Mengapa Kecoa Tahan dari Ledakan Nuklir? Berikut 4 Fakta Mencengangkan Kecoa

Posted on 1 views

Image kecoa sebagai binatang menjijikkan dan tak diharapkan ternyata di baliknya ada beberapa fakta mencengangkan. Bisa dikatakan kecoa merupakan salah satu binatang bereputasi buruk di mata banyak manusia. Selain dianggap jorok, ternyata kecoa juga dituduh sebagai hama yang merusak.

Kenyataannya, kecoa tak seburuk apa yang dikira. Tidak semua spesies kecoa punya kemiripan dengan hama. Setidaknya dari 5 ribu jenis kecoa hanya sekitar 30 saja yang memiliki sifat hama. Sebenarnya hanya kurang dari 1 persen saja dari semua spesies kecoa yang habitatnya mengganggu manusia. Sisanya merupakan binatang “netral”.
 
Kecoa merupakan binatang segala benua. Semua benua pasti disinggahi kecoa kecuali di kutub selatan atau antartika. Namun kecoa paling banyak ditemui di daerah tropi pada daerah dataran rendah yang bersuhu cukup tinggi. Habitat yang berbeda juga menyebabkan bentuk dan ukuran juga berbeda satu sama lain.
 
Binatang yang sering bergidik ini punya beberapa fakta mengejutkan yang tak rugi untuk diketahui. Di antaranya sebagai berikut:
 
1. Tahan Ledakan Nuklir 

Kecoa merupakan makhluk hidup yang  punya kemampuan anti ledakan nuklir. Bahkan 8-9 kali ledakan nuklir yang standarnya dapat membunuh manusia tak cukup mampu untuk mematikan kecoa. Hal itu karena kecoa memiliki eksoskeleton yang berfungsi menyerap radiasi. Tak hanya itu tubuhnya yang kecil itu juga diselimuti “kerangka” luar yang mampu mendukung dan melindunginya dari serangan radiasi nuklir.

kecoa (sumber gambar)
 
Namun demikian, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kecoa disebut sebagai hewan tahan ledakan nuklir merupakan mitos belaka. Jangankan ledakan nuklir. Terkena radiasinya saja kecoa masih begitu rentan bila dibandingkan dengan jenis serangga lain yang jauh lebih unggul. Meski membantah sebagai hewan anti nuklir tapi mayoritas sepakat bahwa kecoa merupakan hewan tahan banting.
 
2. Hewan tahan banting

Keadaan seperti apapun, asal tidak diinjak hingga lumat, dibakar hingga hangus, atau yang semacamnya, tak akan membuat kecoa menyerah begitu saja. Ia adalah hewan yang sangat tahan banting. Pengasapan hingga semprotan racun serangga (pestisida) yang tidak diarahkan secara langsung tak akan mampu membuat kecoa lunglai. Kecoa memiliki daya kekebalan tubuh yang luar biasa. Tak ada cerita kecoa bakal menyerah pada penyakit dan kematian.
 
Saking kuatnya, tatkala anggota badan kecoa ada yang lepas atau hilang termasuk kepala maka kecoa masih mampu bertahan hidup setidaknya satu pekan setelahnya. Iklim yang ekstrim sekaligus kondisi lingkungan yang tak mendukung misalnya seperti keterbatasan nutrisi juga tak mampu membuat kecoa tumbang begitu saja. Mereka mampu beradaptasi dengan baik hingga lama kelamaan berevolusi untuk menyesuaikan dengan lingkungan.

3. Hewan yang berevolusi dengan sukses

Secara biologis berdasarkan perkembangan gen atau DNA kecoa merupakan hewan yang tak terkalahkan. Ia mampu “meng-upgrade” indera reseptornya menjadi jauh lebih sensitif. Reseptor rasa maupun penciuman itu mampun kecoa terhindar dari benda beracun. Termasuk di dalamnya obat serangga. Lebih mencengangkan lagi kecoa muda ternyata mampu meregenerasi kaki yang patah atau putus.

Reseptor yang canggih itu mampu membuat kecoa mencium lalu menemukan beragam jenis makanan yang berada dalam kondisi ekstrim sekalipun. Inilah salah satu alasan mengapa kecoa mampu bertahan hidup hingga berkembang biak meski berada di daerah perkotaan yang sangat jauh dari ekosistem yang beragama seperti hutan. 

4. Binatang pemakan segala (rakus)

Kecoa merupakan salah satu jenis binatang pemakan segala. Ia tak hanya menyerap sari buah-buahan. Kecoa mampu beradaptasi untuk meminium susu dan teh. Mereka juga mampu makan keju, cokelat, daging, hingga beberapa jenis makanan maupun minuman yang sering dikonsumsi manusia.

Tak hanya itu kecoa adalah hewan kanibal. Ia mau memakan kecoa lain yang sudah mati. Lebih mencengangkan lagi mereka juga memakan sol sepatu, kertas, kardus, hingga kuku bayi yang sedang tidur lelap. Hewan ini memang pemakan segalanya baik yang di kamar tidur, dapur, tempat sampah, maupun di kamar mandi. Inilah yang menyebabkan kecoa dianggap menjijikan karena suka pindah-pindah tempat.