Mengenal Sistem Kerja 996 yang Mampu Bikin Negara Kaya

Posted on 1 views

Sistem kerja 996 merupakan metode kerja yang teratur saling berkaitan satu sama lain sehingga terbentuk totalitas yang dimulai jam 9 pagi hingga jam 9 malam selama 6 hari penuh. Itu artinya hari Sabtu tidak diliburkan serta jam kerja tidak lagi selama 8 jam perhari tapi 12 jam perhari. Istilah “996” itulah akhir-akhir ini populer  di kalangan perusahaan teknologi.

Karyawan yang bekerja dengan jadwal 996 merupakan salah satu indikator seorang karyawan yang pekerja keras. Tidak hanya itu, kinerja karyawan yang menggunakan model itu juga punya jiwa yang tangguh. Mereka akan terbiasa menghadapi situasi sesulit apapun. Sebab, kesulitan dan tekanan sudah menjadi makanan sehari-hari.

Ada kalangan yang mengatakan bahwa sistem kerja 996 ini membuat karyawan jadi depresi. Terlebih, mereka ada yang mendapat imbalan yang tidak pantas dan tentunya waktu utuk menghibur diri menjadi berkurang. Kasus seperti itu, yaitu bekerja seharian selama minimal 12 jam meski dengan nama yang tidak sama, sebenarnya pertama kali populer di Kota Silicon Valley negara bagian California, USA.

Tepatnya pada tahun 1990-an saat internet pertama kali mulai bergaung. Para karyawan terpaksa harus bekerja selama belasan jam dalam sehari. Hal itu tentu supaya perusahaan teknologi tempat mereka bekerja tetap bisa beroperasi di tengah minimnya anggaran. Baru kemudian pada tahun 2000-an ketika sektor teknologi China mulai berkembang ikut meniru metode kerja tersebut.

Mengapa sistem kerja 996 diperlukan?

Budaya kerja 996 itu sudah lama diterapkan di negeri China. Walau ada yang memrotes tetapi tak sedikit pula yang mendukungnya. Cara itu dilakukan sebagai bentuk upaya negeri Tirai Bambu mengejar ketertinggalan (terutama bidang ekonomi) dari negara Barat. Sebisa mungkin malah terdepan dalam berbagi sektor.

Terlepas dari hilangnya nilai humanisme, yang mendudukan manusia sebagai “mesin” produksi, nyatanya sistem kerja 996 ini terbukti berhasil mendongkrak penghasilan negara. Meski sebenarnya ada beberapa resiko yang harus dihadapi. Salah satunya kehilangan waktu untuk teman dan keluarga. Belum resiko lainnya seperti penurunan kesehatan akibat tubuh diforsir sedemikian rupa.
ilustrasi sistem kerja 996 (sumber gambar)
 
Nyatanya, model kerja 996 itu tak akan mudah dilenyapkan. Budaya masyarakat China yang didukung kebijakan negara sudah terlanjur menyukainya. Rakyat China menyadari bahwa untuk hidup di zaman sekarang ini bermalas-malasan bukan cara bijak. Terlebih kompetisi segala bidang sudah terlalu brutal untuk diabaikan.

Wajar bila akhirnya Tiongkok memiliki jumlah milliarder terbanyak kedua di dunia. Negeri itu setidaknya memiliki 338 orang milliarder di tahun 2019 ini. Hal itu terjadi karena karyawan mereka memiliki etos kerja yang lebih tinggi dari negeri lainnya. Tak hanya karyawan, bahkan bosnya selaku milliarder juga tak kalah begitu giatnya.

Jack Ma dan Petinggi Perusahan Besar China mendukung sistem kerja 996

Jack Ma sebagai pendiri platform jual beli online raksasa yaitu Alibaba sempat menjadi pusat perhatian karena membela atau mendukung sistem kerja “lembur” ini. Sebab baginya tanpa budaya kerja 996 maka perekonomian Tiongkok tak akan semelesat ini. Selain itu, vitalitas dan dorongan etos kerja para pemuda akan tergerus.

Jack Ma juga menekankan bahwa sistem kerja 996 merupakan anugerah bagi para pemuda. Menurutnya bila sejak sedari muda bekerja keras maka banyak pengalaman yang didapat. Kapan lagi bisa mengukir prestasi kalau tidak diawali sedari dini. Dengan itu pula waktu luang para pemuda tidak digunakan untuk foya-foya atau kegiatan yang tak bermanfaat sama sekali.

Sistem kerja 996 penting dilakukan supaya sumber daya manusia tidak terperdaya, terbuai, dan termanjakan oleh melesatnya ekonomi China sehingga mereka menjadi malas. Karyawan yang malas sangat merugikan perusahaan dan negara sehingga mereka harus diberhentikan. Sebagai gantinya karyawan yang lain akan ditambah jam kerjanya.

Bisa dikatakan, paradigma masyarakat China telah berubah drastis. Awalnya mereka berpandangan bahwa karyawan itu bekerja sesuai dengan perintah atau pemberitahuan dari atasan apa yang harus dilakukan.  Belakangan ini mereka berubah menjadi manusia merdeka yang kreatif. Yakni, bekerja sesuai dengan apa yang mereka kuasai. Tentu tetap dengan menggunakan sistem kerja 996.

Setelah membaca tulisan ini diharapkan kalian jadi termotivasi bekerja keras. Punya etos kerja tinggi. Memang harus diakui bahwa segala kebijakan apapun itu pasti memiliki efek positif dan negatif. Keduanya tak dapat dilepaskan. Tinggal efek yang manakah yang paling terasa. Tapi setidaknya tidak salah bila sesekali mencoba memraktikkan sistem kerja 996. Semoga bermanfaat.