Lumba-lumba dan Paus Bukanlah Jenis Ikan, Tapi Mamalia, Berikut Beberapa Alasannya

Posted on 1 views

Lumba-lumba dan paus bukanlah tergolong dalam spesies ikan. Meskipun hidup di air layaknya ikan, tapi secara fisik dan perilaku alaminya mayoritas mirip dengan mamalia di darat. Memang kenyataan itu sungguh aneh. Terutama bagi kalian yang tak memahami kajian biologi kelautan.

Bentuk tubuh paus dan lumba-lumba memang lebih mirip ikan dari pada mamalia di darat. Sebut saja seperti manusia, monyet, kambing, sapi, kelinci, dan yang lainnya yang memiliki puting susu “menonjol” dan daun kupingnya panjang. Bisa dikatakan kedua makhluk itu adalah mamalia yang “berwujud” ikan.

Postur tubuh Lumba-lumba dan paus seperti di atas sangat wajar. Hal itu terjadi karena digunakan untuk berenang layaknya ikan. Tentu dengan bentuk tubuh seperti itu mereka tidak bisa hidup di darat. Bukan karena hanya tak punya kaki, tapi kulit dan beberapa organ tubuh lainnya memang tidak bisa berlama-lama terkena udara. Harus selalu terendam air laut.

Walau hidup di air, baik paus maupun lumba-lumba bernapas menggunakan paru-paru. Mereka menghirup oksigen secara langsung tanpa melalui insang. Jadi tidak perlu menyaring air untuk diambil oksigennya. Untuk bernapas dalam beberapa waktu paus akan menuju ke permukaan untuk melepaskan udara lalu menghirup oksigen. Peristiwa “reflek” itu juga akan dilakukan oleh keduanya saat sedang tidur.

Gambar lumba-lumba diambil dari sini dan gambar paus dari sini

Sebagaimana mamalia lainnya lumba-lumba dan paus juga memiliki rambut. Meski rambut itu sangat tipis dan seringkali hanya ditemukan pada yang sudah berumur dewasa. Selain itu mereka juga berdarah panas. Sedang ikan atau makhluk hidup di lautan lainnya berdarah dingin. Baik paus maupun lumba-lumba juga punya empat rongga di jantungnya. Serta punya kelenjar susu untuk menyusui anaknya. Tentu saja cara berkembang biaknya dengan melahirkan bukan bertelur.

Menurut teori evolusi lumba-lumba dan paus merupakan hewan darat yang memiliki kuku dan berkaki empat. Awalnya mereka terbiasa hidup di pantai. Lalu lama kelamaan menuju lautan dimulai sekitar 50.000.000,- tahun yang lalu. Terbukti hingga sekarang tulang belakang dan tengkorak mereka lebih keras seperti halnya mamalia darat. Sedang tulang ikan di lautan lebih rawan. Begitu pula dengan tulang sirip yang gerakannya mirip mamalia darat.

Lantas mengapa dalam satu kali hirup udara mereka bisa berlama-lama di dalam air? Kuncinya terletak pada sistem pernapasan mereka yang sungguh efektif dalam menghirup oksigen. Yakni, dalam satu kali tarikan nafas mereka mampu menyerap oksigen setidaknya sebesar 90%. Sedang manusia dalam satu tarikan nafas hanya mampu mengambil 5% kadar oksigen. Oleh sebab itu, dalam satu menit manusia setidaknya harus menghirup sebanyak 12-20 kali.

Tak hanya itu, agar tidak boros oksigen mamalia laut akan menghemat energi sebanyak mungkin. Sebab untuk menghasilkan energi diperlukan pembakaran yang juga butuh oksigen. semakin banyak energi yang dibutuhkan maka semakin banyak pula oksigen yang dihirup. 

Oleh sebab itu mereka akan memperlambat denyut jantungnya supaya aliran darah yang membawa oksigen tidak terlalu boros menyebar ke mana-mana. Oksigen yang ada digunakan seifisien mungkin hanya untuk organ penting. Dengan begitu paus setidaknya bisa menahan nafas selama dua jam di bawah air tanpa perlu khawatir.

Demikian tulisan terkait lumba-lumba dan paus ternyata bukan jenis ikan. Melainkan mamalia yang hidup di air. Dengan membaca tulisan ini semoga kalian jadi lebih luas wawasannya. Dengan begitu akan tahu betapa rahasia alam ini termasuk makhluk hidup lautan sangat banyak sehingga perlu diungkap. Terima kasih telah membaca.