Pakaian Baru Beli Harus Dicuci Dulu, Tak Boleh Langsung Dipakai, Inilah Beberapa Alasan Pentingnya

Posted on 1 views

Tak semua barang baru itu benar-benar baik dan siap untuk langsung digunakan. Ada beberapa hal yang meski itu tergolong baru tak boleh langsung digunakan. Salah satunya ialah pakaian yang dipajang di toko. Ada beberapa faktor mengapa pakaian yang baru dibeli harus dicuci terlebih dahulu.

Pakaian merupakan benda yang digunakan secara terus menerus dalam waktu seharian penuh. Hal itu berbeda dengan benda baru lainnya yang jangka pakainya mungkin tidak lebih dari 3 jam sehari. Serta penggunaan benda baru lainnya seringkali tidak menempel pada kulit manusia. Adapun baju akan dipakai melekat pada kulit manusia.

Selama di toko baju begitu bebas “diujicoba” oleh siapapun. Termasuk oleh orang yang punya penyakit kulit dibagian dalam tubuhnya yang tertutupi baju. Tak hanya dicoba oleh satu atau dua orang, seringkali satu pakaian dalam sehari saja rata-rata akan dicoba sebanyak 5 kali di “ruang pas” toko baju.
ilustrasi baju baru yang dipajang di toko (sumber gambar)

Tentu fenomena tersebut akan menjadi salah satu alasan penting bagi kalian untuk tidak langsung memakainya setelah dibayar. Salah satu faktor utama mengapa baju tidak boleh dipakai langsung ialah karena alasan terkena alergi hingga penyakit kulit. Tak hanya itu virus flu atau pilek juga sangat rentan bersarang di baju yang biasanya lebih lama nangkring di etalase toko.

Rawan Gangguan Kesehatan

Pakaian yang tak disetrika dan dicuci dalam jangka lama karena belum laku dapat menimbulkan ancaman tumbuhnya jamur dan kutu dalam kain baju. Mikroorganisme itu bisa saja berkembang biak dalam pakaian karena faktor cuaca dan angin.  Namun lebih dari itu para pengunjung toko yang sebelumnya pernah “mencobanya” juga dapat disinyalir sebagai pembawa sumber penyakit tersebut.

Meski baju dibeli secara online sekalipun, mencuci lalu mensetrikanya juga tetap mesti dilakukan. Hal ini karena biasanya saat proses pengiriman pakaian akan disemprot zat kimia tertentu. Itu dilakukan agar kondisi pakaian tidak mudah berkerut (lusu) dan berjamur dalam proses pengiriman. Selain itu saat proses penimbunan di gudang hingga packing pengiriman pakaian belum tentu akan diletakkan dalam tempat steril.

Zat pewarna kain dan zat kimia lain bawaan dari pabrik pakaian juga dapat menimbulkan masalah. Terutama bagi kalian yang alergi terhadap bahan kimia tersebut. Oleh sebab itu untuk membantu melunturkan semua zat berbahaya itu tidak salah bila mencuci baju baru menggunakan air panas. Selain bakteri juga bisa mati hal itu dapat membantu memisahkan zat kimia yang melekat pada pakaian.

Dengan demikian tak peduli pakaian yang terpajang di etalase atau bagian display toko maupun yang berasal dari stok gudang semuanya harus dicuci dulu. Sebab kalian tidak akan tahu bagiamana asal muasal pakaian itu dibuat, disimpan, dipacking, dikirim, hingga bisa ke tangan kalian. Kalau sudah begitu kontaminasi virus, bakteri, kutu, jamur, hingga barang kimia sangat rentan terjadi.

Jadi, permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini bukan tentang jijik atau tidak jijik. Bukan pula masalah gengsi karena pakaian yang digunakan bekas “uji coba” orang lain. Lebih dari itu ini adalah masalah kesehatan yang seringkali tak disadari oleh kebanyakan orang.  Sebab mereka menyangka bahwa semua barang baru sudah siap untuk dipakai sepenuhnya. Tanpa memandang bahaya dibalik itu semua.