Ulasan Film Spider-Man: Far From Home, Teman Spidey Ada yang Berhijab

Posted on 1 views

Film besutan Marvel yang ditunggu-tunggu setelah tayangnya Avengers: Endgame di hari ini akhirnya tayang juga. Yups, Spider-Man: Far From Home yang berkisah tentang Peter Parker yang sudah merencanakan berlibur ke Eropa dengan matang ternyata tak sesuai angan-angan.
 
Jauh dari rumah di Amerika Serikat untuk niat senang-senang tak membuat naluri super heronya luntur begitu saja. Spidey remaja yang masih berusia 16 tahun di tengah ego dan pubertas tak bisa lepas seratus persen dari misi penyelamatan bumi. Takdir seolah mengantarkannya ke sana.

Cerita film ini diawali dengan aksi Nick Fury dan asistennya Maria Hill sedang meninjau reruntuhan bangunan di area perkampungan. Setelah itu musuh dari dimensi lain muncul. Musuh itu berasal dari multivers lain. Berasal dari bumi versi dunia paralel yang lain. Kemunculan itu memunculkan multidimensi alternatif.
 
Masih di awal film, cuplikan in Memoriam Tony Stark, Captain America, dan Black Widow juga ditayangkan. Bukannya membuat penonton sedih malah yang ada mereka tertawa ketika melihat tampilan foto Tony. Jangan terkecoh, dari awal hingga pertengahan film inilah sutradara berhasil mengagetkan penonton. Ternyata orang yang dipercayai Peter telah berkhianat.
 
Film Spider-Man ini dipenuhi tawa penonton bioskop. Selama menonton gelak tawa penonton pecah bertubi-tubi. Hal itu wajar, sebab sisi kemanusiawian Spider-Man lebih ditonjolkan daripada sisi wibawanya. Bahkan bukan suatu hal yang berlebihan bila unsur lawak di film ini jauh lebih unggul daripada film Iron Man manapun.
 
Konon kekacauan pencampuran antar dimensi seperti di atas akibat jentikan jari Thanos. Tak hanya itu, ulah Thanos juga membuat hubungan sosial manusia di bumi menjadi kacau. Bagaimana tidak, seorang kakak yang pernah lenyap jadi debu akhirnya muncul lagi lima tahun kemudian pada akhirnya tampil lebih muda dari adiknya. Hitungan umur dari lahir berusia 21 tahun tapi tubuhnya berusia 16 tahun.

Nick Fury, Peter Parker, dan Beck (sumber gambar)

Peristiwa “The Blip” yaitu munculnya kembali orang-orang yang musnah jadi debu di film Avengers: Infinity War telah menyebabkan kekacauan. Hubungan suami istri yang salah satunya pernah “menghilang” ada yang jadi begitu renggang bahkan berakhir cerai. Hubungan pertemanan juga semakin membingungkan. Antara satu dengan yang lain yang tidak begitu kenal dijamin jadi “pangling”.

Isu yang santer bahwa Spiderman menjadi pengganti Iron Man tak sepenuhnya salah. Hal itu terlihat dalam alur cerita yang seakan memojokkan Peter Parker untuk menjadi New Iron Man. Sangat ketara sekali bahwa Spider-Man digadang-gadang menggantikan peran Tony Strak yang begitu fenomenal. Terlihat jelas bahwa figur Tony tak bisa dilepaskan begitu saja dalam kehidupan Peter.

Sebagaimana film Avanger Endgame pada Spider-Man: Far From Home juga menyuguhkan sisi manusiawi sang pahlawan super. Di mana, mereka juga punya privasi yang sebenarnya harus dihormati dan layak hidup normal sebagaimana manusia lainnya. Bahkan sisi manusiawi itu beberapa kai ditunjunkan secara detail. Salah satunya ialah smartphone milik peter layar kacanya retak. Khas seorang remaja yang tak hati-hati.

Pahlawan juga perlu berwisata atau berlibur bersama orang yang dicintai. Tak tanggung-tanggung juga harus merencanakan sedemikian rupa supaya acaranya sesuai angan-angan. Bahkan perencanaan itu begitu rinci lebih jlimet daripada rencana Peter dalam misi menyelematkan bumi dari makhluk jahat.

Bagaiamanapun Tony Strak tak akan bisa tergantikan. Bahkan oleh Spider-Man sekalipun. Si pemilik “hati besi” itu punya karisma yang tak hanya bisa menyuguhkan sisi komedi tapi juga jadi figur yang patut dicontoh. Di balik kemisteriusan, keegoisan, dan kearogannya, Stark nyatanya juga mau mengorbankan diri demi kembalinya bumi seperti sedia kala.

Latar cerita film ini yang berkonfrotasi dengan musuh semuanya terjadi di Eropa. Tepatnya di Itali, Belanda, Jerman, dan Ceko. Di mana Spiderman harus melawan dua musuh yang masing-masing punya kekuatan elemen dasar Air dan Api. Konon, dua musuh itu berasal dari bumi versi lain. Di mana setelah berhasil menghancurkan bumi di dunia alternatif itu mereka menerobos ruang dimensi untuk masuk ke dimensi bumi versi Spiderman.
 
Dalam menghadapi ancaman dua musuh itu Peter Parker tidak sendiri. Ia ditemani oleh sosok pahlawan super yang juga berasal dari bumi lain yang sama dengan makhluk jahat itu. Partnernya Peter itu juga memiliki misi balas dendam karena keluarganya terbunuh akibat ulah mereka. Tak perlu waktu lama bagi Spidey untuk mengaguminya sebagaimana ia pernah mengagumi Tony Stark. Peter merasa bahwa sosok itu lebih cocok menggantikan Stark daripada dirinya.
Si manusia laba-laba yang sedang berkarya wisata dengan teman kelas beserta gurunya itu salah satu temannya ada yang berhijab. Sosok cewek berjilbab tidak hanya dimunculkan sekali dua kali. Durasi tayangnya cukup lama untuk kategori film Hollywood genre superhero. Warna jilbab yang dipakai juga berganti-ganti menyesuiakan dengan setting cerita. Mulai dari warna putih, pink, hingga hijau.

Cerita film ini seakan ingin memastikan bahwa seorang yang punya kekuatan super tak akan pernah bisa hidup tenang. Terbukti, meski dalam keadaan liburan naluri pahlawan Peter untuk menyelamatkan manusia di sekitar tetap muncul. Mau tidak mau ia harus ikut serta dalam misi kemanusiaan itu. Tentu itu juga sekaligus untuk melatih Peter yang masih remaja untuk belajar tanggung jawab.

Plot twist (perubahan alur cerita secara tajam sehingga merubah jalannya cerita) film ini sangat menghenyakkan. Cerita film tak sesuai dengan trailer film. Perubahan alur cerita berputar balik sejauh 180 derajat. Ternyata ada musuh dalam selimut. Ada orang yang ingin mendekati Peter tapi punya maksud licik. Ada udang dibalik batu. Bisa dikatakan ia merupakan antagonis paling brengsek diantara yang terbrengsek.

Film ini memilik dua post credit. Baik yang pertama maupun yang terakhir semuanya sama-sama penting untuk diketahui. post credit pertama untuk memancing penonton menebak-nebak jalan cerita film yang melibatkan Spider-Men selanjutnya. Adapun yang kedua untuk mengungkap makhluk apa yang sebenarnya menyamar menjadi Nick Fury dan Maria Hill. Saya yakin bagi kalian penggila film Marvel bakal tak menduganya.

Oh ya lupa, sebelum diakhiri ulasan film ini perlu kalian ketahui aksi Spidermen yang menggunakan kostum robotik tak akan kalian temui. Jubah Spider-Man versi iron man kurang begitu ditampilkan perannya. Jangan sekali-kali berharap akan keluar bom darinya. Pun, jangan berharap akan ada kaki laba-laba yang terbuat dari metal menjulur menghajar musuh.