SIEXPO Dinilai Beri Dampak Ekonomi, Wali Kota Pekanbaru Dorong Pelaksanaan Dua Kali Setahun

Berita26 Dilihat

PEKANBARU, muaramedia.com – Penyelenggaraan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) di SKA Co-Ex Pekanbaru mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Selain menjadi ajang memperkenalkan perkembangan industri kelapa sawit, kegiatan tersebut dinilai turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, SIEXPO yang kini memasuki tahun keempat pelaksanaannya telah mampu menarik perhatian pelaku usaha, peserta pameran, serta pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, tingginya mobilitas peserta dan pengunjung selama kegiatan berlangsung memberikan efek positif terhadap sejumlah sektor usaha di Kota Pekanbaru. Mulai dari jasa perhotelan, pusat perbelanjaan, kuliner, transportasi hingga usaha mikro dan kecil ikut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi.

“Pemerintah Kota Pekanbaru tentu mengapresiasi kegiatan seperti SIEXPO ini. Tidak hanya berbicara tentang industri sawit, tetapi juga memberikan dampak terhadap ekonomi kota,” ujar Agung Nugroho usai mengunjungi lokasi SIEXPO di SKA Co-Ex, Jumat (7/8/2026).

Ia menilai Pekanbaru memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Sumatera, sehingga kegiatan berskala nasional seperti SIEXPO sangat potensial untuk terus dikembangkan.

Agung menyebut, kehadiran peserta dari luar daerah secara tidak langsung turut meningkatkan tingkat hunian hotel dan aktivitas perdagangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pameran dan konferensi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

“Kalau kegiatan seperti ini terus dilakukan, tentu akan semakin banyak orang datang ke Pekanbaru. Hotel terisi, pusat perbelanjaan ramai, pelaku UMKM bergerak dan sektor lainnya juga ikut mendapatkan manfaat,” katanya.

Melihat dampak tersebut, Agung berharap SIEXPO tidak hanya digelar satu kali dalam setahun. Ia bahkan mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan dua kali dalam satu tahun di Kota Pekanbaru.

Menurutnya, frekuensi pelaksanaan yang lebih banyak akan memberikan peluang lebih besar bagi daerah untuk menarik kunjungan pelaku usaha dan masyarakat dari berbagai wilayah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan di Pekanbaru. Kalau memungkinkan, tidak hanya sekali, tetapi bisa dua kali dalam setahun,” ungkapnya.

Selain berdampak terhadap perekonomian, Agung menilai SIEXPO juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku industri kelapa sawit, dunia usaha, pemerintah, serta berbagai pihak yang berkaitan dengan sektor perkebunan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta dunia usaha di Pekanbaru.

Pemerintah Kota Pekanbaru, lanjutnya, siap mendukung berbagai kegiatan berskala nasional yang mampu mendatangkan masyarakat dari luar daerah sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lokal.

“Kita ingin Pekanbaru semakin banyak menjadi tempat penyelenggaraan event berskala nasional. Karena setiap kegiatan tentu memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.***