BBKSDA Riau Selamatkan Anak Gajah Terluka Jerat di Tesso Tenggara

Daerah, Peristiwa, Riau382 Dilihat

PEKANBARU, Muaramedia.com – Upaya penyelamatan satwa kembali dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) diturunkan untuk mengevakuasi seekor anak gajah Sumatera yang ditemukan dalam kondisi terluka di kantong gajah Tesso Tenggara, Kabupaten Pelalawan, Kamis (11/12/2025).

Operasi ini berawal dari laporan masyarakat yang masuk ke call center BBKSDA Riau pada 1 Desember. Informasi tersebut menyebutkan keberadaan seekor anak gajah yang terpisah dari kelompoknya dan terlihat di area konsesi salah satu perusahaan di Riau.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan laporan itu langsung ditindaklanjuti. “Begitu menerima informasi, kami kirim tim lengkap dengan dokter hewan dan mahout untuk memastikan kondisi satwa,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, tim melakukan penyisiran dan menemukan seekor anak gajah betina berusia dua tahun. Satwa dilindungi itu memiliki berat sekitar 400 kilogram dengan tinggi 178 sentimeter. Kondisi kakinya tampak memburuk akibat jerat tali nilon yang melingkar pada kaki kanan bagian depan.

Untuk memastikan penanganan yang aman, tim terlebih dahulu membius gajah tersebut sebelum menjalani pemeriksaan medis. Hasil observasi menunjukkan luka terbuka yang memerlukan perawatan intensif. Tim kemudian memberikan cairan infus untuk mencegah dehidrasi, vitamin, antibiotik, serta obat antiradang.

Proses penanganan berlangsung sekitar tiga jam. Setelah kondisi dianggap stabil, gajah muda itu dilepasliarkan kembali ke wilayah awal agar dapat bergabung kembali dengan rombongannya. BBKSDA Riau mencatat populasi gajah di kantong Tesso Tenggara saat ini diperkirakan sekitar 30 individu.

Tim tidak berhenti di situ. Pemantauan lanjutan dilakukan menggunakan drone dan patroli darat untuk memastikan keberhasilan rehabilitasi. Hasil monitoring menunjukkan anak gajah tersebut akhirnya kembali ke kelompoknya.

“Seluruh proses berjalan aman meski rombongan gajah liar berada sekitar satu kilometer dari lokasi penanganan,” kata Supartono.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelamatan tersebut. “Terima kasih kepada semua yang mendukung operasi ini. Penanganan satwa dilindungi membutuhkan kerja sama banyak pihak,” tutupnya.(Mcr/fad)