Ternyata Bambu Bukanlah Pohon Tapi Rumput, Berikut Penjelasannya

Posted on 1 views

Siapkan diri untuk menarik nafas dalam-dalam. Sebab kalian akan kaget mengetahui kebenaran “baru” ini. Ternyata bambu merupakan tanaman berjenis rumput. Yups, kalian tidak salah baca. Bambu merupakan rumput raksasa dalam arti sebenarnya.  Ia adalah tanaman berjenis rumput-rumputan.
 
Secara kaidah biologi bambu tidak termasuk dalam rumpun atau keluarga pepohonan. Sebab ciri-ciri yang melekat pada bambu semuanya lebih mirip dengan rumput daripada pohon. Ia dengan rumput berada dalam satu famili. Di mana ia merupakan satu-satunya jenis rumput terbesar dari pada kerabatnya yang lain.
ilustrasi rumput bambu (sumber gambar)
 
Tanaman bambu hanya tumbuh di wilayah tertentu. Sebagian besar tumbuh di mayoritas negara Asia. Sedang sebagian lain tumbuh di benua Afrika dan Amerika sebelah selatan. Di mana, tercatat lebih dari 500 jenis bambu tumbuh di seluruh dunia. Sebagaimana rumput, bambu juga memiliki bunga. Ia juga memiliki “biji” atau buah yang berbentuk biji gandum.

Selayaknya umumnya rumput, bambu juga  dapat tumbuh di tanah yang kurang subur, pinggir tebing, atau tanah curam. Ia juga akan hidup merumpun. Berdekatan satu sama lain seperti halnya jenis rumput lainnya. Di mana seringkali antara satu pohon dengan pohon berdekatan lainnya usianya terpaut jauh. Akibatnya ketika panen harus ditebang pilih.

Ketika bambu sudah mulai beranjak remaja maka akan mengalami pertumbuhan cepat. Paling tidak setiap hari ia mampu tumbuh 41 cm hingga tinggi maksimumnya sekitar 30-an meter. Dengan kenyataan itu, tak ayal bila bambu banyak manfaatnya bagi manusia. Misalnya untuk membangun rumah, perabotan rumah, hingga kerajinan tangan.

Lebih dari itu tanaman bambu juga bisa untuk menjadi “tanggul” alami bagi sungai. Selain itu, untuk bambu muda atau rebung biasanya juga menjadi olahan masakan yang nikmat. Sayangnya sekarang ini budidaya tanaman bambu sangat berkurang drastis. Masyarakat sudah tidak menjadikan bambu lagi sebagai komoditas utama.

Tak hanya itu, bambu nyatanya juga diklaim sebagi tumbuhan yang setidaknya mampu memproduksi 35% oksigen lebih banyak dari tanaman lain.  Hal tersebut tentu akan jauh beda bila dibandingkan dengan tanaman sejenisnya dari keluarga rerumputan. Sebut saja seperti suket teki, alang-alang, padi, dan gandum.

Bambu tanaman berkayu atau bukan?

Bambu bukanlah kayu. Sebab ciri-ciri biologisnya tidak memenuhi syarat disebut kayu. Namun demikian, dia dapat dikatakan sebagai rumput yang mempunyai sifat kayu. Sifatnya yang mirip itu tidak hanya karena bisa dipakai untuk kebutuhan rumah tangga tapi juga ada beberapa sifat fisik bambu yang mirip kayu.

Berikut ini beberapa alasan mengapa bambu tidak layak disebut sebagai kayu. Di antaranya  yaitu:

1. Tak berkambium

Bambu dibalik kulit “pohon” bambu tak terdapat kambium. Padahal umumnya tumbuhan yang disebut kayu harus memiliki kambium

2. Bukan tanaman monokotil

Bambu tidak memiliki “ruas” biji untuk tempat membelah secara mudah. Ia juga berakar serabut. Selain itu bambu memiliki batang yang berongga.
 
Setelah membaca tulisan ini diharapkan kalian akan lebih luas lagi wawasannya. Terima kasih telah membaca. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga bermanfaat.