Sembilan Pustaka Desa di Kampar Ikuti Penilaian, Dorong Budaya Literasi hingga Tingkat Nasional

Daerah, Kampar30 Dilihat

KAMPAR, muaramedia.com – Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat budaya literasi masyarakat melalui penilaian perpustakaan desa yang diikuti sembilan pustaka desa dari berbagai kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari seleksi untuk menentukan perwakilan Kabupaten Kampar pada ajang penilaian tingkat Provinsi Riau hingga nasional.

Penilaian dilakukan oleh Tim Penilai Pustaka Desa Kabupaten Kampar dengan tujuan mendorong pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan, Riska Jonita, mengatakan bahwa perpustakaan desa saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan masyarakat.

“Perpustakaan harus mampu menjadi ruang edukasi, tempat berbagi pengetahuan, sekaligus sarana pengembangan kreativitas masyarakat melalui konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial,” ujar Riska.

Ia menjelaskan, kehadiran perpustakaan yang aktif dan inovatif dapat membantu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendukung lahirnya desa yang mandiri dan produktif.

Adapun sembilan desa yang mengikuti penilaian meliputi Desa Senama Nenek dan Desa Bukit Kemuning di Kecamatan Tapung Hulu, Desa Pulau Terap Kecamatan Kuok, Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, Desa Laboy Jaya Kecamatan Bangkinang, Desa Sari Galuh Kecamatan Tapung, Desa Bukit Kratai Kecamatan Rumbio Jaya, Desa Rumbio Kecamatan Kampar, serta Desa Karya Bakti Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Menurut Riska, salah satu tujuan pengembangan perpustakaan desa juga untuk mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gawai dan permainan daring melalui kegiatan literasi yang lebih edukatif dan menyenangkan.

“Perpustakaan harus menjadi taman belajar yang nyaman bagi anak-anak serta mampu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Bambang, menilai perpustakaan desa memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan desa mandiri. Menurutnya, inovasi menjadi faktor utama dalam menciptakan perpustakaan yang menarik dan diminati masyarakat.

“Yang terpenting bukan sekadar bangunan atau koleksi buku, tetapi bagaimana pustaka bisa dikembangkan menjadi tempat yang aktif, kreatif, dan mampu melahirkan ide-ide baru di tengah masyarakat,” jelas Bambang.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Rumbio, Zulfadri, mewakili Kepala Desa Rumbio Andi Putra bersama pengelola Pustaka Soboghia, Senda Mela, menyampaikan rasa bangga karena perpustakaan desa mereka dipercaya mengikuti penilaian tingkat kabupaten.

Mereka berharap Pustaka Soboghia mampu meraih hasil terbaik dan menjadi wakil Kabupaten Kampar pada penilaian tingkat Provinsi Riau hingga nasional.***