Ramadan Segera Berakhir, Lakukan 3 Hal ini Sebelum Menyesalinya

Posted on 1 views

Bulan Ramadan adalah bulan penuh kenangan. Bulan di mana suasana antar umat Islam begitu intim dan penuh kesan. Bulan di mana keberkahan lahir, batin, dan pahala begitu melimpah ruah. Bisa dikatakan Ramadan adalah bulan paling utama dan spesial di antara bulan lainnya. Itu bukan berarti bulan selain Puasa ialah bulan jelek.

Sebagaimana sesuai dengan program pribadi di bulan Ramadan sebagai persiapan diri menjelang Ramadan maka sudah sepatutnya di akhir Ramadan ini kita menggenjotnya.  Program itu tentu harus diniatkan secara mantap lalu ditunaikan secara sungguh-sungguh. Sebelum Ramadan benar-benar berakhir maka lakukan beberapa hal berikut ini sebelum menyesalinya.

1. Iktikaf ke Masjid

Memang tidak semua Masjid bersedia memfasilitasi bahkan tidak membuka diri untuk para jamaah melakukan iktikaf. Utamanya iktikaf di malam hari suntuk. Bila itu yang terjadi maka carilah Masjid yang memfasilitasi jamaah untuk iktikaf. Yakni, Masjid yang tidak hanya membuka pintu saja tapi juga menciptakan suasana penerangan yang syahdu di dalam Masjid. Itu sebagai salah satu cara menjadikan Ramadan sebagai momen paling indah untuk beribadah mendekatkan diri pada-Nya.
 
Lebih dari itu, carilah Masjid yang menyediakan air minum yang memadai untuk jaga-jaga kalian kehausan. Tak lupa barangkali pengurus Masjid itu juga membagikan menu santap Sahur untuk para Jama’ah yang “bermalam” di Masjid. Bila kalian merasa fasilitas Masjid tidak mendukung maka jangan mengeluh. Barangkali itu adalah kesempatan kalian untuk bershodaqoh ke Masjid supaya fasilitas iktikaf bisa ditingkatkan. Dengan begitu Masjid itu semoga lama kelamaan termasuk dalam kriteria Masjid Makmur.

2. Tingkatkan Shodaqoh

“Lebih baik menyesal karena telah bershodaqoh daripada menyesal karena tidak bershodaqoh”. Ungkapan itu sungguh tepat sekali. Sebab penyesalan akibat bershodaqoh itu bersifat sementara terlebih bila suatu saat bila sudah mendapat ganti berlipat maka sangat mudah sekali melupakannya. Namun, penyesalan tidak bershodaqoh itu berjangka panjang bahkan hingga sampai alam akhirat. Oleh sebab itu manfaatkan sebaik mungkin bulan “obral” pahala ini.

Di Bulan Suci ini merupakan momen yang pas untuk meningkatkan Shodaqoh. Sisihkan sebagian penghasilan seperti THR untuk didermakan di jalan Allah SWT. Hindari belanja yang berlebihan. Puncak kebahagiaan yang sesungguhnya bukanlah saat Hari Raya Idul Fitri. Melainkan saat akhir-akhir bulan Ramadan inilah puncak kebahagiaan hakiki. Ini adalah kesempatan bagi umat Islam untuk memetik atau memanen pahala yang banyak.

3. Kurangi perbuatan sia-sia

Sungguh tak akan memperoleh nikmat dan kelezatan bulan puasa bagi orang-orang yang menyia-nyiakannya. Yakni, orang yang menjalankan ibadah puasa tapi hari-harinya dipenuhi dengan perbuatan sia-sia. Misalnya main game, chatting, menonton film atau hiburan lainnya, tidur berlebihan, ngabuburit yang tak bermanfaat, dan semacamnya. Mereka hanya mengenang bulan puasa sebagai bulan menahan lapar saja. Tak lebih.

10 malam terakhir Ramadan (sumber gambar)

Padahal, bila di akhir bulan Ramadan bila mau menggenjot amal-amal sholih dari segi kuantitas dan kualitasnya maka mereka akan merasakan betapa indahnya Islam dan Iman. Ibarat orang yang sedang sekolah mereka akan memanfaatkan masa sekolah itu dengan sungguh-sungguh. Sebagai sarana belajar dan menggembleng diri. Lalu setelah lulus atau tamat mereka akan berkata “aku tak pernah menyesali apa yang telah kulakukan di masa sekolah dulu”.

Ketiga amalan di atas selain untuk menambah kedekatan diri pada Allah SWT sekaligus meningkatkan pahala juga bisa sarana berjumpa dengan “lailatul qadar”. Beramal di pada saat lailatul qadar lebih baik dari pada seribu bulan. Di mana, lalilaut qadar tidak akan pernah dijumpai pada bulan selain bulan puasa. Semoga ketiga amalan di atas dapat dilakukan dengan baik serta tentunya tak salah bila berharap bisa menemukan lailatul qadar. Aaamin