Inilah 3 Perbedaan Kutub Utara dengan Kutub Selatan

Posted on 2 views

Sebelumnya kita telah membahas tentang dataran tinggi Tibet sebagai kutub ketiga milik bumi, sekarang ini kita khusus mengulas dua kutub lainnya. Apalagi kalau bukan kutub utara atau Artik dan kutub selatan atau Antartika. Yups, meskipun sama-sama ujung dunianya tapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup kentara. 

Seolah memiliki persamaan, sebaliknya antara kutub utara dengan kutub selatan ternyata memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut ini beberapa perbedaan antara keduanya:

1. Hewan endemik
Kalian jangan salah menyebut beruang kutub hidup di ujung selatan bumi sedang pinguin di ujung utaranya. Penyebutan itu sungguh memalukan. Secara alami beruang kutub dan pinguin tidak akan pernah bertemu. Sebab beruang kutub berhabitat alami di kutub utara sedang pinguin penghuni kutub selatan serta sebagian lainnya di Afrika Selatan. Apa hanya kalian yang baru menyadarinya?

Secara lengkap berikut ini hewan endemik kutub utara selain beruang kutub:

a. Anjing laut putih
b. Marmut Lemming
c. Warlus
d. Cerpelai
e. Kelinci Artik
f. Paus putih (paus beluga)
g. Burung hantu salju
h. Rusa kutub
i. dll
Iglo rumah suku Eskimo (sumber gambar)
 
Adapun hewan endemik di kutub selatan selain pinguin adalah sebagai berikut:

a. Anjing laut
b. Paus
c. Ikan es
d. dll
 
Sejauh ini masih sangat sedikit spesies hewan yang ditemukan di kutub selatan. Hal itu karena sangat ekstrimnya wilayah Antartika yang menjadi tempat terdingin di bumi. Di mana lapisan es di sana tidak pernah mencair, selain mencair “sedikit” karena faktor pemanasan global. Bisa dikatakan satwa yang menghuni kutub selatan benar-benar “kuat”.
 
2. Sumber daya alam

Benua Antartika di kutub selatan mengandung kadar es sekitar 90% di bumi. Dengan demikian hampir 75% cadangan air tawar berada di sana. Adapun es di Artik mengandung kadar es yang berlapisan tipis. Akibatnya akan rentan retak lalu mencair saat musim panas. Diprediksi kutub utaralah yang pertama kali lenyap bila pemanas global berada di titik tertingginya.
 
Selain air, baik Artik maupun Antartika keduanya menyimpan sumber daya alam melimpah. Tak pelak mereka menjadi rebutan negara-negara adidaya. Terbukti Rusia pernah mengeruk setidaknya 10 miliar ton gas yang tersimpan di dalam barisan pegunungan bawah laut. Di sisi lain, Amerika tak mau kalah juga melakukan ekspedisi ke sana.  Sekaligus menegaskan batas negaranya di Alaska sana. 

Diperkirakan 1/4  kandungan minyak dunia tersimpan rapat di bawah kutub utara. Adapun Antartika sebenarnya tak kalah menggiurkan. Di sana diprediksi juga memiliki kandungan minyak luar biasa. Namun, untuk saat ini masih tidak bisa ditambang karena sangat tebalnya es. Selain itu antartika mendapat perlindungan dalam sebuah Traktat Antartika atau Perjanjian Antartika.

3. Penghuni manusia

Kutub selatan merupakan benua satu-satunya yang tak dihuni oleh manusia. Dalam catatan sejarah Antartika tidak memiliki penduduk atau suku asli. Misalnya pun ada yang “menginap” di sana itu bukan untuk kepentingan mencari mata pencaharian. Mereka tinggal sementara di sana untuk penelitian atau hanya sekadar berwisata. Sebab kutub selatan tidak boleh dieksploetasi oleh siapapun. Antartika menjadi wilayah damai yang tidak dimiliki siapapun atau bahkan negara manapun.

Antartika adalah milik bersama seluruh bangsa di bumi. Siapapun boleh melakukan penelitian di sana tapi harus punya izin tertulis dari PBB. Sebaliknya, kutub utara dihuni setidaknya oleh empat juta manusia. Terdiri dari berbagai suku dan negara yang melingkari pusat kutub utara. Mulai dari Muramansk serta Salekhaard di Rusia hingga  Barrow wilayah Alaska milik Amerika Serikat.

Kenyataan di atas wajar karena suhu di Benua Antartika sangat ekstrim. Di mana, suhu rata-rata di sana minus 50 derajat selsius. Sedangkan wilayah Artik “hanya” memiliki suhu rata-rata minus 35 derajat selsius. Selain itu secara tekstur permukaan alamnya Artik sangat mendukung dijadikan tempat bermukim.  Sebab Artik adalah lautan beku yang dikelilingi daratan yang disebut lingkaran Artik. Lingkaran itulah yang menyokong kehidupan manusia.
 
Setelah membaca tulisan ini diharapkan kalian menjadi tahu apa sebenarnya di balik dua kutub bumi itu. Keduanya memiliki permasalahan sama yaitu ancaman efek pemanasan global. Meski kutub selatan membutuhkan waktu sedikit lebih lama kalau terus diabaikan seperti sekarang ini bukan tak mungkin bumi bakal terancam tenggelam. Inilah tugas kita semua untuk menjaga bumi.