Mengenal Mega Proyek Terusan Kra yang Memotong Semenanjung Thailand

Posted on 1 views

Terusan tanah genting Kra atau disebut Terusan Kra yang sekarang ini lebih sering disebut Terusan Thai merupakan rencana pembuatan jalur kapal laut yang membelah semenanjung Thailand. Sebagaimana Terusan Suez dan Terusan Panama tujuannya untuk memperpendek jalur transportasi laut. Panjang Terusan Kra bila jadi diperkirakan 60-102 Km. Dengan begitu maka biaya dan waktu angkut barang akan bisa dipangkas lebih banyak.

Sebagaimana diketahui bahwa kapal laut besar dari Samudera Hindia ingin menuju Samudera Pasifik harus memutar arah cukup jauh. Yakni, harus belok ke kanan menuju selatannya semenanjung Malaya.  Begitu pula sebaliknya. Konsekuensinya, tentu bila Terusan Kra ini terwujud maka itu akan mengubah tata pelayaran laut di Asia Tenggara. Akibatnya akan ada beberapa kepentingan negara tetangga yang dirugikan.

Ilustrasi rencana Terudan Kra (sumber gambar Medium)

Selat Malaka sebagai jalur yang akan berubah menjadi sepi bila Terusan Kra terwujud merupakan jalur laut terpadat bidang komoditi perdangan di dunia. Tercatat setengah urusan perniagaan minya dunia menggunakan jalur tersebut. Serta dilewati setidaknya sepertiga komoditas dagang umum. Bisa dikatakan selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Namun demikian, jalur melalui selat Malaka ini juga dikenal sebagai jalur tengkorak karena rawan bajak laut.

Pembangunan Terusan atau Kanal di dunia oleh manusia bukan merupakan barang baru lagi. Tercatat minimal ada 9 saluran dibuat manusia yang panjangnya puluhan kilometer. Sebut saja seperti Kanal Manchester di Inggris (panjang 57 Km), Kanal Volga-don (panjang 100 Km) di Rusia, Saluran Kei (panjang 98 Km), kanal Houston (panjang 91 Km) di AS, saluran Alphonse XIII (panjang 85 Km) di Spanyol, Terusan Baltik (panjang 227 Km) di Rusia, dan lain-lain.

Pihak yang terusik bila Proyek Kanal Kra terwujud

Proyek prestisius ini bukan tanpa kendala sama sekali. Bahkan tantangannya jauh lebih besar dari pada dukungannya. Baik dari dalam negara Thailand sendiri maupun dari luar. Misalnya timbulnya rasa kurang nyaman masyarakat Thailand karena Kanal Kra dikhawatirkan akan memecah Thailand menjadi dua. Setidaknya ada 5 provinsi di selatan Terusan Kra yang akan “terpisah” dengan Bangkok. Lebih dari itu gejolak untuk memerdekakan diri dari Thailand juga akan semakin menguat.
 
Banyak sekali pengembangan pelabuhan yang akan di bangun di sekitar utara pulau sumatra untuk transit kapal-kapal besar pengangkut komoditas dagang. Salah satunya Indonesia membangun pelabuhan Kuala Tanjung di Sumut dan pelabuhan Sabang di Aceh. Pelabuhan itu menjadi tempat pengumpul barang dagang sekaligus tempat untuk mengirimkannya ke seluruh penjuru samudera pasifik. Dengan adanya Terusan Kra tentu proyek pembangungan pelabuhan itu tak akan punya arti lagi.

Secara kajian geopolitik, ada sinyalemen bahwa akhir-akhir ini memanasnya kembali upaya pembangunan Kanal Kra karena ada “tekanan” dari China. Di mana China mempunyai ambisi membangun jalur perdagangan sutera di abad modern. Terusan Kra ini diproyeksikan bisa untuk memperlancar jalur tersebut. Nyatanya, proyek jalur sutera itu tidak hanya menyangkut masalah ekonomi. Justru sentimen politik jauh lebih menggejala.