Mengenal Dataran Tinggi Tibet sebagai Kutub Ketiga Bumi

Posted on 2 views

Selain dikenal sebagai “Atap Dunia” dataran tinggi Tibet juga dijuluki sebagai “kutub” ketiga bumi. Hal itu terjadi karena sebagian besar wilayah Tibet mengandung lapisan es terbanyak setelah kutub selatan dan kutub utara. Di mana mayoritas wilayah otonom negara China itu berada pada ketinggian minimal 4 Km di atas permukaan laut.

Bisa dikatakan keberadaan es di Tibe memiliki arti penting sebagaimana dua kutub lainnya yang dimiliki bumi.  Itu artinya, dataran tinggi di sana harus dilindungi dari pemanasan global sebagaimana kutub lainnya yang juga sudah mulai mencair. Paling tidak pemanasan global harus diperlambat sehingga menguapnya es di Tibet bisa terkontrol.
 
Daerah tibet yang sebagian mencakup deretan pegunungan Himalaya memiliki ratusan jenis satwa endemik yang unik. Di mana, ekosistem yang terbangun di sana tergantung pada udara dingin yang selalu terjadi tiap tahunnya. Saat musim panas saja udara terpanasnya “hanya” 20 derajat selsius. Akibatnya bila terjadi perubahan iklim drastis maka sangat mungkin terjadi kepunahan masal.

Berdasar penelitian dataran tinggi tibet menjadi pusat sumber mata air bagi hampir separuh atau 40% penduduk bumi. Asumsinya, Daerah Aliran Sungai atau DAS dari separuh penduduk bumi itu sumbernya berasal dari sana. Selain sebagai kebutuhan minum, sumber daya air di wilayah tibet juga bisa dijadikan bendungan PLTA. Setidaknya 170 Kilowatt listrik dapat dihasilkan darinya.

Dengan kenyataan itu dataran tinggi Tibet sesungguhnya memiliki cadangan air tawar terbesar ketiga setelah dua kutub lainnya. Namun, sumber daya air itu terancam mengalami penurunan drastis. Selain karena ulang manusia secara langsung ternyata perubahan iklim global berpengaruh lebih sensitif terhadap dataran tinggi tibet daripada dua kutub lainnya.

Hal-hal terkait Tibet

Tibet sebelum bergabung dengan China merupakan daerah yang sangat tertutup dan penuh misteri. Petualang atau penjelajah alam tidak akan mudah masuk ke dalamnya. Namun, hal itulah yang justru menyelamatkan tibet “kuno” dari kerusakan alam. Hewan dan tumbuhannya terlindungi oleh kearifan lokal mereka yang menghormati alam.

Raja atau penguasa Tibet bergelar Dai Lama. Di mana, Dai Lama bertindak sebagai pemimpin agama sekaligus pemimpin kerajaan. Namun sekarang ini, akibat faktor politik Dai Lama harus mengasingkan diri ke India. Ia membangun sejenis pemerintahan pelarian di kota Dharamsala provinsi Himachal Pradesh negara India.
salah satu bagian dataran tinggi tibet (sumber gambar)

Dataran Tinggi Tibet yang merupakan dataran paling tinggi dan terluas sejagat ini memiliki luas 25% dari totol seluruh wilayah China.  Ia menjadi hulu dari beberapa sungai yang lebar dan panjang. Sungai Gangga, sungai Kuning, sungai Mekong, hingga sungai Yangtze sumber mata airnya ditopang oleh Tibet. Setidaknya ada sekitar 1,7 Miliar manusia bergantung pada mata airnya. 

Setelah membaca tulisan ini diharapkan kalian menjadi tahu bahwa gumpalan es di bumi ini tidak hanya didominasi oleh kutub utara maupun selatan. Ternyata dataran tinggi Tibet juga memiliki peran yang tak kalah penting dibanding dua kutub lainnya. Demikian bacaan tentang dataran tinggi tibet ini dibuat. Mohon maaf atas kekurangan. Semoga bermanfaat.