Ulasan Film John Wick: Chapter 3 – Parabellum: Menyuguhkan Ketegangan Tiada Henti

Posted on 2 views

Film John Wick merupakan film petualangan seru yang dipenuhi misteri. Bukan petualangan yang dipenuhi humor maupun petualangan fantasi yang memanjakkan mata. Petualangan yang dilakukan oleh Wick ini merupakan petualangan yang dipenuhi pertumpahan darah.

Bagi kalian penyuka film aksi dijamin bakal menyukai film ini. Meski kalian belum pernah menonton film John Wick Chapter 2 kalian akan menikmati suguhan perkelahian tangan kosong, menggunakan pisau, dan tembak-menembak jarak dekat.

Bagi kalian yang tak suka adegan kekerasan dan kebrutalan lebih baik lebih banyak menutup mata. Sebab kucuran darah, jari dipotong, senjata yang menancap di kepala, dan adegan brutal lainnya sangat sering disuguhkan. Bisa dikatakan film ini tidak cocok untuk anak kecil.

 
Pemeran utama film John Wick (sumber gambar)

Tak hanya menyuguhkan aksi semata. Film ini juga menyuguhkan drama persahabatan. Di mana Wick sebagai pemeran utama beserta beberapa sahabatnya sedang diuji kesetiaan mereka. Apakah akan memilih keselematan nyawa sahabatnya atau memilih keselamatan nyawanya sendiri.

Bila kalian jeli terhadap dialog para tokoh dalam film maka kalian bisa menemukan beberapa kata-kata “mutiara” dari mereka. Sebut saja seperti “(setelah mati) Kau ingin dikenang sebagai apa?”. Lalu “Peraturan yang membedakan kita dengan binatang” dan lain sebagainya.
 
Film John Wick merupakan film yang bercerita tentang kehidupan “bunuh-membunuh” yang tak tersentuh oleh hukum resmi negara. Polisi tak mampu menyentuh kasus pembunuhan yang dilakukan oleh gerombolan pembunuh bayaran ini. Bahkan mengendus pun tidak akan bisa.
Di dalam film yang berkisah tentang perburuan terhadap John Wick ini juga terdapat seorang yang disebut “Ajudikator”. Tugas ajudikator dalam film ini adalah sebagai penengah antara para pembunuh bayaran yang terkena masalah karena melanggar aturan bersama dengan penguasa tertinggi mereka.

Ajudikator dalam film ini tugasnya ialah melakukan investigasi atau pemeriksaan lapangan terkait kasus pelanggaran yang telah dilakukan Wick. Ia merupakan perwakilan dari penguasa tertinggi kelompok pembunuh bayaran mempunyai hak memutuskan untuk melakukan tindakan tertentu sesuai dengan kondisi di lapangan.

John Wick merupakan film yang menggambarkan tokoh utamanya melakukan mission impossible. Ia harus bisa melepaskan diri dari kejaran para pembunuh bayaran lain yang ditugaskan oleh petinggi mereka Wick melakukan pelanggaran. Bisa dikatakan Wick harus melakukan tindakan di luar nalar untuk bisa terbebas dari jerat “hukum”.

Bagi kalian yang cinta Indonesia maka tak salah bila kalian patut bangga melihat film ini. Sebab ada sekitar 3-7 menit adegan film ini menggunakan bahasa Indonesia tanpa putus dengan diselingi perkelahian. Hal itu bisa terjadi karena Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman sebagai aktor Indonesia turut andil dalam film ini.

Bahasa Indonesia dilontarkan tidak hanya sepotong-potong atau sepatah kata. Banyak pelafalan bahasa Indonesia diutarakan dengan tegas dan jelas. Tepatnya lebih dari tiga kalimat keluar dari mulut dua artis Indonesia yang disebutkan di atas. Wick sebagai pemeran utamanya pun juga mendialogkan sebuah ucapan “sampai jumpa” pada mereka berdua.
Kualitas efek suara atau sound effect film ini sangat kuat. Pukulan, tembakan, dan tancapan senjata tajam di tubuh terdengar begitu jelas. Suaranya utuh “bulat” atau tidak pecah. Dengan kualitas efek dan cerita film John WIck maka tidak salah bila ada dugaan film ini akan memiliki kelanjutan. Bahkan akan dikembangkan lebih mendalam dan melebar.

Film ini tak menghadirkan sajian humor, percintaan, dan hubungan kekeluargaan. Namun, secara keseluruhan film ini cukup bagus. Mampu menghadirkan ketegangan, rasa penasaran, dan menggugah emosi. Selamat menonton.