PEKANBARU, muaramedia.com – Sebanyak lebih dari 4.000 mahasiswa Universitas Riau (Unri) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026. Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Lapangan Open Space Kampus Universitas Riau, Kamis (18/6/2026).
Prosesi pelepasan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai daerah dengan mengusung tema “Membangun Negeri”.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Sri Indarti, jajaran Pemerintah Provinsi Riau, pimpinan universitas, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam program tahun ini, Universitas Riau mengerahkan 4.037 mahasiswa yang tergabung dalam Kukerta Berdampak Reguler Gelombang II. Mereka akan melaksanakan pengabdian di berbagai lokasi mulai 18 Juni hingga 1 Agustus 2026.
Selain itu, terdapat program Kukerta Eksternal kerja sama Unri dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) yang diikuti 10 mahasiswa dan akan bertugas di wilayah Kepulauan Riau pada Agustus mendatang. Sementara tiga mahasiswa lainnya mengikuti program Kukerta Internasional hasil kolaborasi dengan Universitas Siliwangi dan ISBI Bandung.
Dalam arahannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa Kukerta merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami langsung kondisi masyarakat.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh di lapangan akan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperluas wawasan generasi muda.
“Melalui kegiatan ini mahasiswa tidak hanya mengabdikan ilmu kepada masyarakat, tetapi juga belajar memahami berbagai persoalan dan potensi yang ada di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan kontribusi positif selama berada di lokasi penugasan dan menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Plt Gubernur juga mengingatkan para mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menghormati adat istiadat setempat, serta menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat selama menjalankan program Kukerta.
“Jadilah mahasiswa yang mampu beradaptasi, menjaga etika, dan menghormati budaya masyarakat di mana pun ditempatkan,” pesannya.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau Sri Indarti menegaskan bahwa Kukerta merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan kehidupan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai mitra masyarakat yang mampu memberikan solusi, memberdayakan potensi lokal, serta membangun kolaborasi yang baik dengan warga.
“Kukerta bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan kepekaan sosial dalam kehidupan nyata,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta mampu menjalankan program kerja yang inovatif, realistis, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diminta mengutamakan keselamatan, kesehatan, kedisiplinan, dan integritas selama menjalankan tugas pengabdian.
Melalui program Kukerta Berdampak 2026, Universitas Riau berharap lahir berbagai inovasi dan kontribusi nyata yang dapat membantu percepatan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.






