Ulasan Film Stuber: Artis Indonesia Iko Uwais Tampil Dengan Durasi Lama

Posted on 1 views

Tadi malam salah satu tim *Muaramedia* untuk kedua kalinya menjajal midnight show. Yakni, pertunjukkan film bioskop yang diadakan tengah malam antara pukul 23.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB. Tergantung durasi film serta kapan film itu dimulai. Untuk film Stuber sendiri tadi malam diputar pukul 23.40 WIB di salah satu bioskop Kota Malang.

Film Stuber merupakan film yang alur ceritanya sederhana dengan setting cerita utama pendek. Berkisah tentang petualangan sopir aplikasi taksi online yang bermerk Uber bersama seorang polisi ambisius. Seharian penuh mulai siang beranjak hingga malam hari si sopir terpaksa harus menemani polisi menangkap Tedjo (diperankan Iko Uwais) sang gembong narkoba.

Kisah film ini bisa semakin menarik sebab Vic (diperankan Dave Bautista) sangat terobsesi untuk menuntaskan kasus lama Tedjo yang sudah lama terpendam. Ditambah lagi 6 bulan yang lalu rekan Vic meninggal di tangan Tedjo yang ia lihat sendiri dengan mata kepalanya. Rasa gregetan, marah, dan penasaran terhadap eksistensi Tedjo bercampur jadi satu.

Film ini diawali dengan lagu pendek yang cukup menarik. Setelah itu Vic bersama seorang rekan polisinya berbincang tentang Tedjo yang sangat sulit untuk disentuh. Tak lama setelah itu tiba-tiba Tedjo muncul di hadapan mereka berdua. Kontan saja Iko Uwais yang berperan sebagai Tedjo langsung menunjukkan aksinya di awal film. Iko langsung beraksi seru baku hantam dengan Dave Bautista cukup lama.

Tak hanya serangan jarak pendek dengan pukulan yang menjadi ciri khas aksi Iko. Mereka berdua juga terlibat aksi kejar-kejaran disertai tembakan. Sayang, pertunjukkan laga antara polisi dengan penjahat itu yang cukup membuang waktu itu harus berakhir dengan tragis. Hal tak terduga terjadi dalam ujung perkelahian mereka itu. Ditambah lagi Tedjo mampu melarikan diri sehingga Vic sangat kecewa berat. 

Enam bulan kemudian setelah kejadian di atas Vic juga belum bisa move on dengan trauma masa lalunya itu. Meski keadaan matanya sedang dalam kondisi perawatan dan belum bisa melihat secara sempurna Vic tetap ngotot untuk memenjarakan Tedjo. Hingga pada akhirnya karena keterbatasan penglihatannya itu ia terpaksa harus naik moda transportasi taksi online untuk mengurusi kasus Tedjo sendirian.

Iko Uwais (sumber gambar)

Awalnya memang antara Vic dengan sopir Uber itu tidak ada kecocokkan. Banyak cekcok antara mereka berdua karena keduanya memang beda karakter. Bagai bumi dengan langit. Namun persamaan mereka adalah memiliki tekat baja untuk mewujudkan impiannya. Vic ingin menangkat Tedjo bagaimanapun caranya sedang sang sopir bertekat tak mau meng-cancel calon penumpangnya agar tidak kena pecat. Bahkan berambisi ingin mendapat 5 bintang dari penumpang.

Saat film ini sedang “memperkenalkan” karakter sopir Uber  di atas kemunculan Iko Uwais ditiadakan. Barangkali sutradara masih ingin menunjukkan bagaimana chemistry antara Vic degan sang sopir bisa terbangun. Baru setelah mereka berdua klop kemudian dihadapkan untuk melawan balik Tedjo yang ternyata malah mengejar mereka berdua. Bisa dikatakan durasi lama Iko Uwais tampil dalam film paling banyak terjadi di awal film dan akhir film. Di tengah-tengahnya Tedjo sedang “disibukkan” urusan lain.

Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa film ini tidak ramah dengan penonton anak-anak. Memang sih, tidak terlalu banyak pertumpahan darah. Pun tidak ada perkelahian yang sadis sehingga ada adegan tangan patah atau tertembak. Namun, ada beberapa adegan yang menganggu. Salah satunya saat wajah Vic tertancapi beberapa mata pancing. Serta ada adegan yang cukup lama mempertontokan tarian lelaki telanjang.  Bahkan “tonjolan” kelaminnya cukup nampak.

Hal yang tak kalah untuk diperhatikan lainnya ialah saat salah satu tokoh muntah “besar” karena satu alasan sehingga nampak jorok. Bagi kalian yang sedang minum maupun makan cemilan seperti pop corn harus siap-siap tidak nyaman untuk sejenak. Mungkin dengan adegan itu sutradara berharap akan menimbulkan kelucuan. Namun sayang bagi penonton Indonesia itu merupakan adegan yang cukup menjijikkan.

Drama komedi dalam film ini sebenarnya sudah mulai dimunculkan sejak awal tayangan. Namun, tingkat kelucuan yang benar-benar bikin tawa baru muncul di pertengahan film. Sangat lucu sekali. Bila di awal film mungkin penonton akan malu-malu untuk tertawa atau mungkin masih mikir dulu mau tertawa tidak tapi bila sudah di tengah mereka akan tertawa lepas.

Selain drama komedi, film ini juga dipenuhi drama keluarga dan drama percintaan. Serta drama pertemanan yang menunjukkan satu hubungan pertemanan yang erat sehingga bisa saling membantu. Serta ada hubungan pertemanan yang di luar dugaan yang berkhianat demi mendapat uang. Semua hal tak terduga itu bisa kalian temukan jawabannya saat film menjelang berakhir. Akan ketahuan siapakah yang dalam hubungan pertemanan telah berkhianat.

Sebelum diakhiri, selain “mempromosikan” Uber nampaknya film ini juga sedang mempromosikan kendaraan listrik yang canggih. Yups, mobil taksi online Uber itu menggunakan teknologi terbaru yang berbahan bakar listrik. Silakan kalian nilai sendiri performa kendaraan itu saat melihat film Stuber. Selamat menonton. Jangan lupa bahagia.