Inilah 3 Ciri-ciri Dagangan Kuliner yang Direkomendasikan

Posted on 1 views

Bagi kalian yang sudah punya langganan restoran, rumah makan, atau warung makan tak akan terlalu ribet untuk pilih-pilih lokasi isi perut atau bahkan untuk berwisata kuliner. Namun, bagi kalian yang sedang di luar kota atau saat warung kesayangan sedang tutup akan sedikit kerepotan untuk cari SPBM alternatif. Apa itu SPBM? yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Manusia he he he…

Sebenarnya untuk menilai kualitas dan kuantitas pedagang makanan bisa dilihat secara sekilas. Yakni, pada pandangan pertama sebelum kalian memutuskan masuk atau tidak ke dalamnya. Serta ada faktor lain yang konon sangat berpengaruh dalam menentukan. Yakni, faktor non teknis yang berupa adanya pengaruh gaib atau penglaris (sihir) yang mampu “menarik” calon pelanggan terus kembali datang.

Ilustrasi food court yang ramai (sumber gambar)

Kali ini kita hanya membahas terkait faktor teknisnya saja. Untuk ciri-ciri non teknis pedagang warung yang recommended untuk dibeli akan dibahas lain waktu. Langsung saja berikut ini ciri-ciri dagangan kuliner yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi:
1. Ramai pengunjung

Ciri pertama ini dapat dilihat pada pandangan pertama saat kalian sedang mensurvei lokasi penjual makanan yang tepat. Biasanya restoran yang ramai adalah restoran yang enak. Setidaknya restoran yang harganya murah. Bahkan bisa jadi kombinasi keduanya. Berharga terjangkau dan rasanya lezat. Sayangnya seringkali kalian terpaksa harus antri dulu untuk dapat menyantap menu masakan yang dipesan.
Tak hanya antri, kalian kadang juga harus rela berjubel atau berdesakan ria dengan pelanggan lain. Baik itu saat antri maupun saat asyik duduk menikmati makanan. Penjual makanan yang ramai pembeli seharusnya punya pekerja yang selalu sigap melayani kebutuhan pelanggan. Dengan itu pembeli tidak akan terlalu menganggur lama hingga berlumut karena menunggu hidangan disuguhkan.

Perlu dijadikan catatan bahwa warung, tempat makan, atau restoran yang tidak ramai bukan berarti tak berkualitas. Kadang momentumnya yang tidak pas. Bisa jadi jam ramai restoran tersebut hanya jam-jam tertentu. Sebaliknya, belum tentu juga warung yang ramai itu adalah tempat makan yang sempurna. Sebab bisa jadi pembeli berbondong datang hanya karena “mengincar” murahnya harga saja. Serta ada faktor “non teknis” yang sudah disinggung sebelumnya.

2. Kebersihan luar hingga dalam terjaga

Siapa sih penikmat  kuliner yang tak suka kebersihan. Bakal berkurang selera makan bila masih di tempat parkir saja sudah ditemui banyak sampah menumpuk maupun berserakan. Begitu pula bila tembok warung makan ternyata kusam dan dipenuhi coretan tanpa bernilai seni. Belum lagi soal kebersihan peralatan makan dan masak seperti piring, sendok, gelas, dan semacamnya. Pastikan bahwa tempat cuci piring maupun cuci tangan pelanggan benar-benar terjaga kebersihannya.
Kebersihan toilet juga sangat menentukan apakah rumah makan masuk kriteria recommended atau tidak. Toilet yang kinclong, tidak lembab, dan tidak licin sehingga ramah anak dan ramah orang lanjut usia sangat diperlukan. Selain itu kondisi dan fasilitas di dalam kamar mandi harus dipastikan dalam keadaan normal. Misalnya seperti tisu, air, kunci pintu, tempat sampah, dan lain-lain harus dipastikan tersedia banyak sehingga dalam kondisi siap pakai.
3. Pelayanan yang prima

Penjual atau pekerja yang ikut membantu menjual dagangan harus benar-benar tahu secara detail terkait makanan yang disediakan oleh restoran. Mereka juga harus ramah, tanggap, dan sigap dalam melayani para pelanggan. Masalah-masalah detail lainnya juga harus diperhatikan oleh mereka. Salah satunya ialah bagaimana tetap memastikan kondisi kursi dan meja serta benda yang di atasnya ditata rapi kembali setelah pembeli pulang.
Lebih dari itu satu hal yang harus paling dijaga saat melayani pembeli ialah mampu menyuguhkan makanan secepatnya. Tentu itu dilakukan tanpa harus mengurangi kualitas dan kuantitas makanan. Seringkali orang datang ke pedagang makanan karena perut mereka dalam keadaan kosong. Mereka ingin segera menyantap makanan bukan karena hanya untuk menikmatinya tapi juga untuk menghilangkan rasa lapar. Oleh sebab itu, layanan cepat merupakan bagian faktor utama dalam menarik pelanggan datang lagi.
Bisa dikatakan performa layanan dalam industri kuliner tidak kalah pentingnya dengan kualitas menu santapan yang disajikan. Sebab selera atau nafsu makan tidak semata-mata ditentukan oleh makanan itu sendiri. Namun faktor suasana hati juga cukup diperhitungkan. Bayangkan bila pelanggan belum juga makan sudah dibuat marah, gelisah, jijik, kecewa, atau yang semacamnya maka gairah makan akan berkurang bahkan hilang sama sekali.
Itulah setidaknya tiga ciri-ciri dagangan kuliner yang direkomendasikan untuk dikunjungi. Semoga setelah membaca tulisan ini kalian bisa lebih selektif lagi dalam memilih tempat makan. Selain untuk menjaga kesehatan itu dilakukan juga untuk menjaga agar kantong kalian tetap terjaga aman. Selamat menikmati menu favoriat kalian!