Jejak Harimau Diduga Muncul di Dayun, BBKSDA Riau Bergerak Lakukan Mitigasi

Daerah, Riau, Siak432 Dilihat

SIAK, Muaramedia.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan langkah mitigasi konflik satwa menyusul ditemukannya seekor sapi milik warga dalam kondisi mati di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB dan diduga berkaitan dengan keberadaan Harimau Sumatera di sekitar lokasi.

Sapi milik warga bernama Selamat ditemukan mati di areal kebun sawit milik warga lainnya, Purba. Pada tubuh ternak tersebut terlihat luka pada bagian belakang dan paha atas. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat dan instansi terkait.

Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau, unsur TNI dan Polri, pemerintah setempat, serta masyarakat turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan awal.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, tim menemukan indikasi jejak satwa liar di sekitar bangkai ternak. Jejak tersebut diduga merupakan jejak Harimau Sumatera dengan ukuran tapak sekitar 15 sentimeter. Lokasi kejadian diketahui berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) berupa kebun sawit milik masyarakat.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menjelaskan bahwa sebagai langkah awal penanganan, pihaknya telah memasang dua unit kamera jebak (camera trap) di sekitar lokasi kejadian. Pemasangan ini bertujuan untuk mengidentifikasi satwa yang diduga terlibat, sekaligus mempelajari pola pergerakan dan perilakunya.

“Upaya ini dilakukan agar langkah mitigasi selanjutnya dapat disusun secara tepat, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta perlindungan satwa liar,” ujar Supartono.

Ia menambahkan, wilayah yang berbatasan atau berdekatan dengan habitat Harimau Sumatera memiliki potensi terjadinya interaksi antara manusia dan satwa liar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, tidak beraktivitas sendirian di lokasi rawan, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar.

BBKSDA Riau menegaskan komitmennya untuk menangani kejadian ini secara profesional dan proporsional, dengan tetap menjaga keseimbangan antara keselamatan manusia dan upaya konservasi Harimau Sumatera yang merupakan satwa dilindungi.

“Kami sangat membutuhkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi. Koordinasi yang baik akan sangat membantu proses mitigasi konflik satwa di lapangan,” jelas Supartono.

Hingga saat ini, BBKSDA Riau terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait guna memastikan situasi tetap kondusif dan langkah-langkah mitigasi berjalan sesuai prosedur.(Nf)