Super User

Super User

Muaramedia.com, BANDAR LAMPUNG--Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Peovinsi Lampung atas inisiasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Dari 389 kabupaten/kota di Indonesia, seluruh kabupaten/kota di Lampung menginisiasi KLA.
 
Menurut Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin, dari 113 kabupaten/kota peraih penghargaan KLA Tingkat Pratama, tiga di antaranya dari Lampung yakni Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur. "Penghargaan ini menunjukkan komitmen untuk terus memenuhi hak anak," kata Lenny pada Fasilitasi Penguatan Gugus Tugas KLA Provinsi Lampung, di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, Rabu (14/11/2018).
 
Inisiasi itu antara lain pendidikan, kesehatan, penyediaan sarana, dan prasarana untuk anak. Predikat KLA sangat bergantung kepada kemauan daerah untuk menerapkan 24 indikator hingga ke akar rumput. “Membangun kota layak anak adalah kerja bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan media. Sehingga, dapat mengukur kemampuan kapan  mencapai predikat KLA,” kata Lenny.
 
Dia mendorong agar kabupaten/kota yang belum meraih penghargaan terus mengembangkan KLA. “Dimulai dari perencanaan program. Pastikan seluruh kegiatan organisasi perangkat daerah memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media. Ini harus terencana menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan. Agar target Indonesia Layak Anak (Idola) dapat tercapai pada 2030,” kata Lenny.
 
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Dewi Budi Utami, berharap agar seluruh daerah di Lampung menjadi KLA. “Sesuai deklarasi yang kita tandatangani dan diketahui Kementerian PPPA pada 17 Oktober 2017. Pada akhirnya, target kita mewujudkan Provinsi Layak Anak (Provila) di 2028 dapat tercapai,” kata Dewi Budi Utami.
 
Upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong KLA yaitu dengan meluncurkan program kegiatan yang memihak kepada hak dan kepentingan anak. Kebijakan itu tertuang dalam Perda Provinsi Lampung Nomor 4 tahun 2008 dan Peraturan Gubernur Lampung Nomor 35 Tahun 2013. 
 
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga meningkatkan fasilitas bagi anak berupa ruang terbuka hijau Enggal Elephant Park di Bandar Lampung. Kemudian, menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek menjadi rumah sakit ramah anak. Lalu, membangun gedung perpustakaan moderen yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti ballroom, sarana berbasis digital, kafe, dan bioskop Sanak Lampung di Museum Lampung.
Muaramedia.com, BANDAR LAMPUNG--Kapolri Jendral Tito Karnavian mengapresiasi Korps Brimob Polri yang berkontribusi nyata memberikan keamanan dan ketertiban masyarakat. Korps Brimob Polri membantu Polri dalam meningkatkan kepercayaan publik dengan memberikan kontribusi nyata terhadap Kamtibmas Indonesia. 
 
"Untuk itu, Korps Brimob Polri harus dapat lebih meningkatkan kontribusinya dalam menjaga Kamtibmas, sehingga mampu memberikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri," kata Tito Karnavian dalam sambutan yang dibacakan Kapolda Lampung IrjenPurwadi Arianto pada peringatan hari ulang tahun (HUT) Korps Brimob Polri Ke-73, di Mako Satbrimob Polda Lampung, Rawa Laut, Enggal, Bandar Lampung, Rabu (14/11/2018). Upacara turut dihadiri Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri, dan Forkopimda Provinsi Lampung. 
 
Kapolda Lampung menjelaskan Korps Brimob Polri memberikan kontribusi nyata seperti pengamanan Pilkada 2018, pengamanan Operasi Ketupat 2018, hingga Asean Games 2018 dan Asean Para Games 2018. Brimob juga bergerak cepat dalam memberikan bantuan di daerah yang terkena bencana alam, seperti di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah. Tak hanya itu, Brimob turut dalam operasi penegakan hukum seperti jaringan terorisme di Sulawesi Tengah dan Papua. 
 
Dalam meraih kepercayaan publik terhadap Polri, Kapolda Purwadi, Polri memiliki program promoter dengan tiga kebijakan utama yaitu kebijakan kinerja, profesionalisme penegakan hukum, dan pemeliharaan Kamtibmas secara optimal. "Implementasi terus dilakukan optimal, termasuk Korps Brimob Polri dalam menjaga kamtibmas," jelasnya. 
 
Kapolda Purwadi menjelaskan Korps Brimob Polri harus siap melaksanakan kegiatan Kamtibmas 2018 dan 2019. "Seluruh agenda nasional ke depan harus berjalan aman, lancar. dan damai. Seperti Operasion Lilin 2018 dan Pemilu 2019. Untuk itu, Brimob harus turut memberikan kontribusi nyata dalam memberikan kamtibmas Indonesia," ujarnya. 
 
Komandan Satuan Brimobda Lampung Kombes Donyar Kusumadji, menuturkan syukuran ini merupakan sebuah refleksi kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Semoga Korps Brimob Polri dapat terus berkembang menjadi organisasi moderen dan terpercaya di tengah masyarakat, serta mampu melaksanakan agenda Kamtibmas 2018 dan 2019. Karena sejak Negara ini lahir, korps Brimob Polri telah turut menjaga dan terus mengabdi untuk NKRI," jelasnya. 
 
Pada peringatan tersebut, Gubernur M. Ridho Ficardo mendampingi Kapolda Lampung dan Dansat Brimopda Lampung memotong tumpeng syukuran serta memberikannya kepada anggota satuan Brimob tertua dan termuda. Selain itu, pada kesempatan tersebut digelar pertunjukan tari kreasi, atraksi Korps Brimob Polri, dan penyerahan hadiah lomba HUT ke-73 Korps Brimob Polri.
Muaramedia.com, PRINGSEWU - Memeriahkan HUT Korpri ke-47, dan HUT Dharma Wanita Persatuan,  Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Pringsewu dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pringsewu menggelar berbagai lomba, diantaranya Peragaan Busana Pakaian Dinas, Peragaan Busana Dharma Wanita, Paduan Suara, Pengucapan Panca Prasetya Korpri dan Pembukaan UUD 1945, futsal dan badminton.
 
Bupati Pringsewu H.Sujadi yang diwakili Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Pemerintahan H.Dudi Mashardi dalam sambutannya saat membuka kegiatan lomba di hari pertama yang diawali dengan lomba peragaan busana pakaian dinas ASN dan busana Dharma Wanita di Pendopo  Pringsewu, Selasa (13/11)
 
"sangat mendukung dan menyambut gembira diadakannya kegiatan lomba yang diikuti aparatur sipil negara dari seluruh OPD dan kecamatan se Kabupaten Pringsewu,"Tuturnya.
 
"Selain dapat meningkatkan jalinan silaturahim diantara sesama aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu,  melalui kegiatan lomba tersebut  juga dapat memberikan contoh pemakaian pakaian dinas berikut atribut maupun busana Dharma Wanita yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang ada ," Ujarnya.
 
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pringsewu Ny.Nurhayati Budiman, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu Drs.Sunargianto, Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Pringsewu Rudito, serta pengurus dan anggota DWP Kabupaten Pringsewu.
 
Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian dewan juri, yang berhasil menjadi juara pada kedua lomba tersebut, untuk lomba peragaan busana pakaian dinas, untuk Putra, juara pertama adalah peserta No.42 (BKPSDM), juara kedua peserta No.18 (Dishub), juara ketiga peserta No.50 (Dinas Lingkungan Hidup).
Kemudian untuk Putri, juara pertama adalah peserta No.43 (UPT Disdikbud Gadingrejo), juara kedua peserta No.05 (Sekretariat Korpri), dan juara ketiga peserta No.17 (UPT Disdikbud Pringsewu). 
 
Sedangkan untuk lomba busana Dharma Wanita, sebagai juara pertama peserta No.8, juara kedua peserta No.28, serta juara ketiga peserta No.?
Selanjutnya, untuk juara Harapan pertama diraih peserta No.10, harapan kedua diraih peserta No.14, dan harapan ketiga diraih peserta No.10.
Muaramedia.com, PRINGSEWU - Polsek Sukoharjo Polres Tanggamus mengamankan 3 remaja pelaku pencabulan dan persetubuhan terhadap korbannya FA (14) warga Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah.
 
Ketiga pelaku berinisial IR (17), HS (17) dan BA (17) seluruhnya beralamat di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu.
 
Mirisnya, selama 3 hari korban disekap dirumah yang ditempati HS, setidaknya 10 kali dalam ancaman korban dipaksa melayani nafsu bejat para pelaku yaitu IR sebanyak 5 kali, HS sebanyak 4 kali dan BA sebanyak 1 kali.
 
Atas kejadian tersebut korban mengalami trauma yang mendalam, beruntung korban diantarkan pulang ke rumahnya di Kalirejo Lamteng oleh pelaku HS pada Minggu (11/11) sekitar pukul 03.00 Wib, sehingga bisa menceritakan peristiwa yang di alaminya kepada ibunya.
 
Kapolsek Sukoharjo Iptu Deddy Wahyudi, SH mengatakan, ketika pelaku diamankan berdasarkan laporan NI (41) warga Kalirejo Lamteng selaku ibu korban kemarin Senin (12/11/18) pagi.
 
"Berdasarkan laporan tersebut, ketiga pelaku berhasil diamankan kemarin Senin (12/11) siang di Basecame para pelaku di Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu," kata Iptu Deddy Wahyudi mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si, Selasa (13/11) pagi.
 
Iptu Deddy Wahyudi menjelaskan, berdasarkan kejadian bermula pada Kamis (8/11) pagi, anaknya dijemput di kediamannya oleh pelaku I, yang mana saat itu I berpamitan membawa anaknya jalan-jalan ke Pringsewu menggunakan sepeda motor. Akan tetapi pelaku 'IR' membawa anak korban kerumah HS di Kecamatan Adiluwih, yang pada saat itu dalam keadaan kosong. Dan disitulah awal pelaku dicabuli para pelaku.
 
"Usai menerima laporan tersebut kami berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan mengantarkan korban melakukan visum di RSUD Pringsewu dan segera mengamankan ketiga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," jelas Kapolsek yang baru menjabat sekitar 3 hari tersebut.
 
Lanjutnya, dalam melancarkan aksinya IR memaksa korban dengan membungkam mulutnya dan memegang tangan korban dan menyetubuhi korban. Sehingga korban hanya bisa pasrah dirudapaksa pelaku IR.
 
"Namun tidak sampai disitu, pada hari yang sama ketika HS pulang, juga memaksa korban melakukan pencabulan bahkan disaksikan pelaku IR. Dari situlah korban mulai disekap dan mengalami pencabulan berkali-kali, bahkan sebelum diantar pulang pelaku BA yang datang ketempat itu juga sekali mencabuli korban," terangnya.
 
Kesempatan itu juga, Iptu Deddy Wahyudi menghimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan prilakunya anak-anaknya dalam kehidupan sehari-sehari sehingga tidak terjerumus ke hal yang negatif.
 
"Mari bersama-sama memperhatikan anak-anak kita, kalo sudah terjerumus baik menjadi korban maupun pelaku kejahatan tentu kita juga yang merugi," himbaunya.
 
Saat ini para pelaku berikut sejumlah barang bukti diamankan di Polsek Sukoharjo guna proses penyidikan lebih lanjut. "Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para dijerat pasal 76 D Jo pasal 81 ayat (1) dan atau pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 76 E Jo pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang ancaman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.
 
Sementara itu, NI sungguh tidak menyangka anaknya telah dicabuli para pelaku, sebab saat menjemput dirumahnya IR berpamitan untuk jalan.
 
"Sedih mas, saya tidak menyangka anak saya dibuat seperti itu. Setelah anak saya memberitahukan kejadian ini, maka saya langsung melapor guna mendapatkan keadilan," kata ibu yang sehari-hari berprofesi tani tersebut saat membuat laporan di Polsek Sukoharjo.
Page 1 of 581

Statistik Pengunjung

002992019
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1233
4285
16998
2952921
49432
112583
2992019

IP Anda: 54.235.48.106
Server Time: 2018-11-15 07:53:26

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]