2017), mengatakan sangat mendukung dan mengapresiasi even bertaraf nasional tersebut.
 
Mewakili Gubernur M. Ridho Ficardo, dia sangat optimis acara tersebut memberikan citra positif bagi Provinsi Lampung baik itu di bidang pendidikan maupun sosial. "Semoga acara ini berjalan dengan sukses. Jadikan Lampung sebagai tuan rumah yang baik. Berikan pelayanan yang bagus, dan ajak mereka ke wisata yang indah di Lampung, sehingga para peserta tahu Lampung memiliki destinasi wisata yang indah. Sehingga bisa membawa keberkahan bagi masyarkat Lampung," ujar Heri. 
 
Perwakilan Bimas Hindu Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, Mustakim mengatakan, acara karya ilmiah ini merupakan kegiatan rutin digelar setiap dua tahun sekali. Pada acara tersebut dilangsungkan beberapa lomba salah satunya cipta lagu keagamaan Hindu. Pembukaan acara akan diagendakan pada  5 September 2017 di Novotel Lampung. 
 

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lampung, I Ketut Pasek diharapkan melalui kegiatan ini pariwisata Lampung dapat lebih dikenal. "Kita akan menawarkan destinasi wisata  kepada peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.  Nanti kita ajak mereka ke Pahawang dan Pura Kerti Bhuana, dan bisa menjadi nilai jual Provinsi Lampung di mata Provinsi lain," kata Ketut Pasek yang juga Ketua Organda Provinsi Lampung itu.

BANDAR LAMPUNG--Keputusan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memindahkan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK PP) Lampung dari Masgar Pesawaran, ke Hajimena Lampung Selatan, berdampak positif. Sejak pindah pada 2015, jumlah siswa meningkat tiga kali lipat.
 
Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Edi Yanto, peningkatan jumlah siswa itu berkat upaya menambah fasilitas belajar dan meningkatkan gaji guru. "Awalnya, sekolah ini kurang dinimanati. Siswa per angkatan hanya 58. Gubernur memutuskan lokasi sekolah dipindah dan fasiltasnyanya ditambah," kata Edi Yanto, di Bandar Lampung, Selasa (1/8/2017).
 
Kebijakan Gubernur Ridho tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pertanian dengan menggelontorkan dana Rp5,3 miliar pada 2016 dan pada 2017 ini Rp5 miliar. Hasilnya, di 2016 jumlah siswa naik menjadi 90 dan pada Tahun Ajaran 2017 naik tajam menjadi 135 siswa. 
 
Menurut Kepala SMK PP Lampung, Amrullah, pendaftar tahun ini mencapai 200. Namun karena kapasitas kelas yang diterima 135 siswa. Untuk menampung tingginya minat tersebut, tahun depan kapasitas kelas ditambah dan dilengkapi asrama. "Dukungan Pak Gubernur diberikan dalam bentuk kenaikan gaji. Dukungan itu kemudian membuat Kementerian Pertanian melihat Pemprov Lampung serius mengembangkan SMK ini," kata Amrullah.
 
Pemprov Lampung, kata Gubernur Ridho, merancang masterplan pengembangan SMK PP untuk kurun waktu lima tahun ke depan. "Jangan sampai minat anak-anak muda bertani menurun. Pemprov harus mendorong perbaikan mutu belajar di SMK ini karena prioritas pembangunan Lampung ada di sektor pertanian, indutri, dan pariwisata," kata Ridho.
 
Kemajuan pertanian, kata Ridho, tak lepas dari sumber daya manusia. Tingginya minat masuk SMK PP, merupakan bukti anak muda masih berminat masuk sektor pertanian. Oleh karena itu, Pemprov Lampung melakukan pendekatan ke berbagai pihak termasuk Kementerian Pertanian agar memberi perhatian khusus terhadap SMK ini. 
 
"Pemprov Lampung dan Kementerian Pertanian terus melengkapi sarana belajar seperti laboratorium pasca panen, kultur jaringan, lab bahasa, dan perpustakaan. Semua ini bertujuan agar anak-anak muda bangga jadi petani, karena seberapa besar pun target produksi pertanian tanpa didukung sumber daya manusia yang baik, tidak akan tercapai," kata Gubernur Ridho.
 

Lulusan SMK PP Lampung banyak diterima bekerja di perkebunan swasta baik di Lampung maupun luar Lampung. Sebagian berprofesi sebagai penyuluh. Gubernur Ridho ingin mengembalikan pamor sekolah menengah pertanian atas (SPMA) yang pernah jaya di masa lalu.

Pemerintah Provinsi Lampung melepas putra putri terbaik Lampung untuk mengikuti Program Pertukaran Pelajar Antar Negara (PPAN), Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara (KAKPN) dan Paskibraka Nasional,  Senin (24/07/2017). 
 
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung Hery Suliyanto saat melepas para peserta mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung kegiatan yang di adakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga ini.
 
Dirinya berharap para siswa dan siswi ini dapat mempertahankan dan meneruskan prestasi terdahulunya, mengambil hal-hal positif dari negara yang di kunjungi, serta dapat menjadi duta wisata untuk mengenalkan daerah, adat budaya, serta potensi daerah Lampung kepada negara lain ataupun daerah lainya di Indonesia. "Saya juga berpesan kepada para siswa agar dapat menjaga nama baik Provinsi Lampung serta dapat mengambil manfaat dari program ini untuk diterapkan di Provinsi Lampung"
 
Sementara itu Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Lampung Catur Agus Dewanto menjelaskan, peserta Pertukaran Pelajar Antar Negara (PPAN) dari Provinsi Lampung terdiri dari 4 orang, dan akan dikirim mengikuti jadwal pemberangkatan yang dimulai tanggal 21 Juli -24 Agustus 2017 ke 4 Negara yakni Korea Selatan, India, Australia dan Kanada. 
 
Untuk Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara (KAKPN),Provinsi Lampung mengirimkan 3 peserta. Dalam KAKPN Tahun 2017 yang mengangkat tema "Sail Sabang" ini peserta akan diberangkatkan dari Jakarta untuk berlayar menuju Aceh Darussalam. 
 
Sedangkan, untuk Paskibraka Nasional, Provinsi Lampung mengirimkan 2 siswa-siswi berprestasi yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Utara dan akan di berangkatkan ke Jakarta tanggal 25 juli 2017".

Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo berharap para pelajar  mampu bersaing dengan memiliki kemampuan yang bertaraf internasional guna menghadapai persaingan global serta mengharumkan nama Provinsi Lampung baik di ajang nasional dan internasional. Demikian disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Adeham pada saat membuka Acara Seleksi Daerah ASEAN Skill Competition (ASC) XII Provinsi Lampung di Auditorium Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Bandar Lampung, Rabu (19/7/2017).

Adeham menjelaskan seleksi daerah kompetisi keterampilan ASEAN Skill Competition (ASC) bertujuan untuk memilih calon kompetitor yang akan mengikuti seleksi Nasional melalui kompetisi keterampilan di tingkat Provinsi dengan menggunakan materi dan standar yang mengacu pada test project/soal atau tuntutan kerja atau kinerja yang harus dilaksanakan oleh peserta kompetisi. “kita akan menyeleksi kompetitor muda yang berbakat dan memiliki kompetensi serta terbaik, diharapkan melalui ajang ini akan menghasilkan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan bertaraf internasional dan mampu membawa nama baik Provinsi Lampung ke tingkat nasional dan internasional.” kata Adeham.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan yang diwakili Penyelia Seleksi Daerah ASC KE-XII Rinto Sugito menjelaskan pada tahun 2016, Indonesia mampu menduduki peringkat II pada pelaksanaan ASC XI di Malaysia. “Indonesia mampu berhasil mendapatkan penghargaan pada semua kejuruan yang diikuti. Namun tentunya, Indonesia tetap menginginkan adanya peningkatan prestasi diberbagai ajang yang dilombakan.”ujarnya.

Ia menjelaskan dalam rangka meningkatkan prestasi Indonesia pada ajang ASC XII di Thailand, maka diadakan selekda di berbagai Provinsi dengan tujuan untuk mendapatkan calon kompetitor yang berkualitas.“Semoga pelaksanaan seleksi daerah diberbagai Provinsi mampu berjalan baik dan lancar. Untuk itu, penyelenggaraan selekda patut mendapatkan perhatian yang serius karena merupakan hal yang sangat penting dan strategis dalam rangka mendapatkan calon kompetitor yang unggul dan tangguh.”kata Rinto.

Rinto Sugito berharap selekda ASC XII mampu dimanfaatkan sebagai sarana untuk memotivasi para tenaga kerja muda untuk selalu berupaya dalam mengembangkan kompetensinya hingga mencapai standar internasional. “Semoga seleksi ASC XII dapat dijadikan sarana bagi Provinsi untuk mempromosikan kualitas dan kualifikasi tenaga kerjanya serta menjadi gambaran yang baik bagi investor untuk berpartisipasi di daerahnya”, harapnya

Ketua Yayasan Universitas Teknokrat Indonesia Mahatir Muhammad mengucapkan terimakasih karena UTI telah dipercaya Pemerintah Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Seleksi Daerah ASEAN Skill Competition (ASC) XII di Provinsi Lampung. "Diharapkan dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan motivasi peserta untuk mampu bersaing dalam hal keterampilan dan kemampuan, bukan hanya tingkat Nasional tetapi tingkat ASEAN. Untuk itu, perlunya dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Stakeholder terkait guna memajukan pendidikan di Provinsi Lampung, " jelasnya. 

Mahatir berharap para lulusan mampu termotivasi untuk terus mengasah diri, sehingga mampu bersaing dan berlomba serta meningkatkan kemampuan yang mampu mengharumkan nama Provinsi Lampung.

Adapun perlombaan yang dilombakan diantaranya Mobile Robotic, Design Grafis, Automobile Technology, Welding/Las listrik dan Electrical Instalasi. Setiap perlombaan diikuti oleh 10 peserta dengan rentang usia dibawah 21 tahun, peserta tersebut terdiri dari peserta didik dari BLK,  Mahasiswa UTI,  dan alumni SMA/SMK. Selanjutnya peserta yang lolos, akan dibawa ke Pusat untuk dilombakan dengan para juara dari daerah lain di Indonesia guna menentukan calon juara yang akan mewakili Indonesia di ASEAN Skill Competition (ASC) XII di Thailand tahun 2018.

BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Provinsi(Pemprov) Lampung membuka pendaftaran penerima Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bagi siswa SMA dan SMK negeri dari keluarga kurang mampu di Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Way Kanan. Pendaftaran berlangsung hingga 21 Juli melalui sekolah masing-masing.
 
Menurut Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo pada Tahun Anggaran 2017, Pemprov baru menyiapkan anggaran Bosda di empat daerah itu, karena kewenangan pengelolaan SMA dan SMK baru diserahkan dari kabupaten/kota ke provinsi. "Pemprov berkomitmen pada Tahun Anggaran 2018, penerima Bosda ditambah dan diperluas ke daerah lain," kata Gubernur, di Bandar Lampung, Senin (17/7/2017).
 
Bosda tersebut diberikan kepada siswa kelas X, XI, dan XII. Bagi siswa kelas XI dan XII, pekan lalu Pemprov Lampung telah mentranfer dana Rp31,6 miliar ke rekening masing-masing sekolah. Total dana yang dianggarkan untuk siswa kurang mampu, kata Gubernur, mencapai Rp35,6 miliar. 
 
"Bagi siswa kelas X yang belum mendapat Bosda, silakan mendaftar melalui sekolah-masing dan mulai Agustus 2017, dananya akan dikucurkan ke sekolah masing-masing. Tak perlu syarat pengantar lurah atau kepala desa, orang tua cukup mendaftar lewat tim yang ada di sekolah," kata Gubernur Ridho.
 
Tahap pendaftaran hingga pengucuran dana, menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Sulpakar, diawali dengan sosialisasi sejak hari pertama masuk sekolah. Sulpakar menyampaikan sosialisasi itu ketika memimpin upacara ribuan siswa di Kalianda, Lampung Selatan, Senin (17/7/2017).
 
"Kami menyiapkan formulir berisi pernyataan ikut program Bosda di masing-masing sekolah," kata Sulpakar. Setelah penutupan pendaftaran pada 21 Juli, tim beranggotakan sekolah dan unsur Dinas Pendidikan memverifikasi dan klarifikasi setiap permohonan ke rumah masing-masing siswa mulai 24-28 Juli.
 
Targetnya, pada 31 Juli seluruh verifikasi dan klarifikasi selesai dan pengumuman siswa penerima Bosda ditetapkan Agustus. "Jadi, mulai Agustus siswa kurang mampu ini dapat memanfaatkan Bosda tersebut," kata Sulpakar. 
 
Menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, di Bandar Lampung terdapat 62 SMA dan 61 SMK negeri dan swasta dengan total 50.559 siswa. Kuota BOSDA 2017 untuk SMA sebanyak 8.481 siswa dan SMK 9.357 siswa. Setiap siswa SMA dialokasikan mendapat Rp1,56 juta dan SMK Rp2,4 juta per tahun. Bantuan disalurkan dua kali yakni tiap semester, melalui rekening sekolah.
 
Di Lampung Barat sasaran Bosda meliputi 5.806 siswa SMA dan 3.238 siswa SMK. Bantuan untuk SMA Rp1 juta dan siswa SMK Rp1,1 juta. Kemudian, Lampung Utara, alokasi Bosda sebanyak 4.971 siswa SMA dan 17.480 siswa SMK. 
 

Sedangkan untuk Way Kanan, kuota Bosda untuk 3.862 siswa SMA dan 11.501 siswa SMK. Siswa SMA di tiga kabupaten itu mendapat Rp1 juta dan siswa SMK masing-masing Rp1,140 ribu per tahun. "Khusus SMA/SMK swasta di tiga kabupaten itu mendapat alokasi Bosda 30% dari total siswa," kata Sulpakar.

BANDAR LAMPUNG - Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Lampung mampu bersaing, bahkan lebih maju daripada perguruan tinggi negeri. "Ketika perguruan tinggi swasta maju, artinya pendidikan pun maju. Untuk itu program peningkatan pendidikan harus disusun dengan baik," kata Gubernur Ridho saat menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi), Wilayah II B Lampung periode 2017-2021, di BallRoom Hotel Emersia, Selasa (11/7/2017).
 
Gubernur Ridho berharap program Aptisi dapat bersinergi dengan Pemeritah Provinsi (Pemprov) Lampung sehingga dapat melahirkan sumber daya manusia berkualitas, unggul, dan berdaya saing. Gubernur berharap Aptisi dapat membawa perkembangan PTS ke arah lebih baik dan melahirkan sarjana berkualitas. 
 
Ketua Aptisi Provinsi Lampung, Firmansyah, mengatakan siap mendukung Pemprov Lampung dalam mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya memajukan pendidikan di Lampung. Aptisi mendorong Lampung sebagai destinasi pendidikan dan mendorong PTS peningkatan riset pariwisata Lampung. "Aptisi akan bersinergi dengan pemda baik provinsi maupun kabupaten dan kota untuk berkontribusi membentuk generasi cerdas," kata Firmansyah. 
 
Hal senada diungkapkan Ketua Pengurus Pusat Aptisi M. Budi Djatmiko. Dia berharap dukungan Pemprov lampung untuk kemajuan pendidikan di Lampung. Dia yakin PTS di Lampung akan berjaya dengan dukungan pemerintah. 
 

Sedangkan Koordinator Kopertis Wilayah II Slamat Widodo berpesan agar PTS dapat menjaga kekompakan interen perguruan tinggi dan jangan sampai terjadi konflik internal. Pada kesempatan itu juga dilantik Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) sebagai langkah pencegahan dini penyelahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa. Salah satu kegiatannya tes narkoba saat seleksi masuk perguruan tinggi.

Statistik Pengunjung

002998989
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
722
3806
23968
2952921
56402
112583
2998989

IP Anda: 54.91.203.233
Server Time: 2018-11-17 05:03:28

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]