Home Blog

7 Cara Menjaga NKRI Dari Perpecahan!

0

Manusia merupakan makhluk yang berbeda dengan makhluk hidup lain, mempunyai pikiran, akal, dan perasaan.  Namun, dengan segala pikiran, akal, dan perasaannya manusia tidak dapat hidup sendiri.  Manusia membutuhkan orang lain atau manusia lain dalam hidupnya.  Oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk sosial.  Dan akibat dari pergaulannya dengan manusia lain, maka kehidupannya tidak selalu berjalan mulus.  Beberapa di antaranya akan timbul persinggungan dan gesekan dengan manusia lain.  Karena setiap manusia pada dasarnya unik, dan tidak bisa disamakan.

Untuk menghindari persinggungan atau gesekan dengan manusia lain atau kelompok masyarakat lain, maka dikembangkan sikap hidup toleransi.  Sikap yang harus dimiliki setiap manusia bila ingin hidupnya berhasil di tengah-tengah masyarakat.  Sikap tolerasni ini juga hadir karena keanekaragaman manusia, baik secara fisik, akal, perasaan, pendapat, hingga perbedaan suku, warna kulit, ras, dan agama.

Makna Toleransi

Tidak banyak dibahas, toleransi berasal dari bahasa latin “tolerare” yang artinya sabar dan  menahan diri atau membiarkan terhadap sesuatu yang terjadi.  Dari arti kata tersebut, maka makna fungsi toleransi dalam kehidupan dikembangkan menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

  • Toleransi adalah sikap atau perilaku yang saling menghormati dan menghargai semua tindakan orang lain selama tindakan tersebut sesuai aturan dan norma dalam masyarakat yang ada.
  • Toleransi adalah sikap terbuka dan menghargai suatu individu atau masyarakat terhadap segala bentuk keanekaragaman yang ada.
  • Toleransi juga dapat berarti saling menghormati dan menghargai perbedaan dengan orang lain, sehingga antar individu dapat saling belajar dan menolak kesenjangan budaya sekaligus menolak segala bentuk stereotif yang tidak adil terhadap seseorang atau sekelompok orang.
  • Toleransi juga berarti sikap dan perbuatan yang tidak diskriminasi terhadap kelompok yang berbeda, selama orang tersebut tidak melanggar aturan dan norma yang ada.

Toleransi dalam Beragama

Ada berbagai bentuk toleransi di dunia ini, sesuai dengan berbagai bentuk keragaman yang ada.  Ada toleransi beragama, toleransi antar suku, toleransi dalam berpolitik, dan lain-lain.  Sesuai judul dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang toleransi beragama.
Toleransi contoh sikap tolerasi antar umat beragama ialah sikap diri kita sebagai individu atau sebagai kelompok yang dengan keyakinannya kepada Tuhan Yang Maha Esa terhadap individu atau kelompok yang berbeda.  Toleransi tersebut dikembangkan dalam bentuk saling menghormati dan saling menghargai atar sesame umat beragama. Toleransi yang tidak mengijinkan perbuatan diskriminatif terhadap pemeluk agama lain. Yosef Lalu, pada tahun 2010 mengemukakan bahwa toleransi beragama terbagi atas 3 jenis, sebagai berikut:

1. Toleransi Negatif

Toleransi individu atau kelompok terhadap keyakinan individu atau kelompok lain yang berbeda, di mana isi atau ajaran serta penganutnya tidak dihargai namun dibiarkan saja. Berbeda dengan masyarakat yang tidak menghargai isi dan umat yang berkeyakinan berbeda karena tidak sesuai dengan aturan negara dan norma. Pada keyakinan yang tidak sesuai dengan aturan dan norma, biasanya akan ditegakkan dengan pembubaran atau pengusiran terhadap umat yang meyakininya.  Sedangkan pada toleransi negatif, isi dan umatnya tidak dihargai namun dibiarkan selama masih menguntungkan kelompok agama lain yang ada. Contoh tpleransi negative ini adalah masyarakat Indonesia membiarkan komunis dan ajarannya di zaman baru merdeka. Karena dianggap pada saat itu, komunis menguntungkan posisi Indonesia yang saat itu bersebrangan dengan Barat atau anti Amerika, dengan berdirinya poros Indonesia – Peking.

2. Toleransi Positif

Contoh sikap toleransi antar umat beragama yang banyak diimplementasikan oleh berbagai agama dan berbagai masyarakat di dunia. Toleransi ini tidak menghargai isi atau ajaran agama lain yang berbeda, namun menghargai pemeluk atau penganutnya. Contoh pelaksanaan toleransi ini ada di hampir setiap agama yaitu meyakini hanya agama yang dianutnya saja yang paling benar. Namun, dalam hubungannya dengan penganut agama lain tetap saling menghargai dan saling mengormati, karena agama adalah sifat-sifat hak asasi manusia.

3. Toleransi Ekumenis

Toleransi yang menghargai semua bentuk perbedaan, baik toleransi terhadap isi/ajaran keyakinan individu lain dan toleransi pada setiap umat yang memeluknya. Toleransi jenis ini umumnya meyakini bahwa agama dan keyakinan yang berbeda, sama-sama benar, dan mempunyai tujuan yang sama. Contoh toleransi jenis ini adalah toleransi terhadap sesame pemeluk agama yang sama dengan aliran atau paham yang berbeda.

Toleransi dalam Beragama di Indonesia

Indonesia mengakui adanya 5 agama yang dianut masyarakatnya, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Sungguh suatu keberagaman yang cukup banyak. Apalagi bila ditambah dengan berbagai agama lain yang dianut oleh warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Agama yang dianut warga negara asing selama sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia juga harus dihargai. Sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang menjadi dasar negara, yaitu Pancasila, maka toleransi beragama di Indonesia dikembangkan.

Nilai-nilai luhur pancasila tersebut sesuai dengan sila yang tercantum dalam Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. UUD 1945 pasal 29 ayat 2, menguatkan tentang perlunya toleransi beragama yang harus dilaksanakan di Indonesia “negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Tidak mudah menjalankan toleransi dalam beragama di Indonesia yang bercampur dengan perbedaan suku, dan perbedaan-perbedaan lain yang menjadikannya semakin beragam. Beberapa kali terdengar pergesekan antar umat beragama di Indonesia.   Yang dengan semangat persatuan dan kesatuan masih bisa diatasi.  Beberapa penyebab munculnya pergesekan dan ketegangan antar umat beragama antara lain, sebagai berikut:

  • Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh pemeluk agama tentang agamanya sendiri dan agama orang lain, sehingga yang sering adalah salah mengambil sikap.
  • Tidak adanya pemahaman yang jelas tentang memegang teguh keyakinan beragama dan toleransi.  Misalnya, pemahaman toleransi dalam beribadah adalah membiarkan orang ayng beragama berbeda menjalankan ibdahnya, tidak termasuk ikut serta dalam ibadah satu perayaan agama orang lain.
  • Sifat dari setiap agama yang mengandung misi dakwah dan tugas dakwah, berarti dapat mengajak orang lain atau menasehatinya untuk memeluk agama yang dianutnya.  Selama hal tersebut tidak dilakukan dengan memaksa dan tidak dengan menghina agama lain dan penjelasan yang sesuai logika, maka tidak akan menimbulkan ketegangan.
  • Kurangnya saling menghargai dalam perbedaan pendapat, sehingga terkadang emosi ikut terbawa dalam perdebatan yang tidak sehat. Saling mencurigai antar contoh sikap toleransi antar umat beragama yang berlebihan.
  • Para pemeluk agama yang tidak dapat mengontrol diri sehingga dapat memandang rendah agama orang lain. Misalnya, ketidaksetujuan atas ajaran agama orang lain yang dilakukan dengan cara mencaci maki.

Untuk menghindari hal-hal di atas maka wujud toleransi harus lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Setiap umat beragama hendaknya dapat memahami agamanya lebih baik, sehingga akan lebih baik pula bersikap terhadap orang yang berbeda agama.  Persatuan di atas perbedaaan atau pluralitas hanya dapat tercapai jika masing- masing kelompok yang berbeda dapat saling berlapang dada.  Manfaatnya pun untuk kehidupan diri kita sendiri. Manfaat tersebut antara lain:

Setelah secara rinci kita memahami makna toleransi, sebab-sebab terjadinya pergesekan antar contoh sikap toleransi antar umat beragama di Indonesia, dan manfaat toleransi beragama secara umum, sebaiknya kita mengetahui wujud nyata toleransi dalam beragama. Hal ini diperlukan, agar kita lebih mengetahui dan dapat melaksanakan toleransi beragama dengan lebih mudah.  Wujud nyata tersebut tercermin dalam contoh sikap toleransi dalam beragama di masyarakat. Contoh-contohnya, sebagai berikut:

  1. Menghormati Hak dan Kewajiban Antar Umat Beragama

Hak dan kewajiban umat beragama di Indonesia pada dasarnya sama, yaitu hak dan kewajiban  warga negara Indonesia. Oleh karena itu, saling menghormati merupakan contoh pertama sikap toleransi beragama.

Artikel Lainnya:

  • Contoh Konflik Sosial dalam Masyarakat – Norma-norma DalamMasyarakat
  1. Membangun dan Memperbaiki Sarana Umum

Membangun jembatan di suatu desa, memperbaiki jalan kampung bersama-sama dapat dilakukan bersama-sama tanpa membedakan perbedaan agama yang dianut.

  1. Membantu Korban Kecelakaan dan Bencana Alam

Membantu korban bencana alam dan korban kecelakaan juga merupakan bentuk toleransi dalam beragama.  Ketika membantu dan menolong sesama, seseorang tidak ditanyakan apa agamanya terlebih dahulu baru dibantu. Atau sebaliknya, orang yang mau membantu tidak akan ditanyakan apa agama yang dianutnya.

  1. Gotong Royong Membersihkan Kampung

Secara bersama-sama masyarakat dapat membersihkan kampung atau desanya. Kampung adalah milik bersama yang harus dipelihara kebersihannya tanpa membedakan agama dan kepercayaan yang diyakini seseorang.

  1. Menghormati Ibadah Orang Lain

Saling menghormati orang yang sedang melakukan ibadah menjadi faktor yang penting toleransi beragama. Contohnya, jika hari raya Nyepi di Bali, maka seluruh masyarakatnya ikut menghormati dengan berdiam diri di rumah masing-masing tanpa membedakan agamanya. Begitu pula jika hari Raya Idul Fitri, ummat Islam tidak diganggu kegiatan ibadah sholat Iednya yang memang akan lebih ramai dari sholat biasa.

  1. Tidak Memaksakan Agama Kepada Orang Lain

Meskipun tiap agama pada dasarnya mempunyai misi dakwah atau mengajak orang lain, tetap perlu disadari misi dakwah tidak bersifat memaksa. Apalagi orang tersebut sudah memiliki agama yang diyakininya.

  1. Saling Menyayangi

Meskipun berbeda agama, dengan tetangga atau teman tetap saling menyayangi.  Karena kita sama Bangsa Indonesia. Dengan saling menyayangi, kita juga dapat memperluas pergaulan dan pengetahuan dengan tidak terbatas ruang dan waktu. Selama teman tersebut tidak bertentangan dengan aturan di negara Indonesia.

Demikian artikel tentang toleransi beragama. Semoga dengan adanya contoh-contoh yang telah disebutkan dapat menginspirasi kita semua untuk lebih mempertinggi toleransi. Toleransi yang tiggi terhadaps sesama merupakan salah satu upaya menjaga keutuhan NKRI.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Gelombang Cinta

0
Tanaman Hias Gelombang Cinta
Tanaman Hias Gelombang Cinta

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Hias Gelombang Cinta – Tanaman anthurium atau yang dikenal sebagai tanaman hias gelombang cinta merupakan termasuk ke dalam family Araceae. Tanaman ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu anthurium daun dan anthurium bunga.

Tanaman hias gelombang cinta ini banyak disenangi oleh setiap orang, karena bentuk daunnya yang begitu indah, unik, dan bervariasi. Awalnya bunga tanaman hias gelombang cinta ini sangat diburu oleh para kolektor tanaman hias karena keindahannya yang begitu menawan.

[artikel number=3 tag=”biologi” ]

Disebut demikian karena tanaman hias ini dapat dinikmati dari setiap bagian tanamannya, yaitu bunganya yang indah dan daunnya yang begitu unik dan indah. Bahkan, telah menjadi hiasan yang umum di taman istana maupun tempat lain di istana.

Tanaman Hias Gelombang Cinta
Tanaman Hias Gelombang Cinta

Klasifikasi Tanaman Hias Gelombang Cinta

  • Kingdom         : Plantae (tumbuhan)
  • Subkingdom    : Viridiplantae
  • Infra Kingdom : Streptophyta
  • Super Divisi    : Embryophyta
  • Divisi               : Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh)
  • Sub Divisi       : Spermatophyta
  • Kelas               : Mangoliopsida
  • Subkelas          : Lilianae
  • Ordo                : Alismatales
  • Familia            : Araceae (suku talas-talasan)
  • Genus              : Anthurium Schott

Species

  • Anthurium palmatum (L.) Schott
  • Anthurium cordatum (L.) Schott
  • Anthurium acaule (Jacq.) Schott
  • Anthurium dominicense (L.) Schott
  • Anthurium andraeanum Linden
  • Anthurium crenatum (L.) Kunth
  • Anthurium X selloum K. Koch (pro sp.)
  • Anthurium scandens (Aubl.) Engl.
  • Anthurium Plowmanii
  • Anthurium jenmanii Engler

Morfologi Tanaman Hias Gelombang Cinta

Tanaman hias gelombang cinta mampu beradaptasi dengan baik, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi yang memiliki ketinggian hingga mencapai 1400 m di atas permukaan laut.

Tanaman ini membutuhkan intensitas cahaya matahari yang cukup sekitar 30 – 60%. Intensitas cahaya yang terlalu tinggi mampu mengakibatkan tanaman menguning dan warna daun menjadi pudar dengan bercak putih.

Namun, bila intensitas cahaya terlalu rendah, maka tanaman tidak akan mampu bertumbuh secara optimal dan produktivitas bunga akan menjadi menurun serta terjadinya perlunakan batang.

Akar Anthurium

Tanaman anthurium memiliki perakaran yang banyak dan berwarna putih. Pertumbuhan akar anthuium menyebar ke segala arah, hal ini mengakibatkan tanaman ini membutuhkan media tanam yang porous.

Batang Anthurium

Batang pada tanaman anthurium tidak terlihat, karena tergolong sebagai tumbuhan berpembuluh.

Hal ini disebabkan batangnya yang tertanam di dalam tanah atau media tanam. Namun, apabila tanaman sudah dewasa, maka batang anthurium akan berkembang dan membesar menjadi berbentuk bonggol.

Batang tanaman ini berbuku-buku, tidak berkayu, dan cenderung berair. Apabila tanaman sudah tumbuh menjadi tua, makan akan banyak daun bagian bawah yang rontok dan batang dapat terlihat di atas permukaan tanah. Tanaman hias ini seringkali disebut sebagai evergreen dan tidak mengenal fase dormansi.

Selain itu, tanaman ini hidup secara epifit dengan menempel  pada tanaman lain dan dapat hidup secara terrestrial di dasar hutan.

Daun Anthurium

Daun yang dimiliki oleh tanaman hias gelombang cinta ini bersusun kompak dan tebal serta kaku. Bentuk daunnya bermacam-macam, dimulai dari bentuknya yang seperti jantung, lonjong, lancip, dan memanjang.

Daun ini memiliki ujung daun yang meruncing serta pertulangan daun yang besar dan menonjol. Adapun permukaan daun anthurium bersifat mengkilap dan terdapat gurat daun yang terlihat jelas. Panjang daun bahkan dapat mencapai 10 hingga 30 cm.

Bunga Anthurium

Bunga yang dimiliki oleh tanaman hias gelombang cinta ini berumah satu, dimana dalam satu bunga terdapat sel gamet betina dan jantan.

Bunga ini terdiri atas tangkai, mahkota dan tongkol, kemudian selanjutnya bunga ini akan menjadi satu kesatuan membentuk layaknya ekor.

Bunga jantan ditandai dengan adanya benang sari yang dapat ditemukan pada bunga, sedangkan bunga betina ditandai dengan adanya lendir pada bunga. Putik dan tepung sari seringkali menempel pada bagian tongkol.

Buah dan Biji Anthurium

Tanaman hias gelombang cinta memiliki buah yang berbentuk bulat dan menempel di bagian tongkol. Buah yang masih muda akan berwarna hijau, sedangkan buah matang akan berwarna merah.

Biji buah yang sudah masak akan lepas dari tongkol dan digunakan untuk perbanyakan tanaman. Bibit tanaman hias gelombang cinta ini akan dihasilkan dari perbanyakan biji yang pada umumnya memiliki sifat berbeda dari induknya.

Manfaat Tanaman Hias Gelombang Cinta

Berikut ini adalah manfaat tanaman hias gelombang cinta yaitu:

  1. Tanaman hias yang sesuai sebagai hiasan indoor ataupun outdoor. Hal ini disebabkan keunikan dan keindahan bunga dan daun dari tanaman hias gelombang cinta, sehingga sesuai sebagai hiasan
  2. Penyejuk ruangan. Tanaman hias ini diklasifikasikan sebagai tanaman autotrof sebab mampu melakukan fotosintesis sendiri. Dari hasil fotosintesis akan dihasilkan gas oksigen yang akan menyejukkan ruangan dan membuat ruangan menjadi lebih nyaman. Hal ini akan sangat sesuai untuk ditempatkan pada ruang kerja Anda, bahkan dapat membantu Anda mengurangi rasa stres pada pekerjaan.
  3. Tanaman hias gelombang cinta dapat dijadikan sebagai investasi karena harganya yang terbilang cukup tinggi dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Maka, apabila Anda ingin budidaya tanaman gelombang cinta, hal ini termasuk investasi yang baik bagi Anda di kemudian hari. Selain itu, tanaman hias gelombang cinta ini termasuk mudah dalam cara penanganannya.

Klasifikasi dan Morfologi Pakis Haji

0
Klasifikasi dan Morfologi Pakis Haji
Klasifikasi dan Morfologi Pakis Haji

Klasifikasi dan Morfologi Pakis Haji –  Saat ini pakis haji banyak ditanam sebagai tanaman hias di taman-taman. Cocok di tanam pada sudut rumah maupun sebagai pemanis pada taman kota.

Padahal, dalam lingkungan atau habitat aslinya. Pakis haji bisa dijumpai di daerah dataran tinggi dengan suhu yang dingin.

Mengingat, nilai jual dan kandungan manfaat nutrisi yang baik, maka pakis haji mulai banyak dibudidayakan di perkotaan sebagai konsumsi makanan sehari-hari masyarakat dan dijual di tukang sayur.

Ciri – ciri pakis haji, memiliki daun berwarna hijau tua. Daunnya berbentuk sangat unik yang menyerupai daun palem tetapi ukurannya kecil.

Sehingga apabila ditanam di kebun halaman rumah atau tanaman hias dapat menambah keindahan teras rumah dan  membuat taman menjadi lebih asri.

Tetapi sebenarnya antara pohon palem dan pakis haji memiliki kerabatan yang sangat jauh. Mungkin karena susunan anak daunnya yang tersusun berpasangan menjadikan kedua jenis tanaman ini terlihat sama.

Sedikit informasi tentang klasifikasi dan morfologi pakis haji bagi yang akan mencoba budi daya tanaman ini:

[artikel number=3 tag=”biologi” ]

Klasifikasi Pakis Haji

Pakis haji disebut juga  dengan nama sikas diambil dari istilah latinnya Cycas adalah sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakishaji atau Cycas dan juga merupakan satu-satunya genus dalam suku pakishaji-pakishajian (Cycadaceae).

Beberapa spesies yang biasa ditanam di Indonesia yang banyak dijumpai ditaman-taman rumah atau taman kota yang mirip pohon palem itu namanya adalah Cycas Rumphii, Cycas  javana, serta Cycas revoluta ( sikas jepang)

Berikut klasifikasi ilmiah pakis haji :

  • Kingdom          : Plantae
  • Divisi               : Cycadophyta
  • Kelas                : Cycadopsida
  • Ordo                : Cycadales
  • Family             : Cycadaceae
  • Genus              : Cycas
  • Species            : kurang lebih ada 100 jenis species

Morfologi Pakis Haji

Pakis Haji memiliki ciri-ciri fisik atau morfologi sebagai berikut :

Berbentuk pohon

Pakis haji memiliki bentuk seperti pohon palem. Akan tetapi, batang pokoknya lebih pendek dan rendah.

Mirip palem

Dari segi ciri ciri dan bentuk menyerupai palem. Namun, bukan termasuk keluarga atau spesies palem.

Usia bisa menahun

Sebagai pohon hias atau tanaman hias, pakis haji dapat hidup selama puluhan tahun.

Dapat mencapai tinggi 4 meter

Tinggi pakis haji dapat mencapai 4 meter. Ukuran yang tidak terlalu tinggi, masih relatif aman untuk ditanam di sekitar rumah karena tidak terlalu membahayakan lingkungan sekitarnya.

Lingkungan tempat tinggal

Pakis haji adalah jenis tanaman yang mirip pohon palem. Dapat tumbuh hingga hitungan tahun dan mencapai tinggi sampai 4  meter.

Akar

Akar pakis haji termasuk dalam sistem akar tunggang atau radix primaria.

Batang

Batang pokok pakis haji juga menyerupai palem. Ciri ciri batang pokok pakis haji berupa batang tegak lurus dengan diameter sekitar 30 cm. Pola percabangan batang adalah monopodial.

Daun

Daun pakis haji secara sepintas terlihat seperti keris. Dengan daun majemuk yang menyirip atau yang lebih dikenal dengan paripinnatus. Anak daun bercabang hingga pucuk. Pucuk daun yang masih muda menggulung, seperti pada daun paku.

Bunga

Bunga pakis haji masuk dalam kategori monoecus. Pada strobilus betina, bunga terdiri dari megasprofil berbentuk seperti senjata keris yang berluk-luk. Di dalamnya terdapat ovulum dua buah atau lebih tepat pada bagian tepi carpelum.

Sementara, pada strobilus jantan. Mikrosporofil membentuk sisik yang susunannya rapat.

Biji

Biji pakis haji berbentuk bulat- bulat seperti pohon palem. Namun, mikrosporofil bentuknya menyirip dengan calon biji dua buah hingga 5 buah tepat pada permukaan carpelum.

3 Cara agar Blogger Bisa Terima Pembayaran setiap Bulan dari Google Adsense

0

Bagi pejuang Google Adsense sejati bisa dapat gaji setiap bulan adalah harga mati. Sebab hidupnya memang “tergantung” pada Google Adsense. Hari-harinya memang sengaja difokuskan untuk mengembangkan akun konten (Blog dan YouTube) serta akun Google Adsense miliknya. Tiada hari tanpa berinovasi. Baik inovasi untuk konten maupun inovasi cara meningkatkan pendapatan.

Sayangnya, pemain Google Adsense pemula biasanya masih bimbang. Mengalami dilema. Ingin menjadi Google Adsense sebagai sampingan saja atau sebaliknya menjadi penghasilan utama. Sebaiknya hal itu harus diluruskan dulu niatnya. Seperti dalam usaha lainnya kebanyakan orang ingin berusaha dengan cara mudah tapi bisa berpenghasilan lumayan perbulan. Sayangnya Google Adsense tak semudah itu. Apalagi jika bermain sendirian.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan supaya Blogger bisa menerima pembayaran tiap bulan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Bekerja Secara Kelompok 

Membentuk tim adalah salah cara supaya akun Google Adsense kalian bisa menerima gaji tiap bulan. Untuk konten tulisan di blog setidaknya harus ada 4 atau 5 anggota yang bertugas untuk menulis secara rutin tiap bulan. Masing-masing orang ditargetkan minimal membuat 10 tulisan tiap bulannya untuk blog utama.

Adapun blog “bayangan” diisi seperlunya saja untuk jaga-jaga saat blog utama sedang turun penghasilannya blog “bayangan” ini bisa dipromosikan secara besar-besaran. Dari hasil promosi di medsos atau media lainnya yang dilakukan bersamaan oleh seluruh anggota idealnya bisa menutupi kekurangan blog utama.

Banyak blogger yang berpenghasilan besar punya tim khusus. Kadang hubungan antar anggota kelompok bisa setara karena hubungan pertemanan atau kekerabatan. Namun, ada juga hubungannya bersifat antara atasan dengan bawahan, antara senior dengan junior, dan antara suhu dengan pemula.  

2. Rutin Posting Setiap Hari Minimal 2 Hingga 3 Tulisan

Bila kalian tidak punya tim dan tak punya Blog “bayangan” maka setidaknya kalian harus menulis dua atau tiga tulisan tiap harinya. Tentu tulisan yang dibuat bukan asal-asalan. Bukan pula tulisan hasil plagiat atau copas sebagian maupun seluruhnya dari karya orang lain. 

Tulisan yang disusun memang benar-benar yang dibutuhkan oleh pembaca sehingga membuat pembaca betah berkunjung sehingga kelak mau balik lagi. Pembaca harus diberikan banyak suguhan tulisan agar mereka beranggapan bahwa Blog kalian memang bisa dijadikan sumber bacaan dadakan.

Sekitar 5% dari ratusan hingga ribuan postingan yang kalian tulis berada di level page one Google sudah bagus. Angka tersebut sudah mampu untuk memperkenalkan blog kalian pada calon pembaca. Bila tulisan kalian menarik maka pembaca akan balik lagi ke blog kalian. Bila beruntung kalian akan mendapat pembaca fanatik yang setia mengunjungi setiap hari. 
 
3. Promosi Besar-besaran

Setelah Blog kalian sudah “mapan” karena banyak konten, tampilan bagus, dan memanjakkan pembaca maka langkah berikutnya adalah promosi. Waktu untuk promosi ini tidak pendek, bisa berjam-jam, berhari-hari, hingga berminggu-minggu. Bahkan ada yang harus setiap hari melakukan promosi di media sosial agar bisa PO (Payout) setiap bulan.

Selain media sosial promosi juga dapat dilakukan secara berbayar di Google Ads atau Google AdWords (bukan Google Adsense). Bisa juga dilakukan secara manual di lapangan seperti memasang stiker cetak, menyebarkan brosur, dan ajakan secara lisan kepada siapa saja orang di sekitar. Targetkan pada orang yang tidak tahu dunia Google Adsense.

Promosi sangat penting bagi kalian yang tidak bisa menjalankan trik SEO secara baik. Tentu dalam kata-kata promosi yang dibuat harus bisa “memancing” calon pembaca mau berkunjung. Buatlah kata-kata menggoda yang mampu membikin calon pembaca semangat membuka Blog kalian. Strategi promosi yang baik sangat diperlukan agar sesuai target.




Itulah trik yang dapat kami berikan berdasar pengalaman. Semua pernyataan di atas sebagian sudah diterapkan dalam Blog *Muaramedia* ini. Serta ada beberapa Blog bayangan yang kami miliki yang tidak diketahui oleh publik. Tanda pembayaran di atas bukan bertujuan untuk pamer atau menyombongkan diri tapi sebagai bukti bahwa kami tidak hanya berteori semata. Semoga bisa menjadi penggugah bagi kalian.

Ulasan Film Angel Has Fallen: Menghadirkan Bukti Bahwa Fitnah Memang Lebih Kejam dari Pembunuhan

0

Film ini adalah salah satu jenis film yang alur ceritanya paling saya sukai. Tidak banyak cing-cong langsung bak-bik-buk. Bilapun ada percakapan antar tokoh bahasannya sangat terkait dengan alur cerita. Tidak melebar ke mana-mana sehingga membuat penonton bosan karena kebingunan dan monoton. Terbukti, film ini juga diawali dengan aksi penuh tembak. Namun, adegan pembuka film itu bukan pemanis belaka.
 
Suara dentuman bom dan tembakan begitu mantap. Efek soundnya sungguh terasa hingga membuat jantung berdebar. Wajar hal itu terjadi karena film ini mengisahkan tentang pasukan keamanan rahasia kepresidenan Amerika atau Paspampres. Mereka adalah tentara yang punya keahlian dan terlatih secara khusus. Namun, sayangnya film ini menggambarkan bahwa jadi Paspampres  itu tak mudah. Segalanya harus dikorbankan untuk melindungi Presiden. Termasuk nyawa dirinya sekalipun.

Alih-alih bisa terus berdekatan dengan presiden serta ikut kecipratan enaknya fasilitas kepresidenan. Malah yang ada mereka bisa menjadi tumbal untuk melindungi Presiden dari para mafia senjata dan pengkhianat negara. Tak hanya itu nama baik juga dipertaruhkan. Salah satunya dicap sebagai tersangka percobaan pembunuhan Presiden. Nah, film ini menyuguhkan alur dan sajian dari tayangan ke tayangan lain secara apik tentang kisah “perjuangan” anggota Paspampres yang terkena fitnah tersebut.

Salah satu hal yang paling menarik dalam film ini sehingga pantas jadi obat atas kekecewaan setelah menonton film Escape Plan: The Extractors adalah siapa kawan dan lawan dari tokoh utama tidak dapat diprediksi. Sutradara sangat pandai sekali dalam menyimpan rapat hal tersebut sehigga membuat saya penasaran. Bahkan untuk semua prediksi saya terkait siapa yang mati dan siapa yang hidup serta siapa yang kawan serta siapa yang lawan semuanya salah. Semuanya baru bisa terungkap di pertengahan film hingga akhir.

Sutradara juga berhasil membuat dramatisasi fitnah dari musuh utama yang sedemikian rupa. Hal itu mengakibatkan saya menjadi sangat penasaran bagaimana cara pemeran utama bisa keluar dari cobaan seberat itu. Saat awal terkena fitnah itu tindakannya memang tidak begitu meyakinkan. Namun, saat ia sudah tahu siapa yang mengkhianatinya aksinya makin begitu bergairah untuk melakukan “perang total”. 

pemeran utama Angel Has Fallen ditangkap (sumber gambar)

Tentu saja setelah itu aksi yang dilakukan para tokoh film makin menegangkan. Aksi kejar-kejaran dengan kendaran terjadi dengan durasi cukup lama. Setelah itu pemeran utama harus berjuang sendirian. Sungguh merana dalam kesendirian karena teman-temannya tidak ada yang mempercayainya lagi. Hanya keluarganya satu-satunya pihak yang bisa meneguhkan hatinya. Terutama sang ayah si pemeran utama yang mampu melindungi anaknya dari serangan gerombolan pemfitnah.

Di samping film Captain Marvel, film ini merupakan satu di antara dua film yang sanggup membuat saya meneteskan air mata. Bagaimana tidak berlinang mata ini ketika menyaksikan hubungan anak dengan ayah begitu harmonis setelah 5 tahun lebih tidak ada kabar karena suatu konflik keluarga. Sang ayah hadir saat dibutuhkan oleh anaknya. Ia mampu membuat anaknya terhindar dari kematian. Hati terenyuh itu makin terasa saat akhir film (pasca anti klimaks) sedang berlangsung.

Hal yang membuat film ini makin asyik adalah durasi tayangan happy endingnya berlangsu lama. Setelah musuh utama kalah sutradara masih memberikan porsi lama bagi penonton untuk menikmati sajian “pesta” kemenangan si pemeran utama bersama orang-orang terdekatnya. Dengan itu, penonton sudah tidak ada beban lagi untuk “memikirkan” atau mengira-ngira bagaimana kehidupan pemeran utama setelah berhasil mengungkap tabir fitnah yang sangat keji.

Ilmu Padi, Sebelum Benar-benar Merunduk Padi Pernah Berdiri Tegak

0

“Semakin tinggi pohon semakin banyak angin menerjang. Semakin berisi padi semakin jadi merunduk.” Itulah dua peribahasa terkait seseorang yang lagi naik daun. Seorang yang sedang pada fase menanjak akan ada banyak cobaan. Tapi sebelum mendapat cobaan itu, tepatnya saat tanjakan pertama biasanya sifat sombong muncul mendahuluinya.

Begitu pula pohon padi. Sebelum ia menjadi matang dan berisi, pernah berdiri tegak menjulang angkuh. Penuh kesombongan, bangga diri, dan optimisme. Lalu saat tiba ketika angin menerjang. Ia begitu kaget. Kecongkaan yang selama mudanya membara kini kian surut. Ia tak mau menyerah menghadapi terpaan angin. Ia sadar bahwa angin itu sebagai cara supaya kelak ia menjadi “berisi”.

Angin yang menerjangnya tidak serta merta ia tampik. Sebab angin itu datang tidak hanya membuat si padi bersusah payah agar tetap berdiri tegak. Hembusan udara itu juga membawa serbuk bunga yang kelak membuat pohon padi jadi berbuah. Buah itulah yang nanti membuatnya menjadi merunduk. Merunduk karena bersyukur dan merunduk karena semakin berbobot dirinya.

ilmu padi (sumber gambar)

Adapun padi yang tetap berdiri tegak meski ia sudah menua disebabkan buahnya tak berisi. Isi buahnya yang “gabuk” alias “kopong” tak mampu membuatnya rendah hati. Ia jadi tanaman yang buahnya tak berbobot. Si padi akhirnya tetap angkuh berdiri tegak. Ia merasa bangga, dirinya berdiri tegak sendiri sedang yang lainnya merunduk. Anggapan itu yang terus menggema dalam lubuk hatinya.
 
Bangga pada tegaknya diri di saat yang lain merunduk. Padahal harusnya hal tersebut tak boleh dibanggakan. Ada saatnya padi masih berdiri tegak tapi ada saatnya pula ia pasti merunduk. Kalau tidak merunduk berarti si padi itu gagal dalam mengembangkan diri. Gagal dalam proses mengisi diri. Kalau sudah begitu si padi berarti belum menemukan jati dirinya yang sesuai fitrah.

Ulasan Film Escape Plan: The Extractors, Jauh Kalah Greget dari Film Escape Plan 2013

0

Mengecewakan, itu adalah satu kata yang pantas saya utarakan setelah menonton film ini. Bagaimana tidak? Waktu menonton kurang lebih “hanya” 1,5 jam saya tidak mendapatkan apa-apa. Jauh sekali dengan film Escape Plan (2013) yang begitu seru karena di dalamnya dipenuhi dengan aksi, strategi, ketegangan, dan sulit ditebak endingnya.
 
Film Escape Plan: The Extractors sekarang ini ceritanya meneruskan film Escape Plan sebelumnya. Namun, sayangnya seakan sutradara terlalu memaksa menyambung-nyambungkan kasus di film sebelumnya untuk diungkit-ungkit lagi di film sekarang. Bagi yang belum pernah menonton seri film sebelumnya mungkin tidak terlalu terasa. Namun, bagi yang sudah pernah menonton dijamin menyimpulkan jomplang.

Film ini sungguh kurang greget. Film yang hanya menunjukkan kekuatan otot dan pertarungan. Sangat minim strategi bagaimana cara “mengungkap” jati diri penjara rahasia. Ditambah lagi, bila di film sebelumnya pemeran utama yang dipenjara lalu membebaskan diri menggunakan strategi+otot maka difilm ini “hanya” punya misi membebaskan orang-orang terpenting dalam hidupnya. Bukan keluar dari penjara rahasia tapi malah menyusup.

poster film Escape Plan (2013)

Lokasi penjara rahasia pun juga sangat mudah ditemukan. Inilah yang membuat kecewa. Namanya penjara rahasia tapi kok begitu mudah dilacak. Selain itu cara menyusup ke dalam penjaranya juga tampak tak terlalu menegangkan. Justru ketegangan baru muncul saat musuh utama yang psikopat “membantai” dengan keji para tawanan di penjara. Sama-sama tegannya tapi sensasinya beda.

Film ini lebih banyak menyuguhkan aksi kungfu ala China yang diperankan langsung oleh pemeran beretnis tiongha. Sedari awal aksi pertarungan sudah dimunculkan di awal film. Dari sini harapan besar pada film sangat besar. Sayangnya saat di pertengahan film semuanya itu pupus. Terlebih saat ending ketika musuh utamanya mati. Tampak begitu mudahnya si musuh mati hanya dalam sekali “pertarungan”.

Bisa dikatakan dari fase klimaks ke antiklimaksnya film berjalan begitu cepat. Hubungan sebab akibat antara satu tayangan ke tayangan lain sangat mudah ditebak. Satu hal yang tak tertebak adalah ketika salah satu sandera penjara rahasia itu yang juga menjadi target pembebasan tokoh utama harus mati digorok. Itulah hal yang membuat film ini di satu sisi sulit diduga tapi di sisi lain hal itu akan mengecewakan. Sebab bisa dikatakan misi pembebasan itu mengalami kegagalan.

Film ini lebih pantas disebut film horor tapi tanpa hal mistis atau gaib daripada film aksi. Suasana penjara yang begitu tampak kuno dan angker. Serta ada beberapa adegan yang sangat keji. Yakni, ketika ada mayat yang berdarah di seret tangannya oleh dua orang hingga darah dalam lantai begitu nampak. Untungnya, ada selingan humor dari salah satu tokoh film yang mampu membuat suasana cair.

Kemerdekan Dan Para Pendiri Bangsa!

0

Selama ini, apabila kita membaca diskursus kebangsaan, akan selalu dipusatkan hanya pada bagian-bagian pokok bahasan: dasar negara, bentuk negara, dan tema kebangsaan lainnya. Tentu saja hal ini sangat fundamental. Namun, pelajaran dari para tokoh bangsa yang menjadi sumber hadirnya diskursus tersebut juga sangat penting untuk dikemukakan kembali. Sebab, di sana ada keadaban politik dan ketinggian budi sekalipun pedebatan yang terjadi sebegitu tajam.

Jangan mengira, produk sistem bernegara yang dicetuskan mereka, semulus yang dibayangkan. Pun, bukannya tanpa gesekan, ketika cara pandang dan latar belakang para tokoh tersebut bertemu di ruang-ruang publik, di mimbar-mimbar rapat, sidang, ataupun pada lembaran media massa.

Justru dari perdebatan itu, dari pergumulan ide, dari kerasnya pertentangan itu, negara ini menemukan bentuknya. Namun yang harus segera kita inysafi adalah, seberapapun kerasnya pertikaian gagasan dan perbedaan ideologi dari para pendiri republik itu, tak sedikitpun mengoyak tenun persahabatan di antara mereka, apalagi menyisakan politik balas dendam (yang abadi). Seusai perseteruan pendapat,  tak jarang mereka ‘ngopi bareng’,  dan melepas tawa bersama.  Mereka memang berseteru, juga berpolemik, namun perkawanan lebih utama. Dan tentu saja, perdebatan mereka pun bukan soal yang ecek-ecek, tetapi tentang keindonsiaan masa depan. Tentang persoalan rakyat dan kenegaraan.

Sebagai contoh, perdebatan gagasan yang tajam dari para founding father ini menggema di ruang sidang BPUPKI ketika bangsa ini hendak mendirikan sebuah negara. Sidang BPUPKI merekam pertentangan antara nasionalis sosialis dan nasionalis Islam, antara kalangan aristokrat feodal, ulama, dan ideolog Barat modern sekuler.

Pertarungan gagasan mereka, jika kita baca di risalah sidang tersebut, sungguh sangat mengagumkan: bernas, berbobot, penuh kedalaman ilmu dan referensi, juga sama-sama kuat. Namun, perdebatan panjang itu akhirnya menemukan titik temu: Pancasila sebagai jalan tengah.

Selain isi perdebatan yang bermutu, etika politik dan cara pandang dari tokoh bangsa ini juga sarat keteladanan. Utamanya di tengah anomali bangsa kita hari ini yang penuh dengan akrobat politik saling menyandera, saling jegal, mengedepankan emosi, minim rasionalitas, dan lebih mementingkan kepentingan individu dan kelompok ketimbang kepentingan bangsa dan negara. Di sisi yang lain, isi perdebatan kekinian pun kurang bermutu, miskin gagasan, dan kurang menyentuh aspek ideologis serta visi kenegarawanan.

Bandingkan misalnya dengan kualitas perdebatan politik antara Soekarno dan Natsir. Mereka terlibat polemik tajam tentang hubungan agama dan negara. Sebagai nasionalis-sekuler (jika memakai dikotomi Deliar Noer), Soekarno menganggap agama dan negara harus dipisahkan. Natsir, yang dianggap golongan nasionalis-Islam, berpendapat jika agama dipisahkan dari negara, maka negara akan kehilangan dimensi etisnya.

Tapi, kedua tokoh ini memang saling menghormati. Penunjukan Natsir sebagai perdana menteri bisa dipandang sebagai pengakuan dan penghormatan Bung Karno kepadanya. Bahkan Bung Karno sampai dua kali menolak permohonan Natsir untuk berhenti. “Bung cobalah kembali,” ujar Soekarno.

Inilah satu dari sedikit debat tulisan paling bermutu sepanjang sejarah negeri ini. Sebelumnya, tahun 1935, juga pernah ada polemik berkualitas serupa, yakni Polemik Kebudayaan, antara Ki Hajar Dewantara, Sutan Takdir Alisjahbana, Dr. Sutomo, Sanusi Pane, Poerbatjaraka, Tjindarboemi, Adinegoro, dan  kawan-kawan. Sampai detik ini, belum ada debat tulisan yang bisa menyamai kualitas dua polemik legendaris tersebut. (Baca: https://nusantara.news/natsir-teladan-nyata-etika-politik-dan-kenegarawanan/).

Pertikaian tanpa dendam politik

Pertentangan politik misalnya terjadi pada tokoh “dwitunggal”  Soekarno-Hatta yang berujung keduanya menjadi “dwitanggal”. Pertentangan meletup karena adanya perbedaan pandangan satu sama lain, terutama strategi dan orientasi politik keduanya. Di satu sisi Bung Karno, ingin melanggengkan dominasinya meneruskan perjuangan revolusi. Pada sisi lainnya, Bung Hatta telah berpikir maju untuk segera mengakhiri Revolusi menuju ke arah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Pertentangan antara Soekarno-Hatta mengalami puncaknya yaitu dengan pengunduran diri Hatta dari posisi wakil presiden pada 1 Desember 1956. Pengunduran diri Bung Hatta dinilai merupakan kumpulan akumulasi dari beberapa konflik yang terjadi antara Bung Hatta dengan Soekarno yang tidak bisa diakhiri. Bahkan pertikaian terus berlanjut, ketika Hatta menentang politik Demokrasi Terpimpin yang dipraktikkan Soekarno sejak 1959.

Setelah pengunduran diri Hatta, apakah kemudian hubungan kedua tokoh tersebut menjadi renggang? Rupanya tidak. Setelah Hatta mundur, beberapa orang yang pro Soekarno berupaya menghapuskan nama Hatta dari teks proklamasi. Namun dengan tegas Soekarno menuding bahwa upaya tersebut merupakan langkah pengecut.

“Hari-hari ini memang aku berseberangan dengan Hatta, tetapi menghapus namanya dari teks proklamasi adalah tindakan pengecut. Hatta adalah juga pendiri republik ini, dan pengorbanannya untuk bangsa tidak terhingga,” demikian kata Soekarno.

Kedekatan mereka juga berlanjut di kehidupan sehari-hari. Keduanya masih saling berkunjung ke rumahnya masing-masing. Pada saat Bung Hatta sakit, Bung Karno selalu berpikir untuk perawatan terbaik bagi Bung Hatta. Sebaliknya, ketika Soekarno sakit dan menjelang akhir hayatnya, Hattalah yang paling peduli dan sering menjenguk Bung Karno.

Keadaban politik juga ditunjukkan Mohammad Natsir dan IJ Kasimo. Keduanya berlawanan secara politik, namun tidak pernah diikuti dengan permusuhan abadi secara pribadi. Natsir dikenal sebagai tokoh partai Islam, Masyumi. Sementara IJ Kasimo, tokoh Partai Katolik.

Ketika hari Raya Natal, Natsir selalu berkunjung ke rumah IJ Kasimo. Kebetulan tempat tinggal mereka tidak terlalu jauh, sama-sama di Menteng. Sebaliknya pada saat Idul Fitri, Kasimo datang berkunjung ke rumah Natsir.

Kisah lainnya datang dari Buya Hamka, seorang ulama besar yang pernah menjabat sebagai ketua MUI pertama. Pada masa orde lama berkuasa, Buya Hamka pernah mendekam di tahanan akibat kritiknya yang terlalu keras terhadap pemerintahan sehingga dianggap menggangu stabilitas keamanan. Tak hanya di situ, buku-buku hasil karyanya pun dilarang terbit oleh pemerintah.

Namun di pihak lain, Soekarno sejatinya tetap menghormati keulamaan Buya Hamka, meski kedua tokoh ini memiliki pandangan politik yang berseberangan. Bahkan, ketika Bung Karno meninggal, Hamkalah yang menjadi imam salat jenazah bagi Bung Karno sesuai dengan permintaan Bung Karno sebelum wafat yang disampaikan ajudannya kepada Buya Hamka. Pemenjaraan kepada dirinya oleh rezim Soekarno tidak menimbulkan dendam pada diri Hamka. Ia justru bersyukur karena selama di terali besi 2,4 tahun itu, dirinya bisa menulis tafsir Al-Azhar.

Kisah Tan Malaka dan Bung Karno juga menunjukkan kualitas etika politik yang tinggi. Walau mereka saling mengkritik dan berdebat, tetapi dalam kesehariannya tetap saling hormat-menghormati. Seperti kerasnya Tan Malaka melawan pendirian Soekarno-Hatta yang dianggapnya berkolaborasi dengan Jepang, namun mereka berdua tetap respek kepada Tan. Dalam sebuah testamennya setelah menjadi presiden, Soekarno mengatakan jika ia tertangkap, maka Tan Malaka-lah yang akan menggantikannya memimpin pergerakan. Hal ini menjadi bukti hormat Soekarno kepada seniornya itu. Begitu pula tragedi saling tangkap antara Tan dan Sjahrir pada masa revolusi fisik, namun keduanya tak pernah mengumbar aib masing-masing.

Contoh terakhir, bisa kita baca dari Mohammad Yamin,  tokoh beraliran nasionalis tulen yang pernah  berselisih paham dengan Buya Hamka. Perseteruan itu bermula dari pidato Hamka di gedung konstituante Bandung. Mewakili Masyumi, Hamka waktu itu menyerukan agar Indonesia berdasarkan dengan Islam. Walau Buya Hamka akhirnya menerima paket Pancasila usulan Yamin, namun “perang dingin” itu tetap tampak terlihat saat mereka berjumpa atau di saat sidang-sidang konstituante dan acara resmi lainnya. Yamin begitu sangat membenci Hamka.

Namun, dua tahun setelah pembubaran Masyumi, Yamin sakit keras dan meminta Chairul Saleh menghubungi Buya Hamka. Ketika bertemu Buya Hamka, Yamin tidak dapat menahan harunya. “Terimakasih Buya, telah sudi datang mendampingi saya” sambil mengenggam erat tangan Buya sebagai bentuk permohonan maaf atas sikapnya selama ini kepada Buya. Buya-pun menangis sambil memandu dengan kalimat tauhid, Buya Hamka melepas kepergian Mohammad Yamin dengan tangan masih saling bergenggam.

Secuil kisah para pendiri bangsa tersebut di atas telah memberikan edukasi politik dengan membangun negara tanpa dendam dan fitnah serta kata maaf. Spirit bernegara seperti ini lebih humanis, terbuka, dan berperadaban. Etika politik begitu dijunjung tinggi, budaya menjadi perekatnya, simbol kebhinnekaan menjadi kekayaannya, dengan begitu hal ini akan sangat memungkinkan terjadinya sebuah peradaban politik yang ideal. Sehingga akan menghilangkan tensi dendam politik antara koalisi yang satu dengan koalisi yang lainnya.

Untuk itu, barangkali kita dan lebih-lebih para elite, rasanya perlu memeriksa ulang bacaan sejarah kita untuk memetik hikmah dari laku lampah politik para pendahulu kita. Saatnya para pelaku politik di negeri ini harus bercermin kepada mereka dalam membangun keindonesiaan kita ke depan.

Tiga Fakta Pilu Penderitaan Kuda di Balik Arena Pacuan

0

Pacuan kuda merupakan salah satu olah raga paling kuno dalam sejarah umat manusia. Sebelum adanya kendaraan beroda hingga bermesin seperti sekarang ini kuda menjadi alat transportasi andalan. Selain karena kecepatannya, keunggulan kuda pada zaman dulu ialah berani ketika “diajak” bertempur dalam medan peperangan. Tak ayal bila di zaman dulu kuda berharga sangat mahal.

Tak hanya zaman dulu, sekarang ini “kuda pilihan” juga memiliki harga fantastis. Bahkan tak jarang satu ekor kuda saja harganya bisa tembus milyaran. Itu bisa terjadi karena si kuda merupakan keturunan dari ras unggul. Induk hingga nenek moyangnya punya riwayat sebagai kuda juara. Yakni, kuda balap yang sering memperoleh kemenangan saat bertanding di pacuan kuda.

ilustrasi pacuan kuda (sumber gambar)

Sayangnya, seringkali nasib kuda tak sebanding dengan harga jualnya. Banyak kuda balap yang berakhir malang karena kerakusan dan ego manusia. Tak hanya berisiko cidera maupun kematian saat berpacu di medan laga, tapi juga selama hidupnya mulai lahir hingga mati tiap hari dijalani penuh siksaan. Banyak latihan, tekanan, diet, dan semacamnya yang harus ia terima di peternakan maupun tempat latihan.

contoh kecelakaan fatal saat berkuda (sumber gambar)

Lalu apa saja fakta memilukan terkait pacuan kuda yang seringkali si hewan menjadi tumbalnya. Berikut ini beberapa di antara penderitaan seekor kuda balap yang jarang diketahui dibalik arena pacuan: 

1. Eksploitasi Anak Kuda
 
Anak kuda yang belum cukup umur dipaksa untuk ikut berpacu di pertandingan balap kuda. Alasannya selain untuk melatihnya terjun di lapangan juga karena si peternak memiliki setok kuda yang minim. Kuda yang sudah berumur dewasa (lebih dari 4 atau 5 tahun) yang mencukupi untuk bertanding seringkali baru dikeluarkan saat pertandingan “sebenarnya”. Yakni, pertandingan besar yang juga berpotensi untung besar.

Contoh salah satu kecelakaan berkuda di arena balap (sumber gambar)

Padahal seharusnya anak kuda yang di bawah umur dirawat hingga dewasa terlebih dulu. Sebab tulang, paru-paru, dan “mentalnya” memang belum benar-benar siap untuk diajak bertanding. Bila dipaksa risiko patah tulang hingga pendarahan di mulut sangat mungkin terjadi. Hal itu karena kuda muda (usia sekitar 2 tahunan) memiliki tulang yang masih “lunak”. Selain itu paru-parunya juga belum benar-benar terlatih untuk berlari jarak jauh.

2. Pemberian Doping dan Narkoba sebagai Stimulan

Agar kuda bisa berlari kencang tanpa merasa kelelahan dan tak merasa sakit karena kejang otot maka penggunaan doping menjadi pilihan. Selain memberi efek perkasa alias giras, doping juga membuat ketahanan tubuh kuda jadi lebih kuat. Rasa sakit yang melanda kuda jadi hilang. Bahkan saat kaki kuda mengalami patah sekalipun tak akan merasakan rasa sakit. Stimulan itu menyebabkan kuda bergerak di luar batas kemampuan tubuhnya.

Kehilangan rasa sakit tersebut juga berlaku untuk paru-parunya yang juga tak akan merasa lelah ketika dipaksa melaju kencang di lintasan. Akibatnya tentu fatal, kuda tidak akan tahu sejauh mana batas kemampuan paru-parunya untuk terus memompa udara dalam tempo cepat. Bila kuda terus dipaksa melaju hingga melampaui batas kekuatan paru-paru disertai sabetan di pantat maka resiko muntah darah akibat paru-paru pecah bisa terjadi.

3. Usia Harapan Hidup Jadi Lebih Pendek

Bila seekor kuda lolos dari cidera hingga maut saat pertandingan maka belum tentu ia akan lolos mendapat harapan hidup yang panjang. Akibat sedari muda sudah dipaksa untuk latihan intens dan bertanding, kondisi tubuh kuda mengalami “keausan”. Selain itu pemberian doping yang terlalu sering pada kuda mengakibatkan organ-organ penting pada kuda mengalami kerusakan. Kuda jadi gampang terserang penyakit dan rentan untuk  tumbang saat penyakit menyerang.

Kombinasi itu semua menyebabkan umur kuda menjadi lebih pendek. Seharusnya dalam kondisi perlakuan wajar umur kuda bisa mencapai lebih dari 20 tahun. Namun, dengan perlakuan seperti di atas usia kuda menjadi jauh lebih pendek. Rata-rata usia kuda hanya akan menjadi 5-7 tahun saja. Kuda akan mati di peternakan dengan sendirinya tanpa bisa menikmati masa-masa pensiunnya dengan leluasa. Serta kadang bila kuda sudah tidak produktif lagi sebelum mencapai usai itu akan “dibantai” pemiliknya untuk dijual dagingnya.
 
Demikianlah fakta miris kuda pacuan yang jarang diketahui. Sebab seringkali saat kuda mati atau bahkan “hanya” cidera di lintasan balap meski itu tidak disebabkan oleh 3 faktor di atas seringkali tak akan diekspose sedemikian rupa. Dibalik itu semua baik peternak, penyelenggara lomba pacuan, bandar judi, dan penonton tak ada yang memperhatikan bagaimana kesejahteraan hidup kuda selama ini. Di mata mereka uang dan hiburan menonton pacuan kuda adalah segala-galanya.

Langkah Mudah Bagi Blogger Menanam Link (Backlink) dan Menjadi Penulis di Viva.co.id

0

Menanam link atau backlink di situs terkenal atau berkualitas merupakan salah satu cara bagi blogger untuk meningkatkan DA dan PA. Yakni, Domain Authority dan Page Authority. Keduanya merupakan tolok ukur kekuatan blog dalam lingkup perhalaman maupun secara keseluruhan. Semakin situs itu terkenal, linknya banyak tertanam di situs berkualitas, dan setiap halamannya sering muncul di mesin pencarian maka nilai DA maupun PA itu semakin tinggi.

Tak hanya bermanfaat bagi performa blog, menanam link ke situs populer seperti Viva.co.id punya banyak manfaat. Seperti misalnya penulis maupun link blog akan mendapat promosi gratis hingga berbuah ketenaran. Bila menjadi penulis “murni” di Viva.co.id tanpa tanam link blog maka berpotensi mendapat bayaran. Tentu uang yang diterima disesuaikan dengan seberapa banyak artikel kalian dikunjungi (views). Semakin banyak views yang dihasilkan maka semakin banyak transferan uang yang diterima melalui rekening bank yang telah didaftarkan pada Viva.co.id.

Rubrik Viva.co.id yang khusus untuk menampung bakat dan minat para blogger itu disebut Vstory. Di mana Vstory adalah kanal blogger atau kontributor yang ingin berbagi sebuah tulisan di platform Viva.co.id. Dengan demikian tulisan yang disubmit di Vstory harus tulisan yang benar-benar baru (tidak plagiat). Selain itu, bagi kalian yang ingin tanam link artikel blog, juga bisa submit artikel yang sudah tayang di blog kalian. Tentu saat submit kalian juga harus menyertakan link lengkap artikel di blog.

Lalu sulit tidak sih melakukan registrasinya? Jawabannya sangat mudah. Tidak sampai 30 menit. Mudah tidak artikel yang telah disubmit bakal diterima atau ditampilkan pada situs Viva.co.id? Bila registrasi kalian sudah dilakukan secara tuntas tanpa ada kolom yang terlewatkan sedikitpun maka potensi untuk diterima semakin besar. Tentu kalian juga harus tidak asal pilih artikel dari Blog yang ingin dipromosikan di Viva.co.id.

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan supaya bisa menjadi penulis lepas di Viva.co.id dan agar artikel beserta link blog kalian dapat dimuat di Viva.co.id.

1.  Buka situs Viva.co.id

2. Lalu pilih ikon akun profil yang berupa tanda bulat di sisi pojok kanan atas. Atau bisa langsung kunjungi link ini: https://www.viva.co.id/user/login

halaman login sebelum men-submit artikel ke viva.co.id

3.  Setelah masuk halaman login pilih link “Daftar di sini” yang letaknya paling bawah.
 
Halaman pendaftaran Vstory
 
4.  Lalu submit nama akun, alamat surel atau surat elektronik (email), dan kata sandi. Perlu diingat bahwa nama akun yang diinput tidak boleh ada spasi. Nama akun bukanlah nama legal atau nama resmi. Lalu centang dua kolom di atas tombol “Daftar”

5. Kalian akan mendapat email aktivasi dari Viva.co.id untuk mengaktifkan akun anggota Vstory. Kalian akan menerima link aktivasi di email itu yang harus kalian buka.

6. Setelah itu lakukan login ke akun member Vstory di Viva.co.id.

7. Isi beberapa kolom yang berada di data diri blogger yang disediakan oleh Viva.co.id pada menu atau tombol “PROFILE” member seperti Personal, Legal, Pembayaran, dan Setting. Semua kolom itu wajib untuk diisi agar artikel kalian bisa dimuat. Siapkan foto KTP, foto NPWP, nomor rekening bank, dan foto diri terbaru.

8. Setelah semua kolom profile diisi lengkap langkah selanjutnya pilih tombol link “VSOTRY” letaknya di atas tombol “PROFILE”. Di sana ada kolom seperti New Story, Syarat & Ketentuan, Credit Point, dan Publish. Tombol “New Sotry” itu khusus digunakan bagi kalian yang ingin menulis secara murni tanpa tanam link. Artinya tulisannya harus benar-benar baru (tidak plagiat). Gunakan tampilan versi desktop untuk menulis artikel di sana.

9. Khusus untuk kalian yang hanya ingin menanam link atau backlink di viva.co.id kalian juga wajib menggunakan tampilan versi desktop melalui komputer atau laptop. Kemudian silakan buka tombol “KIRIM BLOG” di link ini: https://www.viva.co.id/user/blog/compose

Kolom pengisian halaman “KIRIM BLOG” untuk dipromosikan pada Viva.co.id



10. Pada kolom pengisian “KIRIM BLOG” di atas kalian harus memperhatikan hal-hal penting seperti:

a. Pada kolom “Judul Blog”, Maksudnya ialah memasukkan judul artikel di blog yang linknya ingin ditanam di Viva.co.id. 

b. Lalu pilih button “Kategori” yang sesuai dengan tulisan. Pilihan kategorinya sangat beragam seperti Teknologi, Gadget, Tips Blog, Sosial, Budaya, Sejarah, dan masih banyak lainnya.
 
c. Dilanjutkan dengan mengisi kolom “Isi Blog”. Sebagai catatan jangan masukkan semua isi artikel ke kolom ini. Cukup masukkan bagian pembuka atau prolog artikel. Sekitar 2 atau 3 paragraf.

d. Lalu isi kolom “URL Blog” dengan link lengkap artikel kalian yang ingin ditanam linknya di Viva.co.id.

e. Pada kolom “File” masukkan gambar yang terkait dengan artikel. Kualitas gambar harus baik atau tidak buram.

f. Centang kolom “Saya menyetujui syarat dan ketentuan berlaku” dan kolom “Saya bukan robot” yang terletak di bagian bawah

g. Tekan tombol “KIRIM BLOG” yang letaknya paling bawah.
11. Kadang kalian akan menerima email bila Blog kalian diterima untuk dipromosikan di Viva.co.id. Seringlah melihat link ini: https://www.viva.co.id/blog setelah kalian melakukan submit artikel dan link blog agar tahu link kalian dimuat atau tidak.

12. Bila tidak dapat email, berdasar pengalaman pribadi dalam waktu 24 jam bila tulisan di blog tidak muncul di viva berarti tidak diterima. Oleh sebab itu dalam waktu 24 jam setelah “KIRIM BLOG” seringlah membuka viva.co.id untuk mengecek artikel blog dimuat atau tidak.

Saran Agar Artikel Beserta Link Blog Kalian Mudah Diterima Viva.co.id

Viva memberi kesempatan bagi Blogger untuk mempromosikan blog di situs Viva. Tentu bukan sembarang blog, artikel, beserta linknya yang akan diterima. Hanya blog terbaik dan paling menarik yang diutamakan. Namun, kalian jangan berkecil hati dulu. Ada langkah lain untuk menyiasati agar tulisan kalian bisa diterima. Salah satu di antaranya adalah:

1. Pasang Widget Viva di kolom Gadget blog kalian.  Scriptnya bisa kalian dapatkan di halaman “KIRIM BLOG” letaknya paling atas seperti tampilan di atas. Viva sendiri menyatakan bahwa akan memprioritaskan blogger yang telah mamasang Widget Viva di blog masing-masing.

2. Input artikel dan link artikel blog sebanyak mungkin. Utamakan tulisan terbaru di blog kalian dan tentu merupakan tulisan yang paling menarik atau unik.

3. Blog TLD (top level domain) atau non TLD serta berbayar atau gratisan tidak terlalu dipandang Viva. Hal yang paling diutamakan Viva adalah kontennya. Tidak harus panjang lebar. Tulisan sederhana tapi bisa menjawab kebutuhan pembaca juga bisa diterima.
 
4. Jika Artikel beserta link blog kalian tidak dimuat maka cobalah di lain waktu. Tentu kalian harus menginput artikel lainnya yang belum pernah diajukan ke Viva. Lebih baik lagi bila artikel terbaru di blog kalian tersebut memang khusus disiapkan untuk bisa “tayang” di Viva.co.id
 
5. Gunakan gambar utama yang menarik dan berkualitas baik. Diutamakan gambar koleksi pribadi bukan hasil pencarian di mesin pencarian. Bila gambar itu dari situs lain maka cantumkan sumbernya. Gunakan gambar yang jarang ditemukan pada internet dalam negeri.