Dari Santri untuk Negeri, Gubernur Riau Abdul Wahid: “Pesantren Melahirkan Pemimpin dan Peradaban”

Daerah409 Dilihat

KUANSING, Muaramedia.com – Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Riau Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Limuno, Kota Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (22/10/2025). Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bertindak langsung sebagai inspektur upacara.

Dalam amanatnya, Gubernur Abdul Wahid mengajak seluruh santri di Riau untuk menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum memperkuat iman, menambah ilmu, dan menumbuhkan semangat perjuangan dalam mengabdi kepada bangsa dan agama.

“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan selamat Hari Santri Nasional Tahun 2025. Dari bumi Melayu Riau, kita kawal kemerdekaan dengan iman, dan kita songsong peradaban dunia dengan ilmu serta akhlak,” ujar Wahid.

Ia menegaskan bahwa santri memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. “Masa lalu adalah perjuangan, masa kini adalah pengabdian, dan masa depan adalah peradaban,” katanya, disambut tepuk tangan peserta upacara.

Lebih lanjut, Gubernur Wahid berpesan agar para santri tidak merasa kecil atau minder dengan kesederhanaan hidup di pesantren. Menurutnya, justru dari lingkungan sederhana itulah lahir para pemimpin besar dan ulama pembaharu zaman.

“Jangan pernah merasa kecil dengan kesederhanaan. Sebab dari pesantrenlah lahir pemimpin-pemimpin bangsa dan ulama besar pembaharu zaman,” tegasnya.

Sebagai sosok yang pernah menimba ilmu di pesantren, Abdul Wahid juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar santri seperti keikhlasan, kesabaran, dan kesederhanaan.

“Nilai-nilai pesantren harus terus dipegang, karena dari kesederhanaan itulah lahir keikhlasan dan keteguhan,” ujarnya.

Gubernur Riau itu kemudian menutup amanatnya dengan refleksi pribadi tentang perjalanan hidupnya sebagai santri hingga dipercaya menjadi pemimpin daerah.

“Saya adalah pemimpin yang dibentuk oleh pesantren. Dua kalimat yang selalu saya pegang: siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, siapa yang bersabar akan menang. Inilah pedoman hidup saya, dari santri kampung hingga dipercaya menjadi pemimpin Provinsi Riau,” pungkasnya.