Seputar Pringsewu

Seputar Pringsewu (928)

Pringsewu - Sebagai upaya untuk meningkatkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat, warga Pekon Sukoharum, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu menggelar Pasar Pring (Pasar Bambu). Uniknya, sekaligus disesuaikan dengan namanya, pasar tradisional yang menjual berbagai produk jajanan tradisional khas perdesaan ini berlokasi di bawah pepohonan bambu.
 
Pasar Pring yang baru saja operasional ini, Ahad (23/9) kemarin dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi dihadiri jajaran pemerintah kabupaten serta kecamatan dan pekon setempat.
 
Wakil Bupati Pringsewu Dr.Hi.Fauzi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kreativitas masyarakat Pekon Sukoharum yang membuka Pasar Pring, yang bukan saja sebagai sarana pemberdayaan ekonomi, namun juga menjadi wahana silaturahmi antarwarga, untuk saling berdiskusi dan sharing pengalaman dan wawasan serta gagasan terkait pembangunan pekon.
 
"Di sisi lain kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan asli pekon setempat, serta menjadi daya tarik pariwisata daerah,"ujarnya.
 
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pringsewu beserta elemen lainnya, termasuk pemerintah Pekon dan TP-PKK pekon beserta komunitas masyarakat peduli pekon sangat mendukung adanya Pasar Pring yang dibuka setiap Ahad pagi dari pukul 06.30 hingga selesai.
 

Selain membuka Pasar Pring, Wabup Pringsewu pada kesempatan tersebut juga mengikuti kegiatan senam pagi bersama masyarakat di lapangan Pekon Sukoharum, Kecamatan Adiluwih.

Muaramedia.com, PRINGSEWU - Dalam rangka merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H, Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu menggelar pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk di halaman kantor kelurahan setempat, Jumat (21/9) malam.
 
Wayang kulit yang juga digelar  dalam rangka bersih desa, dengan Ki Dalang Hadi Suyatno dari Pekon Wargomulyo Kecamatan Pardasuka dengan lakon 'Ontoseno Gugat' ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi bersama sejumlah pejabat Pemkab Pringsewu, Camat Pringsewu dan Lurah Pajaresuk, serta masyarakat setempat.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Pringsewu juga menyerahkan santunan untuk 42 anak yatim dan 72 kaum dhuafa, serta penyerahan wayang secara simbolis kepada ki dalang, sekaligus prosesi potong tumpeng.
 
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi dalam kata sambutannya berharap dengan digelarnya acara tersebut bisa menjadi sarana untuk lebih menjalin keakraban, meningkatkan persatuan dan kesatuan diantara sesama masyarakat, yang merupakan salah satu modal dasar untuk membangun Kabupaten Pringsewu.
 
"Tradisi  bersih desa ini juga memiliki dimensi yang leblh luas lagi, karena berkaitan erat dengan dimensi sosial dalam suatu desa atau kelurahan, serta s‎ebagai ritual yang merupakan warisan dari nilai-nilai luhur budaya bangsa,"Ujarnya. 
 
Sebelumnya, Wabup Pringsewu juga menghadiri acara yang sama yang digelar di sejumlah pekon dan kelurahan lainnnya di Pringsewu.
 
Area lampiran
PRINGSEWU - Polres Tanggamus terus mensosialisasikan peraturan lalu lintas di wilayah hukumnya. Bahkan hari ini, Jumat (21/9/18) melalui program Police Goes To Campus Kanit Dikyasa Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Bripka Yuliansyah Idrus, A.Md menyampaikan sosialisasi secara langsung di Akbid Alifa Pringsewu.
 
Dikatakan Kasat Lantas AKP Dade Suhaeri, S.Kom sosialisasi dilaksanakan dengan materi UU No 22 Tahun 2009 serta Penanganan Korban Kecelakaan.
 
"Tujuannya agar mahasiswa dapat mengimplementasikan UU No 22 tahun 2009 dalam aktifitas di jalan raya, juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan R2 maupun R4," kata AKP Dade Suhaeri mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si usai kegiatan.
 
Selain itu lanjut AKP Dade Suhaeri, diharapkan dapat menumbuhkembangkan sifat sadar hukum agar selalu patuh kepada peraturan lalu lintas. Dan Mahasiswa dapat menjembatani peraturan kepada masyarakat tentang penanganan korban laka lantas maupun penyidikan laka lantas. 
 
"Kegiatan dilaksanakan pukul 09.00 Wib hingga pukul 11.00 Wib tersebut dihadiri sekitar 50 Mahasiswi Akbid Alifa," tandasnya.
 
Sementara itu seorang mahasiswi, Nia mengaku berterima kasih atas sosialisasi yang diberikan Polres Tanggamus. Karena menurut gadis cantik itu, kegiatan sangat bagus. 
 

"Terima kasih, kegiatan sangat bermanfaat sehingga menambah wawasan kami mahasiswa Akbid Alifa khususnya saya sendiri," tuturnya.

Muaramedia.com, PRINGSEWU - Setelah digelar selama 3 hari sejak dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Pringsewu Achmad A. Siregar di lapangan Pendopo Kabupaten Pringsewu, Selasa (18/9) lalu, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korpri Kabupaten Pringsewu ke-4 tahun 2018 di buka, Kamis (20/9) secara resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Budiman. 
 
Turut menghadiri penutupan MTQ, para kepala OPD di lingkup pemkab setempat.
 
MTQ yang diikuti qori dan qoriah dari seluruh organisasi perangkat daerah hingga kecamatan dan kantor pekon se Bumi Jejama Secancanan ini mempertandingkan cabang tilawah, tahfidz, dan tahrtil Qur'an.
 
Sebagai juara umum MTQ Korpri Kabupaten Pringsewu ke-4 tahun 2018 adalah Kantor Kecamatan Pringsewu, disusul peringkat ke-2 Kecamatan Pardasuka, serta peringkat ke-3 yakni Kecamatan Adiluwih.
 
Kemudian peringkat ke-4 adalah Kantor Pekon Tulungagung, peringkat ke-5 Pekon Wargomulyo, ke-6 Kecamatan Sukoharjo, ke-7 Pekon Sukamulya, peringkat ke-8 Pekon Wates Timur, ke-9 Pekon Kamilin, serta peringkat ke-10 yaitu Pekon Banyumas.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Budiman dalam sambutannya saat menutup kegiatan tersebut mengucapkan selamat kepada para juara. 
 
Sekda berharap para pemenang tidak terlampau larut dalam kegembiraan, sementara bagi yang belum berhasi, diminta tidak patah semangat tetapi justru menjadikan ketidakberhasilan  tersebut sebagai pemacu untuk lebih giat lagi dalam berlatih.
 
"Yang terlebih penting, bagaimana kita dapat mengaplikasikan  nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai aparatur sipil negara,"ujarnya.
Muaramedia.com, Pringsewu -- Dua orang buruh proyek islamic centre pringsewu terjatuh saat pasang falpon grc, satu orang meninggal ditempat sementara yang satunya lagi masih dalam perawatan,Kamis (20/9) di tempat kejadian
 
Keduanya saat berada di UGD RSUD Pringsewu wartawan kami ingin meminta keterangan dengan pegawai rumah sakit, semua pegawai belum bisa memberi keterangan.
 
Terpisah saat wartawan kami mewawancarai kepala tukang islamic center Sarno mengatakan,
Tidak diketahui  penyebab pastinya, keduanya terjatuh karena kami tidak ada di tempat.
 
"Saya tidak ada di tempat mas jadi gak bisa banyak bicara, kedua buruh itu berasal dari banjar negara provinsi Jawa tenggah,"kata sarno kepala tukang islamic center.
 
Salah satu penjual rumah makan yang ada di islamic center yang namanya tidak mau di publikasikan mengatakan,kedua buruh tersebut sering makan di sini.
 
"Nama panggilan kedua buruh itu  Endri dan satunya lagi Edi mas,"ujar pedagang tersebut.
 
 
Saat wartawan ingin konfirmasi ke pengawas tenaga islamic center, semuanya tidak bisa di konfirmasi terkesan menutupi kejadian tersebut.
 
Lain halnya saat pemeriksaan dari polsek pringsewu kota atas peristiwa tersebut, selain mendatangi TKP, tindakan kepolisian Polsek Pringsewu juga memasang police line, memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti.
 
Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Eko Nugroho, SIK. mengatakan kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wib, mengakibatkan seorang pekerja meninggal dunia dan seorang lagi dalam perawatan di RSU Abdul Muluk Bandar Lampung.
 
"jatuhnya 2 orang pekerja dari atas scafbuilding saat pemasangan plafon GRC di Proyek Pembangunan Masjid Islamic Center di Pekon Fajar Agung Barat mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia," ungkap Kompol Eko Nugroho mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si.
 
Identitas korban meninggal dunia, lanjut Kompol Eko Nugroho yaitu Endrianto (19) alamat Desa Jalatunda Rt 2 Rw 5 Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjar Negara Jawa Tengah. 
 
"Untuk korban yang masih dalam perawatan beridentitas Edi (23) alamat Banjarnegara Jawa Tengah," ujarnya.
 
Kompol Eko Nugroho menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi-saksi peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 Wib, kedua korban sedang mengerjakan pengelasan tulang plafon GRC dikubah atas dibagian dalam bangunan masjid islamic Center. 
 
Kemudian kedua korban berpindah pijakan skafbuilding (perancah), pada saat memindahkan balok untuk berpindah pijakan skafbuilding korban masih memakai safety belt, ketika 2 balok sudah dipindahkan ke skafbuilding, kedua korban hendak berpindah keatas balok 2 dengan melepas body harnes (pelindung diri) yang dipakainya.
 
"namun sebelum sempat berpindah dan menaikan balok ke 3, balok tempat korban berpijak patah dan mengakibatkan kedua korban terjatuh dari ketinggian sekitar 7-8 meter," tandasnya. 
 
Sampai berita ini di turunkan tidak satupun pengawas buruh islamic center yang bisa di konfirmasi, terkesan menutupi kejadian tersebut.
Muaramedia.com, PRINGSEWU - Guna Menciptakan Pemilu Aman, Damai dan Sejuk tahun 2019, Koalisi Pendukung Capres dan Pengurus Parpol Kabupaten Pringsewu menggelar Deklarasi Damai di Aula kolam renan paris kelurahan Fajaresuk Pringsewu, Rabu (19/9) sore.
 
Deklarasi dipimpin ketua team sukses pasangan Capres di Kabupaten Pringsewu yaitu koalisi Jokowi - Ma'ruf diwakili Sagang Nainggolan, koalisi Prabowo - Sandiaga Uno diwakili Nazarudin. Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si hadir bersama Wakil Bupati Pringsewu dan Forkopimda serta sejumlah tokoh di kabupaten setempat.
 
Dalam sambutannya Kapolres AKBP I Made Rasma mengatakan selaku penanggungjawab keamanan yang akan mengawal seluruh rangkaian dan tahapan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019 berharap seluruh kepada seluruh pihak dan elemen yang akan berkonstelasi agar saling menghormati dan mengutamakan persatuan kesatuan walaupun semua bersaing untuk memperoleh dukungan dan suara guna menjadi pemenang.
 
"Harapan kami agar selalu dan senantiasa memperhatikan faktor yang sudah diwariskan oleh leluhur kita yaitu kekeluargaan, gotong royong dan tenggang rasa," tutur AKBP I Made Rasma.
 
Kapolres juga berharap dalam penyelenggaraan Pileg dan Pilpres 2019 dapat menjadi momentum mengedukasi masyarakat guna berperan aktif mengikuti Pemilu 2019.
 
"Penyelenggaraan ini dapat dimanfaatkan oleh para konstituen untuk menjadi ajang dalam mengedukasi masyarakat guna meningkatkan partisipasi masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk datang dan memilih saat hari pemungutan suara. Tentunya harus dikerjakan bersama-sama untuk kabupaten Pringsewu yang maju dan makmur," tandasnya.
 
Senada dengan Kapolres, Wakil Bupati Hi. Fauzi juga berharap dalam pemilihan legislatif dan Pilpres 2019 dapat berjalan dengan aman dan kondusif. "Kepada seluruh partai, mari bersama-sama untuk tetap menciptakan dan mengajak seluruh warga Kabupaten Pringsewu untuk situasi kondusif," harap Hi. Fauzi
 
Hal itu, sambung Hi. Fauzi tentunya dapat dikerjakan bersama-sama warga masyarakat yang bertanggung jawab dalam ajang pesta demokrasi tersebut. "Semoga ajang pemilu legislatif dan Pilpres dapat menjadi Pemilu yang terbaik dari seluruh indonesia terutama di provinsi lampung," tegasnya.
 

Usai sambutan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi damai dan penandatanganan deklarasi bersama disaksikan Forkopimda, para tokoh dan peserta yang hadir ditempat tersebut.

Muaramedia.com, Pringsewu -- pemeriksaan kasus Pekon Sinarmulya Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu masih terus bergulir lagi, kali ini mantan Seketaris Desa (Sekdes) Kurniawan dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Ridwan selaku Kaur pembangunan kembali diperiksa oleh tim Pidsus Kejaksaan Negeri Pringsewu.
 
Hasil pantauan awak media dikantor Kejari Pringsewu, Rabu (19/09/2018) nampak TPK dan Mantan Sekdes masih dilakukan pemeriksaan diruang berbeda, pemeriksaan yang dimulai dari pukul 10.00wib sampai 16.00 sore harinya.
 
Kasi Intel Kejari Pringsewu, Bayu Wibiyanto,SH.MH, saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi Pekon Sinarmulya masih tahap penyelidikan oleh Tim pidana khusus dan sampai saat ini pun masih terus dilakukan pemeriksaan secara khusus.
 
"Kasus Pekon Sinarmulya masih tahap penyelidikan, hari ini masih dilakukan pemeriksaan 2 orang," ucapnya.
 
Sementara Kurniawan mantan Sekdes seusai pemeriksaan dikejari saat dikinfirmasi media mengatakan memang benar dirinya diperiksa yang menajalani pemeriksaan selama sehari ini, bahkan Kurniawan mengaku saat ini dirinya adalah masyarakat biasa karena dirinya sudah mengundurkan diri dari Sekdes tahun ini, namun karena tahun 2017 lalu dirinya sebagai aparat pekon dan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dana ADD dan ADP maka dirinya diperiksa oleh kejaksaan.
 
"Saya sekarang masyarakat biasa namun karena tahun lalu saya aparat pekon dan terlibat dalam kegiatan dana ADD dan ADP maka wajar saya diperiksa juga," katanya.
Pringsewu,Santer info beredar di Pemkab Pringsewu jika Inspektorat Kabupaten Pringsewu periksa 60 orang tenaga honorer karena Perintah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  dimana para honorer yang merangkap sebagai pengawal pribadi (Walpri) Bupati dan wakil bupati memiliki SK ganda dan menerima gaji duoble karena selain menerima gaji sebagai walpri Rp.1,8juta perbulan namun juga mereka merangkap sebagai honorer kebersihan atau cleaning service Pemkab Pringsewu, sopir, juga Pol PP.
 
Inspektur Kabupaten Pringsewu Endang Budiayati saat dikonfirmasi media via ponsel pada selasa (18-09-2018), enggan menanggapi kaitan pemeriksaa  honorer itu perintah KPK, namun dia membenarkan ada pemeriksaan pada honorer tersebut, namun dia menanggapi pemeriksaan itu karena ada laporan saja.
 
"Saya belum tahu berapa banyak yang diperiksa karena pemeriksaan masih berjalan, pemeriksaan karena ada laporan," kata dia.
 
Sementara pantauan media dikantor Inspektorat sangat ramai honorer yang diperiksa, mulai anggota Pol PP, supir Bupati dan honorer pada beberapa satker, tampak bergantian masuk ruangan staf dan irban diperiksa.

 

Salah satu dari honorer yang di periksa inspektorat yang minta namanya dirahasiakan mengatakan merasa aneh karena dia tidak pernah menerima gaji double bahkan tidak tahu jika berkerja sebagai walpri, entah siapa oknum yang telah mencatut nama mereka.
 
Menurutnya juga harus terungkap siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini artinya karena selama enam tahun ini nama-nama tenaga honorer selalu berubah setiap tahunnya artinya jelas ada permainan oknum yang sengaja berbuat ini, mungkin tujuannya mencari keuntungan sendiri.

Bahkan dia mengatakan sudah banyak para pejabat pemkab yang diperiksa KPK, bahkan informasinya para mantan kabag umum sudah diperiksa, bahkan Inspektur dan sekda juga sudah diperiksa KPK, namun tak pasti dimana tempatnya dan waktu diperiksanya

 

Muaramedia.com, PRINGSEWU - Empat Penjabat Kepala Pekon di tiga kecamatan dilantik oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi di Balai Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Selasa (18/9).
 
 Keempat Pj Kapekon tersebut adalah Tb Candra (Pj Kapekon Pardasuka Selatan, Kecamatan Pardasuka), lndra M.A.S (Pj Kapekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa), Leksono (Pj Kapekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa), serta Dedi S.Kusumah (Pj Kapekon Tanjungdalom, Kecamatan Pagelaran). 
 
Masing-masing Pj Kapekon tersebut menggantikan para Kapekon sebelumnya yang sudah habis masa jabatannya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua TP PKK Pringsewu Ny.Rita Fauzi, para pejabat pemerintah kabupaten dan muspida Pringsewu.
 
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan tugas dan kewenangan Penjabat Kepala Pekon itu sama dengan Kepala Pekon Definitif, sebagaimana tertuang dalam Pasal 58 Ayat (2) PP No.43 Tahun 2014, bahwa Penjabat Kepala Desa melaksanakan tugas, wewenang, dan kewajiban serta memperoleh hak yang sama dengan Kepala Desa.
 
Yang lebih penting, kata Fauzi, salah satu tugas utama  Penjabat Kepala Pekon, adalah mempersiapkan, memfasilitasi, selaligus melaksanakan Pemilihan Kepala Pekon Definitif, disamping harus mampu menjadi pelayan yang baik bagi seluruh warga, dan betul-betul bisa menjadi seorang pamong, yang mengayomi dan melayani seluruh warga secara adil.
Muaramedia.com, Pringsewu -- Dalam menjalankan kegiatan pengadaan barang dan jasa dibagian perlengkapan Pemkab Pringsewu Waskito kocok bekem, bagaimana tidak selain sebagai Kabag Perlengkapan dia yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), melekat pada jabatan Kabag dia sebagai Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) bahkan dia merangkap menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) selama tujuh bulan ini di tahun 2018.
 
Secara tekhnis dalam menjalankan kegiatan pengadaan barang dan jasa, selaku PPK dalam kegiatan wajib berkoordinasi dengan KPA, namun karena semua tugas ini dipegang oleh Waskito semua artinya Waskito melaporkan pekerjaan pada dirinya sendiri atau tidak ada koordinasinya, tidak ada pengawasannya, belum lagi kepala ULP juga dia yang pegang maka terang sudah semua bisa diatur dia semaunya jelas ini tidak benar ada indikasi KKN.
 
Hal ini dikatakan Seorang tokoh masyarakat pringsewu yang enggan disebutkan namanya karena menurutnya apa yang dikatakan Sekdakab Pringsewu pada pemberitaan sebelumnya jika Waskito selaku PPK tidak ada honornya kecuali sebagai KPA dia ada honornya, ini jelas aneh.Selasa(18/9) di tempat.
 
Ada apa gerangan Waskito mau menjadi PPK jika tidak yang dia dapatkan dari tugas tambahan dia itu.
 
Sumber juga menabahkan jika semuanya mulai dari Kepala ULP dia, KPA juga dia, PPK juga dia ini sudah tidak dibenarkan,"apakah sebagai fakar hukum waskito tidak tahu atau sengaja melanggar karena serakah, hal ini perlu diperiksa oleh aparat terkait seperti kesalahan administrasinya oleh Inspektorat namun disitu ada dugaan kerugian negaranya ini sudah bagian dari Aparat Penegak Hukum (APH) yang menangani," kata sumber.
 
Pada pemberitaan sebelumnya Sekdakab Pringsewu A.Budiman.PM.MM. mengakui keteledoran terbitnya SK atas nama Waskito selaku kepala ULP yang merangkap menjadi PPK, namun secara umum sekda tidak memperhatikan kesalahan yang terjadi dengan larangan aturan tersebut.
 
Bahkan menurut Sekda juga selaku PPK pada kegiatan yang ada Waskito tidak ada honornya, yang ada honor pengguna anggarannya, maka sebetulnya sekda merasa heran juga kenapa Waskito mau menjadi PPK.
 
Beberapa Kabag sebelum Waskito, tidak ada yang mau menjadi PPK karena jelas melanggar aturan,"yang mengherankan kenapa Waskito mau menjadi PPK padahal dia juga tahu itu menabrak aturan dan salah," kata Sekda.
Page 7 of 67

Statistik Pengunjung

002991864
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1078
4285
16843
2952921
49277
112583
2991864

IP Anda: 54.235.48.106
Server Time: 2018-11-15 06:51:17

Default Theme
Layout Direction
Body
Background Color [r]
Text color [r]
Top
Top Background Image
Background Color [r]
Text color [r]
Bottom
Bottom Background Image
Background Color [r]
Text color [r]