Segudang Manfaat Webinar, Apa itu Webinar?

Posted on 1 views

Produk teknologi informasi sekarang sangat memungkinkan bagi siapapun untuk melakukan komunikasi jarak jauh secara real time. Salah satunya untuk melakukan Web Seminar yang disingkat Webinar. Webinar itu kegiatan diskusi, seminar, talkshow, atau yang semacamnya yang diadakan secara online melalui jaringan internet. Jadi webinar merupakan komunikasi dua arah lewat internet. Webinar bukanlah sekadar menonton siaran langsung yang wajib dilakukan secara pasif lewat koneksi internet.

Bedanya dengan seminar konvensional adalah pemberi materi atau pemantik diskusi mengutarakan melalui video live (langsung) lalu para pendengar akan mengutarakan pertanyaan melalui komentar atau chat yang disediakan on time. Mekanisme webinar yang seperti itu sering ditemui di YouTube atau bahkan platform lainnya. Namun, di media lain ada juga webinar yang satu sama lain berinteraksi secara langsung keduanya memungkinkan menggunakan tampilan video dan chat.

Bedanya seminar online atau webinar dengan siaran interaktif telivisi dan radio ialah pihak penyelanggara webinar memiliki para “tamu” yang lebih tertarget. Sebab sebelum dilakukan webinar seringkali peserta webinar harus daftar dulu atau setidaknya harus mendapat undangan. Lalu disertai tautan atau link menuju konten webinar yang biasanya diberikan pada saat mendekati hari H. Selain itu biasanya video webinar bisa diputar ulang oleh tamu di kemudian hari.

Hal-hal lain yang menjadi keunggulan webinar daripada diskusi atau interaksi menggunakan model lain ialah sebagai berikut:

1. Adanya umpan balik secara berkelanjutan

Bila dalam diskusi konvensional biasanya umpan balik dilakukan secara lisan atau tulisan tangan sehingga kadang mudah hilang dari ingatan maka umpan balik melalui webinar bisa tersimpan rapi dalam sistem penyimpanan online. Bahkan umpan balik bisa dilakukan secara berkelanjutan baik melalui kolom komentar sehingga diketahui publik hingga melalui email pribadi.
 
Ilustrasi webinar (sumber gambar)

Sungguh tidak masuk akal bukan bila menyelenggarakan seminar di gedung hanya untuk menjaring feedback dari para relasi? Itu tentu akan menyita waktu, tenaga, dan uang. Banyak sumber daya yang harus dikeluarkan baik oleh penyelenggara maupun peserta seminar bila itu dilakukan secara offline. Tentu ujung-ujungnya penyelngara akan kesulitan untuk menjaring para calon peserta agar mau berpartisipasi.

2. Lebih meyakinkan peserta seminar

Tayangan langsung yang hanya satu arah cenderung kurang meyakinkan. Sebab “pemateri” atau pemandu akan lebih mendominasi bahasan sedang para peserta hanya mendengar atau melihat saja tanpa umpan balik secara langsung. Dengan itu diharapkan pengumuman, materi, bahasan, dan hal-hal baru lainnya yang disampaikan bisa diterima oleh para peserta. Sebab peserta dapat langsung bertanya terkait hal-hal yang masih mengganjal dan perlu diungkap.

3. Mampu mengakomodir semua peserta

Webinar mampu menyesuaikan keadaan terhadap keadaan peserta seminar. Bila peserta seminar di gedung ternyata tak sesuai harapan maka penyelenggara dapat menebus event lapangan yang gagal itu dengan melakukan webinar. Webinar itu selain untuk menjaring peserta baru tentu juga untuk menjaring peserta lama yang masih ingin berdisuksi secara mendalam. Sebab barangkali saat di “dunia nyata” mereka masih malu untuk mengungkapkan uneg-uneg.
4. Mengetahui keadaan peserta secara mendalam

Semua keadaan peserta terkait bahasan atau materi webinar dapat diketahui. Sejauh mana minat mereka terhadap materi yang disampaikan? Sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi? Sejauh mana tindak lanjut mereka setelah webinar diadakan? Semuanya dapat dipetakan secara rapi. Dengan itu pula penyelenggara dapat membangun komunitas atau grup peminat sesuatu secara online. Tentu untuk menjaga agar tetap solid pelaksanaan webinar secara berkala perlu dilakukan.

Selain mengandung kelebihan webinar juga punya kelemahan. Salah satunya ialah kekacauan komunikasi karena ada umpan balik yang dilakukan secara serentak sehingga tumpang tindih. Bahkan peserta melakukan umpan balik yang tak sesuai dengan topik utama seminar. Oleh sebab itu untuk meminimalisir hal tersebut penyelenggara harus bisa memastikan bahwa para peserta merupakan orang yang benar-benar butuh terkait materi khusus yang akan dibahas.

Selain hal di atas, dalam webinar peserta harus menyiapkan peralatan hard ware maupun soft ware yang memadai seperti laptop, smarphone berlayar lebar, speaker atau headset, koneksi internet memadai, menginstal aplikasi tertentu, dan harus menyiapkan email aktif untuk komunikasi seterusnya. Lebih dari itu biasanya calon peserta mudah melupakan jadwal yang sudah ditentukan. Bahkan bilapun penyelenggara sudah “mengingatkan” beberapa saat sebelum hari H tiba biasanya tetap terabaikan.