Fungsi Menguap Bagi Manusia

Posted on 3 views

Menguap bukan hanya sekadar kode alam bahwa kondisi otak sedang capek dan bosan sehingga menjadi ngantuk. Banyak alasan mengapa manusia harus menguap. Kadang seseorang menguap juga tanpa alasan yang pasti.

Misalnya, ketika ada orang di sekitar yang menguap seketika itu pula kalian akan “terhipnotis” untuk ikut-ikutan menguap. Peristiwa itu menandakan bahwa kalian berempati pada orang yang menguap tersebut sehingga ikut terbawa suasana.

Secara biologis, piskologis, sosiologis, dan kacamata ilmu kesehatan banyak teori yang mengungkap tentang alasan manusia menguap. Salah satunya adalah karena otak membutuhkan oksigen sehingga harus didapat segera melalui proses menguap. 

Alhasil, menurut teori di atas proses menguap bukanlah mengeluarkan udara. Sebaliknya menguap adalah menyedot udara secara cepat melalui mulut dan telinga. Selain menyedot ada bagian sedikit udara yang ternyata dalam waktu yang sama juga dikeluarkan.

Sedang teori lain, menyatakan bahwa menguap bukan karena otak butuh oksigen ekstra. Fungsi menguap bagi manusia adalah untuk membuka rongga eustachius. Yakni, ruang yang menghubungkan telinga bagian belakang tenggorokan ke bagian tengah. Ia bertugas mengatur tekanan udara di telinga bagian tengah. 

Selanjutnya, sebuah penelitian menemukan bahwa menguap membantu otak dalam mempertahankan suhu normalnya. Itu sebagai mekanisme otak dalam melakukan pendinginan diri sendiri agar tidak panas. Dengan kata lain menguap merupakan proses “refresh” otak agar otak bisa tetap fokus atau berkonsentrasi.

Pendinginan otak melalui menguap dilakukan bisa saja karena untuk menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Misalnya suhu di sekitar dingin sedang suhu tubuh dan otak lebih panas maka dengan menguaplah suhu otak jadi ikut dingin. Oleh sebab itu, wajar saat musim dingin atau saat di ruang ber-AC seseorang lebih mudah menguap.

Ilustrasi manusia menguap (sumber gambar)

Tidak hanya terkait otak. Ternyata fungsi menguap juga bisa meredakan ketidaknyamanan kuping. Telinga terasa “tersumbat” karena setelah mengalami perbedaan suhu dan tinggi cukup signifikan. Misalnya setelah naik pesawat, gunung, atau lift. Dengan menguap itulah kuping bisa “terbuka” lagi sehingga bisa berfungsi secara normal.

Dengan demikian, menguap adalah proses alami tubuh yang tak perlu ditahan. Namun, dalam situasi tertentu menguap merupakan tindakan yang tak sopan. Alhasil, mau tidak mau kalian harus mampu menahannya. Agar tak menguap beberapa cara yang dapat diambil ialah dengan mengambil nafas dalam-dalam, meregangkan tubuh (rileksasi), dan mengonsumsi air atau makanan dingin.