Ulasan Film Fast & Furious: Hobbs & Shaw, Film Aksi yang Menyuguhkan Drama Kerukunan Kakak dan Adik

Posted on 1 views

Film ini diawali dengan iringan lagu yang dilengkapi pemandangan kota London di malam hari. Lalu disusul adegan agen Dinas Intelijen Rahasia Inggris bernama MI6 yang melakukan penyergapan. Nahas, misi mengamankan aset berharga berupa senjata biologis itu berujung gagal. Ada pengkhianat yang memutarbalikan fakta. Akhirnya satu-satunya personil MI6 yang selamat dan “jujur” masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tak berselang lama setelah intro atau “prolog” film dimulai sutradara langsung memamerkan salah satu toko menggunakan sepeda motor berteknologi tinggi. Sepeda motor otonom yang mampu bergerak sendiri secara otomatis meski tak ada penumpangnya. Setelah itu disusul dengan tayangan film yang menyuguhkan aktivitas sehari-hari Hobbs dan Shaw. Keduanya ditayangkan bersamaan dalam satu layar yang dibagi dua di kanan dan kiri.
 
Hobbs dan Shaw yang sebenarnya dalam film sebelumnya diceritakan tidak akur kini terpaksa harus bersatu. Selain itu, pada dasarnya keduanya terutama Shaw lebih menyukai untuk bekerja sendiri tanpa mendapat bantuan secara langsung dari siapapun. Terbukti, saat dikumpulkan bersama dalam satu meja mereka lebih banyak berdebat hingga baku hantam satu sama lain. Mereka terlihat kekanak-kanakan. Namun justru itulah yang menjadi bumbu komedi di film ini.

Film ini bertabur bintang. Ada beberapa “bintang tamu” dalam film ini yang sebenarnya tak punya peran berarti bagi jalannya cerita. Sebut saja seperti Kevin Hart yang memerankan Calvin Joyner alias Golden Jet dalam film Central Intelligence. Uniknya dalam film itu pemeran utamanya adalah Dwayne Johnson alias “The Rock” yang memerankan Hobbs dalam film ini. Tak hanya itu, Ryan Reynolds yang memerankan Deadpool juga ikut menjadi pemeran figuran dalam film ini.
poster film Fast & Furious: Hobbs & Shaw (sumber gambar)

Kembali ke alur cerita, Hobbs sebagai agen CIA akhirnya menuju London untuk menjalankan misi berbahaya itu. Dia menyelediki dan menangkap salah satu agen MI6 yang menjadi tersangka satu-satunya pencurian senjata biologis yang berupa virus mematikan. Selang beberapa waktu, dalam proses penyelidikan itu Shaw ikut campur dengan cara menyelinap masuk ke ruang interogasi markas rahasia CIA di London. Singkat cerita, mereka berdua akhirnya juga masuk dalam DPO.

Akhirnya, mereka berdua bersama agen MI6 yang menjadi tersangka pencurian virus itu bekerja sama untuk mencari dalang dibalik terancamnya dunia. Tiga orang tersebut menyelinap masuk dalam laboratorium milik perusahaan Eteon. Sebuah organisasi rahasia yang memiliki anggaran besar dan tentara rahasia. Misi mereka hampir sama seperti Thanos. Yakni, melenyapkan sebagian besar manusia agar terciptanya evolusi kehidupan yang pada ujungnya dipercaya menguntungkan bagi manusia itu sendiri.

Film ini terdapat nilai filosofis dan motivasi. Banyak dialog yang diungkapkan oleh beberapa tokoh yang mengandung makna mendalam. Salah satu tokoh filsafat yang disebutkan sebanyak dua kali dalam film itu adalah Friedrich Nietzsche. Sebenarnya hal itu juga terkait dengan visi perusahaan Eteon yang ingin menjadikan manusia menjadi manusia unggul (ubermensch). Itu merupakan salah konsep manusia yang diimpikan oleh Nietzsche selama ini.

Brixton salah satu kaki tangan organisasi Eteon menafsirkan manusia unggul sebagai manusia yang kuat secara fisik. Baginya terminator atau manusia mesin adalah manusia yang sesungguhnya. Manusia mesin yang memiliki kekuatan tersebut menurutnya lebih manusiawi daripada manusia biasa yang lemah. Namun, saat film mau berakhir pernyataan itu terbantahkan. Ternyata bukan kekuatan fisik yang membuat manusia berharga tapi hatilah yang menentukan.

Selain sepeda motor canggih, film ini juga menyuguhkan aksi mobil mewah hingga mobil modifikasi khusus yang melakukan kejar-kejaran. Bukan film Fast and Furious bila tak ada adegan seperti itu. Tak hanya itu film ini juga menyuguhkan senjata api berteknologi satelit. Yakni, senjata yang sudah “terenkripsi” sehingga tidak sembarang orang bisa menggunakannya untuk menembak. Senjata itu terhubung dengan satelit yang itu sekaligus punya kelemahan bisa diretas. Akibatnya senjata bisa tak berfungsi sama sekali.

Film ini dipenuhi suguhan drama yang mengharukan. Selain drama percintaan dan pertemanan film ini juga sangat menonjolkan drama keluarga. Di mana hubungan kakak dengan adik begitu rukun sangat ditunjukkan. Apalagi sutradara juga menunjukkan kisah masa lalu mereka di saat masih kecil. Begitu rukun dan kompak saat melakukan aksi bersama-sama. Ditambah lagi saat film sudah mencapai tahap akhir ibu mereka begitu gembira melihat anaknya rukun lagi.

Selain menyuguhkan aksi tokoh berupa baku hantam, tembak-tembakan, meladakkan, dan sejenisnya film ini juga memberikan porsi dialog yang cukup panjang. Untuk kategori film aksi porsi dialognya sangat lama. Namun, itu tak membuat penonton bosan. Justru dialog yang dihadirkan bisa mengaduk-aduk perasaan dan juga bikin penonton jadi tambah penasaran. Bahkan pada dialog-dialog tertentu juga bikin penonton tertawa terbahak-bahak.

Happy ending film ini cukup pendek. Selebihnya tayangan happy ending diselingi dengan credit film (menampilkan teks nama-nama pihak yang berkontribusi). Setelah itu ada post credit yang cukup lucu tapi tak terkait dengan alur cerita secara langsung. Setelah beberapa lama ada post credit kedua yang sangat pendek. Ceritanya melanjutkan post credit yang pertama tadi. Bagi kalian yang terburu-buru lebih baik tidak usah melihat post credit kedua tadi sebab tidak terlalu penting. Selamat menonton.