Mengenal Burung Raksasa Dodo yang Punah Sejak Abad Ke-17

Posted on 1 views

Bumi ini tercatat pernah dihuni oleh salah satu jenis burung eksotis. Burung raksasa yang bernama Dodo itu tak bisa terbang karena ukuran badan dengan sayapnya tak sebanding. Burung yang kini telah punah itu habitatnya di Pulau Mauritius. Letaknya persis di sebelah timurnya Republik Madagaskar. Negara kepaluan tersebut terletak di timurnya benua Afrika.
ilustrasi anakan burung Dodo (sumber gambar)

Seperti halnya burung yang tak bisa terbang lainnya, Dodo juga membuat sarangnya di tanah. Burung pemakan buah-buahan ini diklaim sebagai burung yang punah dalam sejarah modern manusia. Tepatnya pada pertengahan hingga akhir abad XVII. Banyak teori yang berasal dari bukti di lapangan mengatakan bahwa burung ini punah akibat aktivitas manusia. Bukan punah karena faktor alam.

Burung Dodo merupakan jenis unggas yang sangat besar. Bagaimana tidak, panjang paruhnya saja kurang lebih 25 Cm dengan ujung membengkok. Berat burung ini dengan kondisi sehat diperkirakan tidak kurang dari 23 Kg. Selain karena sayapnya yang teramat kecil burung Dodo juga punya tulang dada yang tak mampu mendukungnya untuk terbang. Akibatnya tarikan nafasnya tak mampu menunjang terbang.

 
ilustrasi bentuk burung dodo dalam lukisan (sumber gambar)

Salah satu faktor internal mengapa Dodo punah ialah karena ia termasuk hewan “gemuk”. Ia sangat rakus sekali dalam memakan sehingga sangat mudah sekali untuk ditangkap manusia. Ditambah lagi ia tak bisa terbang untuk menghindar dari manusia. Tak hanya itu, pada zaman dulu burung Dodo juga tidak begitu takut pada kehadiran manusia. Kombinasi itulah yang membuat populasi Dodo semakin berkurang hingga menjadi lenyap.
Ilustrasi pelaut dan burung Dodo (sumber gambar)

Meski oleh pelaut yang singgah di sekitar kepulauan Madagaskar burung Dodo dipandang sebagai hewan “bodoh”, menjijikkan, dan dagingnya tak enak nyatanya burung Dodo tetap jadi menu santapan. Para pasukan Belanda saat masih menjajah Indonesia dulu juga sering mampir ke sana beserta hewan peliharaan seperti anjing untuk menjadikan daging Dodo sebagai hidangan. Manusia dan hewan peliharaannya itu menjadikan Dodo sebagai bekal dalam meneruskan perjalanan selanjutnya.
Salah satu bukti otentik keberadaan burung Dodo berupa “fosil” tengkoraknya (sumber gambar)
 
Sayangnya, kepunahan burung Dodo terjadi sebelum teknologi kamera tercipta. Alhasil, para ahli sangat tergantung pada lukisan maupun penjelasan berupa tulisan untuk mengetahui gambaran seperti apa burung itu. Wajar bila beberapa puluh tahun setelah kepunahan burung Dodo banyak yang menyangsikan keberadaan burung itu. Bahkan, Dodo sempat dianggap sebagai hewan mitos. Sampai pada akhirnya banyak bukti ilmiah yang menyatakan bahwa Dodo memang benar-benar pernah ada.
 
Hingga pada saatnya kini burung Dodo dijadikan salah satu ikon hewan yang punah akibat ulah manusia. Ketika menyebut burung Dodo sebagian kalangan akan teringat bahwa manusia pernah “melenyapkan” spesies burung yang sangat indah. Semoga ini bisa jadi pelajaran kita semua.