Home Blog Page 5

Mengapa Kecoa Tahan dari Ledakan Nuklir? Berikut 4 Fakta Mencengangkan Kecoa

0

Image kecoa sebagai binatang menjijikkan dan tak diharapkan ternyata di baliknya ada beberapa fakta mencengangkan. Bisa dikatakan kecoa merupakan salah satu binatang bereputasi buruk di mata banyak manusia. Selain dianggap jorok, ternyata kecoa juga dituduh sebagai hama yang merusak.

Kenyataannya, kecoa tak seburuk apa yang dikira. Tidak semua spesies kecoa punya kemiripan dengan hama. Setidaknya dari 5 ribu jenis kecoa hanya sekitar 30 saja yang memiliki sifat hama. Sebenarnya hanya kurang dari 1 persen saja dari semua spesies kecoa yang habitatnya mengganggu manusia. Sisanya merupakan binatang “netral”.
 
Kecoa merupakan binatang segala benua. Semua benua pasti disinggahi kecoa kecuali di kutub selatan atau antartika. Namun kecoa paling banyak ditemui di daerah tropi pada daerah dataran rendah yang bersuhu cukup tinggi. Habitat yang berbeda juga menyebabkan bentuk dan ukuran juga berbeda satu sama lain.
 
Binatang yang sering bergidik ini punya beberapa fakta mengejutkan yang tak rugi untuk diketahui. Di antaranya sebagai berikut:
 
1. Tahan Ledakan Nuklir 

Kecoa merupakan makhluk hidup yang  punya kemampuan anti ledakan nuklir. Bahkan 8-9 kali ledakan nuklir yang standarnya dapat membunuh manusia tak cukup mampu untuk mematikan kecoa. Hal itu karena kecoa memiliki eksoskeleton yang berfungsi menyerap radiasi. Tak hanya itu tubuhnya yang kecil itu juga diselimuti “kerangka” luar yang mampu mendukung dan melindunginya dari serangan radiasi nuklir.

kecoa (sumber gambar)
 
Namun demikian, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa kecoa disebut sebagai hewan tahan ledakan nuklir merupakan mitos belaka. Jangankan ledakan nuklir. Terkena radiasinya saja kecoa masih begitu rentan bila dibandingkan dengan jenis serangga lain yang jauh lebih unggul. Meski membantah sebagai hewan anti nuklir tapi mayoritas sepakat bahwa kecoa merupakan hewan tahan banting.
 
2. Hewan tahan banting

Keadaan seperti apapun, asal tidak diinjak hingga lumat, dibakar hingga hangus, atau yang semacamnya, tak akan membuat kecoa menyerah begitu saja. Ia adalah hewan yang sangat tahan banting. Pengasapan hingga semprotan racun serangga (pestisida) yang tidak diarahkan secara langsung tak akan mampu membuat kecoa lunglai. Kecoa memiliki daya kekebalan tubuh yang luar biasa. Tak ada cerita kecoa bakal menyerah pada penyakit dan kematian.
 
Saking kuatnya, tatkala anggota badan kecoa ada yang lepas atau hilang termasuk kepala maka kecoa masih mampu bertahan hidup setidaknya satu pekan setelahnya. Iklim yang ekstrim sekaligus kondisi lingkungan yang tak mendukung misalnya seperti keterbatasan nutrisi juga tak mampu membuat kecoa tumbang begitu saja. Mereka mampu beradaptasi dengan baik hingga lama kelamaan berevolusi untuk menyesuaikan dengan lingkungan.

3. Hewan yang berevolusi dengan sukses

Secara biologis berdasarkan perkembangan gen atau DNA kecoa merupakan hewan yang tak terkalahkan. Ia mampu “meng-upgrade” indera reseptornya menjadi jauh lebih sensitif. Reseptor rasa maupun penciuman itu mampun kecoa terhindar dari benda beracun. Termasuk di dalamnya obat serangga. Lebih mencengangkan lagi kecoa muda ternyata mampu meregenerasi kaki yang patah atau putus.

Reseptor yang canggih itu mampu membuat kecoa mencium lalu menemukan beragam jenis makanan yang berada dalam kondisi ekstrim sekalipun. Inilah salah satu alasan mengapa kecoa mampu bertahan hidup hingga berkembang biak meski berada di daerah perkotaan yang sangat jauh dari ekosistem yang beragama seperti hutan. 

4. Binatang pemakan segala (rakus)

Kecoa merupakan salah satu jenis binatang pemakan segala. Ia tak hanya menyerap sari buah-buahan. Kecoa mampu beradaptasi untuk meminium susu dan teh. Mereka juga mampu makan keju, cokelat, daging, hingga beberapa jenis makanan maupun minuman yang sering dikonsumsi manusia.

Tak hanya itu kecoa adalah hewan kanibal. Ia mau memakan kecoa lain yang sudah mati. Lebih mencengangkan lagi mereka juga memakan sol sepatu, kertas, kardus, hingga kuku bayi yang sedang tidur lelap. Hewan ini memang pemakan segalanya baik yang di kamar tidur, dapur, tempat sampah, maupun di kamar mandi. Inilah yang menyebabkan kecoa dianggap menjijikan karena suka pindah-pindah tempat.

Orang Bunuh Diri Disebut Korban Atau Pelaku? Berikut Penjelasannya

0

Ketika membicarakan orang bunuh diri bulu ini bergidik rasanya. Bukan hanya karena ngeri membayangkan kondisi mayat yang mengenaskan. Lebih dari itu orang yang proses kematiannya yang tak wajar itu akan dikenang sebagai orang yang putus asa. Dicap sebagai pengecut karena lari dari kenyataan kehidupan. Lantas seorang yang bunuh diri itu disebut sebagai pelaku atau korban? Mari kita simak penjelasan berikut.

Banyak latar belakang dan motif kenapa mengambil jalan bunuh diri. Dua motif utamanya yang sering ditemui ialah karena sebelum bunuh diri ia sedang mengalami gangguan jiwa serta karena menjadi korban pemerkosaan, putus cinta, penindasan, kekerasan, penipuan, dan semacamnya. Kedua karena ia memang sengaja ingin bunuh diri dengan tujuan ingin mendapat kemulian di mata manusia maupun sang pencipta. Misalnya pelaku bom bunuh diri, proses harakiri di Jepang, dan pengikut sekte kepercayaan yang pada momen tertentu mengajak untuk melakukan bunuh diri secara massal di padepokan.

Baik alasan bunuh diri karena semasa hidup menjadi korban kebiadaban manusia lain maupun karena ingin mendapat kedamaian spiritual di mata Tuhan keduanya memiliki tujuan sama yaitu ingin melarikan diri dari tanggung jawab dunia. Mereka mengira bahwa kematian adalah solusi terbaik untuk menghadapi masalah. Mereka mengira bahwa dengan mati masalah akan selesai. Kenyataannya semuanya itu salah. Bunuh diri malah akan membuat masalah-masalah baru.

Orang bunuh diri akan membebani keluarganya. Selain mereka akan menanggung malu, keluarga juga akan menanggung kebutuhan materi dan non materi menjadi lebih berat. Sebab salah satu tiang penyangga bangunan yang bernama “keluarga” akan roboh. Mereka akan kehilangan sosok yang pernah mewarnai kehidupan. Mereka akan kecewa dengan keluarga yang bunuh diri karena lebih memilih “membahagiakan” diri dengan cara bunuh diri daripada berjuang bersama-sama.

Orang Bunuh Diri Disebut Korban atau Pelaku?
 
Manusia yang bunuh diri karena terjerat hutang lalu mendapat teror dari pihak penghutang sehingga ia merasa tertekan lalu bunuh diri pantaskah disebut korban? Lalu seorang teroris yang mengembom dirinya dengan maksud utama ialah ingin meneror dengan mengorbankan nyawanya apakah pantas disebut korban? Secara subjektif kami berpendapat bahwa apapun motif dan latar belakang orang bunuh diri maka orangnya disebut pelaku. Namun di sisi lain sebagai konsekuensi berikutnya ia juga disebut korban.

Pernyataan di atas bukan tanpa alasan. Alasan logisnya karena orang bunuh diri merupakan orang yang membunuh dirinya sendiri. Ia sengaja membunuh dirinya sendiri. Padahal seharusnya siapapun yang membunuh makhluk yang bernyawa termasuk dirinya sendiri maka ia disebut pelaku pembunuhan. Lalu siapakah korban dari bunuh diri itu? Sudah jelas korbannya adalah dirinya sendiri. 
Asumsinya, tidak akan ada korban bila tak ada pelaku. Oleh sebab itu penyebutan pelaku bunuh diri lebih tepat daripada korban bunuh diri. Semuanya bermuara pada pelaku. Tanpa ada pelaku maka tidak ada korban. Orang bunuh diri lebih dulu menjadi pelaku bunuh diri lalu setelah mati barulah ia menjadi korban. Kalau sudah berusaha bunuh diri tapi gagal maka pelakunya disebut sedang melakukan “percobaan bunuh diri”.  Tentu yang namanya percobaan harus ada tindakan serta setiap tindakan harus ada pelakunya.
 
Ilustrasi alat bunuh diri (sumber gambar)

Istilah “percobaan bunuh diri” dalam penjelasan di atas hampir sama dengan istilah “percobaan pembunuhan”. Yakni, orang yang mencoba membunuh tapi gagal. Di mana, orang tersebut disebut sebagai pelaku percobaan pembunuhan. Begitu pula dalam percobaan bunuh diri maka orangnya disebut pelaku percobaan bunuh diri bukan korban percobaan bunuh diri. Dengan demikian pantaslah bila gelar sebagai “pelaku” harus diberikan pada orang bunuh diri.
 
Dapat ditekankan bahwa orang lain yang menjadi faktor atau motif bunuh diri secara tidak langsung, terlebih bila tindak bunuh diri itu tanpa sepengetahuannya, tak dapat disebut pelaku pembunuhan. Mungkin bisa dijerat pidana jenis lain tapi bukan sebagai pelaku pembunuhan. Adapun mereka yang memotivasi atau mendorong orang lain untuk melakukan bunuh diri maka orang tersebut seharusnya dijerat pasal pembunuhan berencana. Yakni, dengan cara memerintah orang lain untuk melakukannya. Bahkan disebut sebagai otak utama pembunuhan.

Implikasi akhir, seharusnya pelaku bunuh diri maupun percobaan bunuh diri sekaligus orang yang mendorong tindak bunuh diri disebut sebagai pelaku kejahatan yang harus dipidanakan. Tentu itu harus melalui proses pengadilan dulu lalu ditetapkan bahwa tindakan itu benar-benar merupakan bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Kemudian pelakunya ditetapkan sebagai terpidana yang tercatat secara permanen sebagai pelaku bunuh diri. Hal itu agar tidak ada lagi tindakah bunuh diri atau bahkan tindak percobaan bunuh diri sekalipun. Sayangnya undang-undang di Indonesia belum ada aturan tentang itu.

Guru dan Kepala Sekolah Pemalsu Dokumen Syarat Penerimaan Uang Negara Beserta Laporan Keuangannya Dipenjaran 6 Tahun

0

Kalian pernah dengan kabar burung yang menuduh ada beberapa guru dan kepala sekolah di daerah sangat gemar memalsukan dokumen? Itu semua demi uang, kenaikan pangkat, dan meningginya jabatan. Lalu apa salahnya? Toh itu semua juga dilakukan oleh banyak orang? Guru juga manusia butuh uang untuk memenuhi gaya hidupnya. Asal tak ketahuan murid dan wali murid tidak jadi masalah bila memalsukan dokumen. What? Bukankah seorang pendidik itu teladan? Tak hanya bagi murid tapi juga bagi masyarakat?

Demi agar bisa mendapat tunjangan sertifikasi sebagian guru rela memalsukan dokumen. Rela bertindak curang salah satunya dengan cara melakukan suap sana-sini. Begitu pula kepala sekolah. Agar jabatannya tetap aman tidak dimutasi alias dipindah ke sana ke mari mereka rela tikung sana tikung sini. Bahkan agar sekolahnya terkesan berprestasi dan unggul sehingga pantas mendapat bantuan maka tak segan untuk memalsukan dokumen juga. Sungguh miris bila itu memang benar-benar terjadi.

Sungguh ironi, di satu sisi mereka mengajarkan moralitas pada anak didik akan tetapi di sisi lain mereka melakukan pelanggaran moral. Sungguh begitu lugu dan polosnya murid mereka. Begitu pula wali murid yang teramat mudah untuk dinasehati oleh mereka. Bagi mereka murid beserta orangtuanya dianggap ladang untuk mencari uang. Entah mau jadi apa anak didiknya yang penting kantong mereka tebal itu tak jadi masalah. Murid beserta ortunya dianggap orang tidak tahu apa-apa sehingga bisa dieksploitasi.

Guru dan kepala sekolah memang seharusnya berasal dari orang yang punya niat suci. Bukan berarti mereka harus digaji pas-pasan. Mereka berhak mendapat gaji tinggi. Mereka berhak mendapat keistimewaan. Namun mereka juga harus diberikan hukuman maksimal bila melakukan pelanggaran baik itu pelanggaran etika maupun pidana. Supaya tidak ada lagi guru-guru lain yang kelak mengikuti jejaknya. Juga agar tak ada lagi yang tercederai sebab guru yang seharusnya jadi teladan malah dibiarkan melanggar aturan.
ilustrasi dokumen palsu (sumber gambar)

Ketika ada guru dan kepala sekolah yang memalsukan dokumen apalagi itu dilakukan dengan sadar diri tanpa pengaruh maupun perintah dari orang lain maka mereka harus dikenakan hukuman maksimal yakni 6 tahun penjara. Hal itu berdasar pengaturan tindak pidanan pemalsuan dokumen atau surat yang diatur dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP jo 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Di dalamnya dinyatakan dengan jelas bahwa:

Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seoalah-olah isinya benar dan tidak palsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.”

Guru dan kepala sekolah seyogyanya harus bersih dari administrasi abal-abal. Mereka harus dibebaskan dari sistem yang seolah menekan mereka untuk berbuat curang. Dengan begitu budaya jujur, amanah, dan profesional dapat diawali dari sistem pendidikan di seluruh negeri. Bagaimana mau menghilangkan budaya korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi, kecurangan, dan yang semacamnya bila nyatanya kecurangan itu secara tidak langsung sudah diajarakan kepada generasi penerus sejak mereka di sekolah.

Tidak hanya “mengajarkan” pada murid bahwa memalsukan dokumen itu halal. Lebih dari itu guru dan kepala sekolah juga memberi contoh mental setan. Yakni, salah satunya menggunakan proses instan dalam menggapai sesuatu. Serta tentu untuk menuruti nafsu keserakahan boleh melakukan apapun. Bisa dikatakan guru secara tidak langsung telah mendidik murid-murid mereka untuk menjadi manusia palsu dan pemalas. Mampu tampil anggun, sopan, dan bermukan baik di depan umum tapi berhati kotor saat berurusan dengan masalah keuangan.

Harga diri guru dan kepala sekolah menjadi taruhan. Bila masyarakat tahu tindak culas itu maka mereka tidak akan lagi digugu dan ditiru alias didengarkan dan diikuti. Untunglah kejadian seperti itu bukanlah di negeri Indonesia tercinta ini. Itu terjadi di Planet “Heavan” yang jauh di sana. Perlu waktu perjalanan dengan kecepatan setidaknya 1000 tahun cahaya supaya manusia bumi bisa ke sana. Semoga guru dan kepala sekolah di Indonesia tidak begitu. Sungguh menyedihkan bila kelak Indonesia mempunyai pendidik yang berkarakter seperti itu. Mau jadi apa negara ini ke depannya.

Apa itu Hard Selling dalam Dunia Pemasaran? Berikut Penjelasannya

0

Setiap merk dagang atau merk apapun itu yang dapat menghasilkan uang sangat penting untuk dikenalkan pada masyarakat. Terlebih jika target sasaran itu sudah jelas karena sudah dilakukan survei sebelumnya. Banyak strategi dan model yang bisa dilakukan agar tujuan akhir dari pemasaran yaitu brand itu bisa menghasilkan uang dapat tercapai. Salah satu pendekatan yang biasa dilakukan saat memasarkan brand ialah melalui hard selling.
 
Lalu apa itu hard selling? Ia merupakan teknik memperkenalkan hingga menawarkan barang dagangan yang dilakukan secara langsung, agresif, terbuka atau frontal, tanpa basa-basi, dan tanpa bahasa kias. Dengan begitu konsumen tidak akan memiliki banyak pertimbangan secara mendalam. Konsumen akan diberi pilihan tegas yaitu “beli” atau “tidak beli”. Tidak ada sesi tawar-menawar. Mau silakan beli tak mau silakan pergi begitulah tegasnya. 

Salah satu ciri hard selling ialah harga dagangan sudah dibanderol dengan jelas. Tentu si penjual tidak akan terlalu banyak bicara. Sebab yang “bicara” cukup teks singkat termasuk nominal harga. Alhasil konsumen tidak akan terlalu mempertimbangkan kualitas, spefisikasi, dan kandungan nilai (humanisme dan moralitas) dalam barang tersebut. Sebab, calon pembeli langsung bisa menjajal (misalkan beli mobil maka test drive dulu) dagangan tersebut secara langsung.

Teknik hard selling ini akan sangat mudah diaplikasikan pada barang atau dagangan yang punya harga terjangkau. Setidaknya dagangan tersebut merupakan barang yang benar-benar lagi digandrungi atau digemari (menjadi tren) masyarakat tapi jumlah di pasar sangat terbatas. Oleh sebab itu, pemasar barang tersebut tidak perlu capek-capek lagi menjelaskan kandungan nilai moralitas atau kemanusiaan yang didapat dari barang tersebut.

Bisa dikatakan hard selling merupakan teknik marketing yang “sadis”. Calon pembeli terkesan dipaksa untuk membeli barang tersebut tanpa harus tahu dulu apa manfaat yang diraih setelah ia membelinya. Setelah di rumah baru deh menyesal “Kenapa saya tak membelinya?”. Akibatnya hubungan antara penjual dengan pembeli untuk jangka panjang tidak begitu nyaman dan kepercayaan konsumen berpotensi hilang.
hard sell (sumber gambar)

Bila hard selling ini dilakukan oleh merk dagang milik pribadi dan itu dilakukan secara terus menerus maka resiko kehilangan pelanggan setia sangat mudah terjadi. Akibatnya pemilik brand itu harus terus menerus promosi pada orang baru yang bisa dijadikan target selanjutnya. Itu terjadi karena keputusan membeli oleh konsumen berdasarkan euforia sesaat. Keinginan untuk segera memenuhi kebutuhan nafsu lebih diutamakan ketimbang perasaan (hati).

Teknik hard selling sangat dibutuhkan dalam dunia jual beli. Baik itu jual beli konvensional (offline) maupun jual beli online alias jual beli dalam jaringan (daring). Namun, ada yang mengatakan bahwa teknik ini baru bisa dijalankan setelah teknik soft selling sudah dilakukan terlebih dulu dengan baik. Sayangnya teknik soft selling itu harus dijalankan dalam waktu yang cukup lama dan berkelanjutan. Itu berarti ia akan menjadi pondasi bagi teknik pemasaran berikutnya.

Dapat disimpulkan antara hard selling maupun soft selling keduanya harus dikombinasikan. Dengan catatan waktu dan komposisi yang digunakan harus berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, janganlah terlalu buru-buru meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dalam tempo cepat. Lebih baik buatlah calon pelanggan percaya dulu pada merk kalian. Setelah benar-benar dapat dipastikan konsumen merasa aman, nyaman, dan menjadi “fanatik” terhadap brand kalian maka lakukan teknik hard selling.

Tidak Ada Lagi Meterai 3000 dan 6000, Kini Nilainya Naik Menjadi 10000

0

Kementerian keuangan lagi-lagi membuat gebrakan baru supaya negara mendapat pemasukan tambahan. Melalui kenaikan harga meteria tempel dari Rp. 6.000,- yang biasanya di jual di pasaran Rp. 7.000,- menjadi 10 ribu diprediksi dapat menambah setidaknya 3,8 Triliun khas negara. Bukan angka kecil untuk kategori pendapatan negara dari sektor kelas “teri”.
 
Pendapatan kenaikan itu hanya khusus dari meterai konvensional alias materai tempel. Untuk materai digital yang penggunaannya sekarang ini sudah mulai banyak belum diadakan perhitungan secara rinci. Bisa dikatakan potensi kenaikan pendapatan negara dari bea meterai ini cukup besar. Lantas apakah kebijakan ini akan mencekik rakyat kecil? Simak penjelasan di bawah hingga tuntas.

Tidak tanggung-tanggung, untuk menaikkan tarif meterai ini pemerintah melalui Kemenkeu telah mengusulkan Rancangan Undang-undang alias RUU tentang Bea Meterai ke DPR. Tepatnya sedang digodok oleh Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan. Isi inti RUU itu adalah terkait objek bea meterai, tarif bea meteri yang baru, dan batasan pengenaan bea meterai.


Materai 6000 (sumber gambar)

Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan mengusulkan beberapa poin terkait kenaikan meterai di atas. Salah satu di antaranya pemerintah akan menyederhanakan batasan pengenaan bea meterai. Jika sebelumnya ada materai 3000 maka untuk sekarang bea meterai akan menjadi satu harga. Dengan perincian sebagai berikut:
Sebelumnya:

Laporan keuangan individu maupun lembaga atau dokumen penerimaan uang dengan nominal maksimal Rp. 249.999,- tidak dikenakan bea meterai. Sedang penerimaan uang sebesar antara 250 ribu hingga 1 juta dikenai tarif materai 300. Adapun yang di atas Rp. 1000.000,- terkena bea materai 6000.
Sekarang:

Batasan di atas yang begitu rumit akan lebih disederhanakan. Akan ada satu batasan pengenaan bea meteria. Dengan penerimaan uang juga ditingkatkan minimal Rp. 5.000.000,- yang diwajibkan menggunakan materai 10000. Adapun yang di bawah nilai itu tidak dikenakan bea meterai. 

Kebijakan baru yang seperti ini merupakan bukti keberpihakan pemerintah terhadap geliat UMKM (usaha mikro dan kecil menengah). Serta mempertimbangkan bahwa kondisi pendapatan domestik bruto atau PDB setiap individu warga Indonesia yang sudah jauh meningkat sejah tahun 2000 di mana tarif bea materai terakhir dinaikkan. Peningkatan itu sebesar 8 kali lipat dari 6,7 juta pertahun menjadi 52 juta.

setelah membaca tulisan ini diharapkan kalian akan gembira. Terutama bagi kalian yang seringkali berurusan dengan materia. Semoga kebijakan ini segera terealisasi dengan baik.

Ngeri! Indonesia Punya DENHARIN, Pasukan Elit dari Terelit yang Ditakuti Dunia

0

Satu personil Denharin setara dengan lebih dari 300 tentara biasa. Tentu itu sangat berguna dalam misi penyusupan ke lokasi musuh atau lokasi yang sudah dikuasai musuh. Pengintaian, pencegahan, dan penyerangan hanya cukup dilakukan maksimal satu orang saja. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam satu orang pasukan Denharin mampu menghabisi mereka satu persatu.

Denharin atau detasemen harimau indonesia merupakan pasukan elit yang keberadaannya dirahasiakan. Siapa saja personil yang ada di dalamnya juga tak dapat diketahui oleh khalayak. Bahkan, atasan mereka secara tidak langsung yaitu bukan atasan langsung di satuan harimau Indonesia tidak tahu seperti apa anggotanya. Bagaimana latar kehidupannya. Serta apa keunggulan khususnya.

Identitas, dokumen, dan hal-hal yang bersangkut paut tentang Denharin secara resmi tidak ada. Sebab mereka bergerak karena diprakarsai dan dibiayai secara rahasia. Mereka dianggap sebagai hantu yang bertugas melindungi Indonesia. Bila mereka mati dalam tugas maka kematiannya bisa jadi tak akan diakui sebagai warga Indonesia. Namun, tatkala pasukan harimau Indonesia itu berhasil melaksanakan operasi maka yang mendapat pujian adalah atasannya. 

Tidak hanya atasannya. Satuan lain yang namanya didompleng oleh satuan Denharin juga bakal kecipratan. Sebab dalam kondisi tertentu personil Denharin tak akan memungkinkan melaksanakan operasi secara senyap. Operasi harus dilakukan secara bersama dan dimungkinkan akan diketahui publik maka saat menyergap mereka akan menyamarkan diri menjadi tim khusus yang bernama lain.
 
ilustrasi pasukan elit (sumber gambar)

Pasukan Denharin tidak hanya memiliki kekuatan fisik yang super. Kemampuan otak mereka juga memiliki kecerdasan di atas rata-rata dalam bidan ilmu sosial maupun alam. Dengan itu mereka mampu menyamar menjadi apa saja dengan sempurna. Tanpa meninggalkan jejak atau barang bukti sehingga kehadirannya tak disadari oleh pihak lawan. Pasukan Denharin bisa menjadi apa saja, masuk ke mana saja, dan melakukan apa saja.

Tak hanya kekuatan fisik dan kecerdasan sehingga salah satunya bisa menguasai beberapa bahasa daerah maupun asing konon mereka juga punya kekuatan “supranatural”. Mereka mampu membaca pikiran, anti peluru, kebal bacok, serta kekuatan “mistis” lainnya. Mereka juga harus mampu mengendalikan psikologi diri sendiri maupun lawan. Mampu membuat musuh bergejolak emosinya, takut, terintimidasi, dan pasrah.
 
Sayangnya, Denharin hanya difungsikan sebagai alat pelindung, pertahanan, dan penyerang yang punya strategi dan taktik khusus saja. Bahkan di era Orde Baru “hanya” ditugaskan untuk melindungi Presiden secara senyap. Denharin bertugas dengan cara sendiri dalam melindungi Presiden. Ia berada di luar barisan paspampres atau pasukan pengamanan Presiden. Sungguh miris memang bila “pasukan super” itu digunakan secara sia-sia.

Seharusnya Denharin juga difungsikan untuk kepentingan kemajuan peradaban Indonesia. Misalnya kecerdasan yang mereka miliki digunakan untuk kepentingan perkembangan teknologi dan budaya. Mereka “dimasukkan” di tengah-tengah masyarakat tidak hanya untuk mengintai saja tapi juga untuk mendidik masyarakat. Mereka tidak hanya ditugaskan di saat ada masalah keamanan saja.

Sebagai penutup, perlu ditekankan bahwa keberadaan pasukan yang jauh lebih jago dari pasukan katak, kopassus, denjaka, hingga satuan khusus lainnya ini masih simpang siur. Wajarlah ini menjadi kabar yang tidak jelas. Logikanya bila kabar tentang Denharin ini jelas maka sifat “rahasia” yang dimiliki sudah tidak ada. Tidak adanya bukti otentik yang tidak mampu ditemukan masyarakat juga merupakan bukti bahwa Denharin itu luar biasa senyap.

Bila memang Denharin itu benar-benar ada dan sesuai dengan penjelasan di atas maka tentu satuan paling elit itu akan lebih senang di anggap tidak ada. Misalkan pun dianggap ada oleh masyarakat maka dengan mereka akan berupaya agar masyarakat tak mampu menemukan bukti keberadaannya. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kalian.

Segudang Manfaat Webinar, Apa itu Webinar?

0

Produk teknologi informasi sekarang sangat memungkinkan bagi siapapun untuk melakukan komunikasi jarak jauh secara real time. Salah satunya untuk melakukan Web Seminar yang disingkat Webinar. Webinar itu kegiatan diskusi, seminar, talkshow, atau yang semacamnya yang diadakan secara online melalui jaringan internet. Jadi webinar merupakan komunikasi dua arah lewat internet. Webinar bukanlah sekadar menonton siaran langsung yang wajib dilakukan secara pasif lewat koneksi internet.

Bedanya dengan seminar konvensional adalah pemberi materi atau pemantik diskusi mengutarakan melalui video live (langsung) lalu para pendengar akan mengutarakan pertanyaan melalui komentar atau chat yang disediakan on time. Mekanisme webinar yang seperti itu sering ditemui di YouTube atau bahkan platform lainnya. Namun, di media lain ada juga webinar yang satu sama lain berinteraksi secara langsung keduanya memungkinkan menggunakan tampilan video dan chat.

Bedanya seminar online atau webinar dengan siaran interaktif telivisi dan radio ialah pihak penyelanggara webinar memiliki para “tamu” yang lebih tertarget. Sebab sebelum dilakukan webinar seringkali peserta webinar harus daftar dulu atau setidaknya harus mendapat undangan. Lalu disertai tautan atau link menuju konten webinar yang biasanya diberikan pada saat mendekati hari H. Selain itu biasanya video webinar bisa diputar ulang oleh tamu di kemudian hari.

Hal-hal lain yang menjadi keunggulan webinar daripada diskusi atau interaksi menggunakan model lain ialah sebagai berikut:

1. Adanya umpan balik secara berkelanjutan

Bila dalam diskusi konvensional biasanya umpan balik dilakukan secara lisan atau tulisan tangan sehingga kadang mudah hilang dari ingatan maka umpan balik melalui webinar bisa tersimpan rapi dalam sistem penyimpanan online. Bahkan umpan balik bisa dilakukan secara berkelanjutan baik melalui kolom komentar sehingga diketahui publik hingga melalui email pribadi.
 
Ilustrasi webinar (sumber gambar)

Sungguh tidak masuk akal bukan bila menyelenggarakan seminar di gedung hanya untuk menjaring feedback dari para relasi? Itu tentu akan menyita waktu, tenaga, dan uang. Banyak sumber daya yang harus dikeluarkan baik oleh penyelenggara maupun peserta seminar bila itu dilakukan secara offline. Tentu ujung-ujungnya penyelngara akan kesulitan untuk menjaring para calon peserta agar mau berpartisipasi.

2. Lebih meyakinkan peserta seminar

Tayangan langsung yang hanya satu arah cenderung kurang meyakinkan. Sebab “pemateri” atau pemandu akan lebih mendominasi bahasan sedang para peserta hanya mendengar atau melihat saja tanpa umpan balik secara langsung. Dengan itu diharapkan pengumuman, materi, bahasan, dan hal-hal baru lainnya yang disampaikan bisa diterima oleh para peserta. Sebab peserta dapat langsung bertanya terkait hal-hal yang masih mengganjal dan perlu diungkap.

3. Mampu mengakomodir semua peserta

Webinar mampu menyesuaikan keadaan terhadap keadaan peserta seminar. Bila peserta seminar di gedung ternyata tak sesuai harapan maka penyelenggara dapat menebus event lapangan yang gagal itu dengan melakukan webinar. Webinar itu selain untuk menjaring peserta baru tentu juga untuk menjaring peserta lama yang masih ingin berdisuksi secara mendalam. Sebab barangkali saat di “dunia nyata” mereka masih malu untuk mengungkapkan uneg-uneg.
4. Mengetahui keadaan peserta secara mendalam

Semua keadaan peserta terkait bahasan atau materi webinar dapat diketahui. Sejauh mana minat mereka terhadap materi yang disampaikan? Sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi? Sejauh mana tindak lanjut mereka setelah webinar diadakan? Semuanya dapat dipetakan secara rapi. Dengan itu pula penyelenggara dapat membangun komunitas atau grup peminat sesuatu secara online. Tentu untuk menjaga agar tetap solid pelaksanaan webinar secara berkala perlu dilakukan.

Selain mengandung kelebihan webinar juga punya kelemahan. Salah satunya ialah kekacauan komunikasi karena ada umpan balik yang dilakukan secara serentak sehingga tumpang tindih. Bahkan peserta melakukan umpan balik yang tak sesuai dengan topik utama seminar. Oleh sebab itu untuk meminimalisir hal tersebut penyelenggara harus bisa memastikan bahwa para peserta merupakan orang yang benar-benar butuh terkait materi khusus yang akan dibahas.

Selain hal di atas, dalam webinar peserta harus menyiapkan peralatan hard ware maupun soft ware yang memadai seperti laptop, smarphone berlayar lebar, speaker atau headset, koneksi internet memadai, menginstal aplikasi tertentu, dan harus menyiapkan email aktif untuk komunikasi seterusnya. Lebih dari itu biasanya calon peserta mudah melupakan jadwal yang sudah ditentukan. Bahkan bilapun penyelenggara sudah “mengingatkan” beberapa saat sebelum hari H tiba biasanya tetap terabaikan.

Ulasan Film Spider-Man: Far From Home, Teman Spidey Ada yang Berhijab

0

Film besutan Marvel yang ditunggu-tunggu setelah tayangnya Avengers: Endgame di hari ini akhirnya tayang juga. Yups, Spider-Man: Far From Home yang berkisah tentang Peter Parker yang sudah merencanakan berlibur ke Eropa dengan matang ternyata tak sesuai angan-angan.
 
Jauh dari rumah di Amerika Serikat untuk niat senang-senang tak membuat naluri super heronya luntur begitu saja. Spidey remaja yang masih berusia 16 tahun di tengah ego dan pubertas tak bisa lepas seratus persen dari misi penyelamatan bumi. Takdir seolah mengantarkannya ke sana.

Cerita film ini diawali dengan aksi Nick Fury dan asistennya Maria Hill sedang meninjau reruntuhan bangunan di area perkampungan. Setelah itu musuh dari dimensi lain muncul. Musuh itu berasal dari multivers lain. Berasal dari bumi versi dunia paralel yang lain. Kemunculan itu memunculkan multidimensi alternatif.
 
Masih di awal film, cuplikan in Memoriam Tony Stark, Captain America, dan Black Widow juga ditayangkan. Bukannya membuat penonton sedih malah yang ada mereka tertawa ketika melihat tampilan foto Tony. Jangan terkecoh, dari awal hingga pertengahan film inilah sutradara berhasil mengagetkan penonton. Ternyata orang yang dipercayai Peter telah berkhianat.
 
Film Spider-Man ini dipenuhi tawa penonton bioskop. Selama menonton gelak tawa penonton pecah bertubi-tubi. Hal itu wajar, sebab sisi kemanusiawian Spider-Man lebih ditonjolkan daripada sisi wibawanya. Bahkan bukan suatu hal yang berlebihan bila unsur lawak di film ini jauh lebih unggul daripada film Iron Man manapun.
 
Konon kekacauan pencampuran antar dimensi seperti di atas akibat jentikan jari Thanos. Tak hanya itu, ulah Thanos juga membuat hubungan sosial manusia di bumi menjadi kacau. Bagaimana tidak, seorang kakak yang pernah lenyap jadi debu akhirnya muncul lagi lima tahun kemudian pada akhirnya tampil lebih muda dari adiknya. Hitungan umur dari lahir berusia 21 tahun tapi tubuhnya berusia 16 tahun.

Nick Fury, Peter Parker, dan Beck (sumber gambar)

Peristiwa “The Blip” yaitu munculnya kembali orang-orang yang musnah jadi debu di film Avengers: Infinity War telah menyebabkan kekacauan. Hubungan suami istri yang salah satunya pernah “menghilang” ada yang jadi begitu renggang bahkan berakhir cerai. Hubungan pertemanan juga semakin membingungkan. Antara satu dengan yang lain yang tidak begitu kenal dijamin jadi “pangling”.

Isu yang santer bahwa Spiderman menjadi pengganti Iron Man tak sepenuhnya salah. Hal itu terlihat dalam alur cerita yang seakan memojokkan Peter Parker untuk menjadi New Iron Man. Sangat ketara sekali bahwa Spider-Man digadang-gadang menggantikan peran Tony Strak yang begitu fenomenal. Terlihat jelas bahwa figur Tony tak bisa dilepaskan begitu saja dalam kehidupan Peter.

Sebagaimana film Avanger Endgame pada Spider-Man: Far From Home juga menyuguhkan sisi manusiawi sang pahlawan super. Di mana, mereka juga punya privasi yang sebenarnya harus dihormati dan layak hidup normal sebagaimana manusia lainnya. Bahkan sisi manusiawi itu beberapa kai ditunjunkan secara detail. Salah satunya ialah smartphone milik peter layar kacanya retak. Khas seorang remaja yang tak hati-hati.

Pahlawan juga perlu berwisata atau berlibur bersama orang yang dicintai. Tak tanggung-tanggung juga harus merencanakan sedemikian rupa supaya acaranya sesuai angan-angan. Bahkan perencanaan itu begitu rinci lebih jlimet daripada rencana Peter dalam misi menyelematkan bumi dari makhluk jahat.

Bagaiamanapun Tony Strak tak akan bisa tergantikan. Bahkan oleh Spider-Man sekalipun. Si pemilik “hati besi” itu punya karisma yang tak hanya bisa menyuguhkan sisi komedi tapi juga jadi figur yang patut dicontoh. Di balik kemisteriusan, keegoisan, dan kearogannya, Stark nyatanya juga mau mengorbankan diri demi kembalinya bumi seperti sedia kala.

Latar cerita film ini yang berkonfrotasi dengan musuh semuanya terjadi di Eropa. Tepatnya di Itali, Belanda, Jerman, dan Ceko. Di mana Spiderman harus melawan dua musuh yang masing-masing punya kekuatan elemen dasar Air dan Api. Konon, dua musuh itu berasal dari bumi versi lain. Di mana setelah berhasil menghancurkan bumi di dunia alternatif itu mereka menerobos ruang dimensi untuk masuk ke dimensi bumi versi Spiderman.
 
Dalam menghadapi ancaman dua musuh itu Peter Parker tidak sendiri. Ia ditemani oleh sosok pahlawan super yang juga berasal dari bumi lain yang sama dengan makhluk jahat itu. Partnernya Peter itu juga memiliki misi balas dendam karena keluarganya terbunuh akibat ulah mereka. Tak perlu waktu lama bagi Spidey untuk mengaguminya sebagaimana ia pernah mengagumi Tony Stark. Peter merasa bahwa sosok itu lebih cocok menggantikan Stark daripada dirinya.
Si manusia laba-laba yang sedang berkarya wisata dengan teman kelas beserta gurunya itu salah satu temannya ada yang berhijab. Sosok cewek berjilbab tidak hanya dimunculkan sekali dua kali. Durasi tayangnya cukup lama untuk kategori film Hollywood genre superhero. Warna jilbab yang dipakai juga berganti-ganti menyesuiakan dengan setting cerita. Mulai dari warna putih, pink, hingga hijau.

Cerita film ini seakan ingin memastikan bahwa seorang yang punya kekuatan super tak akan pernah bisa hidup tenang. Terbukti, meski dalam keadaan liburan naluri pahlawan Peter untuk menyelamatkan manusia di sekitar tetap muncul. Mau tidak mau ia harus ikut serta dalam misi kemanusiaan itu. Tentu itu juga sekaligus untuk melatih Peter yang masih remaja untuk belajar tanggung jawab.

Plot twist (perubahan alur cerita secara tajam sehingga merubah jalannya cerita) film ini sangat menghenyakkan. Cerita film tak sesuai dengan trailer film. Perubahan alur cerita berputar balik sejauh 180 derajat. Ternyata ada musuh dalam selimut. Ada orang yang ingin mendekati Peter tapi punya maksud licik. Ada udang dibalik batu. Bisa dikatakan ia merupakan antagonis paling brengsek diantara yang terbrengsek.

Film ini memilik dua post credit. Baik yang pertama maupun yang terakhir semuanya sama-sama penting untuk diketahui. post credit pertama untuk memancing penonton menebak-nebak jalan cerita film yang melibatkan Spider-Men selanjutnya. Adapun yang kedua untuk mengungkap makhluk apa yang sebenarnya menyamar menjadi Nick Fury dan Maria Hill. Saya yakin bagi kalian penggila film Marvel bakal tak menduganya.

Oh ya lupa, sebelum diakhiri ulasan film ini perlu kalian ketahui aksi Spidermen yang menggunakan kostum robotik tak akan kalian temui. Jubah Spider-Man versi iron man kurang begitu ditampilkan perannya. Jangan sekali-kali berharap akan keluar bom darinya. Pun, jangan berharap akan ada kaki laba-laba yang terbuat dari metal menjulur menghajar musuh.

Memahami Arti Jokam dan Mbah Man, Menjadi Kode Komunikasi Antar Anggota Organisasi Keagamaan Terlarang

0

Kalian masih asing dengan istilah “Jokam” dan “Mbah Man”? Sangat mungkin kalian sudah pernah membaca atau melihatnya tapi kalian tidak begitu menanggapinya. Sebab itu istilah asing yang tak tahu apa maknanya. Akhirnya apa boleh buat ingatan tentang penyebutan sebuah “sandi” semacam itu menguap dari otak.

Coba deh diingat-ingat lagi. Barangkali pernah membaca tulisan yang susunan hurufnya bertulis Jokam atau Mbah Man. Di sosial media, stiker, spanduk, dan semacamnya pernahkah kalian temui obrolan dengan menggunakan istilah Jokam atau kadang Mbah Man? Bila kalian tetap tidak ingat atau merasa tak pernah baca mari simak tulisan ini.
 
Sebelum kami jelaskan arti Jokam dan Mbah Man, perlu untuk dijelaskan bahwa itu jadi kode komunikasi bagi antar sesama anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Yups, dua sandi itu menjadi bahasa simbolik yang menjadi identitas. Keduanya juga biasanya menjadi password bagi sesama anggota yang belum kenal sebelumnya untuk membuka komunikasi tingkat lanjut.
 
Terkait alasan mengapa dalam judul tulisan ini LDII dikatakan sebagai organisasi terlarang sudah kami bahas dalam tulisan berjudul Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? AWAS! Itu Kode Angka Organisasi Terlarang di Indonesia. Di tulisan itu pula juga kami jelaskan sedikit fungsi kode Jokam dan Mbah Man bagi eksistensi organisasi LDII.

Banned atau dilarang (sumber gambar)

Komunitas yang bernaung dalam LDII sadar dengan keadaan yang penuh kontroversi di masyarakat. Ada masyarakat yang menerima dengan diam-diam tanpa berani gembar-gembor. Pun, ada masyarakat yang menolak. Oleh sebab itu, diperlukan bahasa atau istilah khusus yang bisa jadi pembeda antara kalangan mereka dengan yang lain.  Dengan begitu kerahasiaannya akan terjaga.

Arti Jokam

Jokam merupakan singkatan dari “Jamaah”. Jangan gusar dulu. Singkatan itu merupakan bahasa gaul orang Jakarta pada tahun 1970-an yang biasa disebut bahasa prokem. Jadi, ciri utama bahasa itu adalah selalu menyisipkan kata OK dalam penggalan kata yang ingin dirubah. Misal kata Bapak akan dirubah menjadi bOKap. Begitu pula Jamaah akan dirubah menjadi jOKam.

Fungsi bahasa prokem sendiri biasanya digunakan oleh kalangan tertutup agar bisa berkomunikasi satu sama lain secara rahasia. Hal itu tentu juga supaya orang lain tak bisa mengikuti atau tidak tahu alur komunikasi internal. Para pengguna bahasa prokem ini biasanya tidak hanya menggunakan satu atau dua istilah yang sulit dipahami oleh kebanyakan orang. Lebih banyak kata-kata baru yang sulit dipahami akan lebih baik.

Tidak seperti kode angka 354 yang juga digunakan LDII yang punya nilai atau prinsip untuk kata Jokam sendiri tidak punya makna. Untuk melihat kandungan nilai-nilai angka 354 silakan baca tulisan dengan judul yang sudah disebutkan di atas. Bisa dikatakan, Jokam hanya menjadi bahasa gaul untuk dijadikan tali pererat dalam komunikasi internal. Kadang kata Jokam juga diikuti dengan angka 354 menjadi Jokam 354.

Arti Mbah Man

Mbah Man bukanlah sebuah istilah yang dirangkai khusus untuk memiliki arti. Sebab Mbah Man adalah sebutan untuk orang sepuh di zaman dulu yang mengabdikan hidupnya sepenuh hati untuk Pondok Pesantren LDII. Alhamrhum merupakan sosok yang dirindukan dan begitu populer di kalangan Jamaah LDII. Hingga pada akhirnya istilah “Mbah Man” menjadi identitas sekaligus konsesus internal LDII.

Mbah Man bernama asli Sukiman lahir di Magetan pada tahun 1925. Sejak muda Sukiman kehilangan kedua kakinya hingga lutut akibat ranjau darat. Singkat cerita tepat pada tahun 1961 setelah pensiun dalam dunia militer Sukiman memilih untuk mengabdikan diri mengurus dapur Pondok Pesantren LDII di Burengan Kota Kediri. Saat ini di sana ada tempat khusus yang disebut “dapur Mbah Man”.

Dapur adalah komponen vital dalam asrama bagi para santri. Tanpa ada dapur maka suasana pondok akan begitu berbeda. Terlebih bila yang melayani urusan dapur tersebut adalah orang yang ikhlas maka rasa makanan akan semakin nikmat. Bagaimana tidak, meski Mbah Sukiman memiliki kecacatan kaki tetap begitu gigih memasak tepat waktu. Untuk menjalankan tugas itu ia ditemani oleh 3 orang lain yang begitu setia melayani ribuan santri dan puluhan tamu Pondok.

Pada tahun 1988 warga pondok pesantren Burengan menitihkan air mata sambil mengantar jenazah Mbah Man ke tiang lahat. Meski meninggal, semangat “Mbah Man” tetap mengelora di kalangan jamaah. Lambat laun, Mbah Man menjadi istilah yang digunakan sebagai pengikat persaudaraan sesama jamaah LDII. Baik yang belum pernah dikenal maupun sudah dikenal. Di mana pun itu hingga di seluruh dunia.

Pernah Lihat Angka 354 atau 313 di Warung? AWAS! Itu Kode Angka Organisasi Terlarang di Indonesia

0

Kalian pernah lihat ada warung atau tempat usaha kecil yang menuliskan angka 354 atau 313? Angka itu paling banyak ditemukan pada baliho/spanduk penjual mie ayam dan bakso. Jangan-jangan kalian pernah beli di pemilik usaha kecil yang mencantumkan kode angkat tersebut? Bila kalian jeli dan perhatian seharusnya kalian bertanya-tanya sembari berpikir keras apasih maksud angka 354 atau kadang 313 itu?

Kode angka seperti di atas hanya mampu dipahami oleh sebagian kecil masyarakat. Pasti juga hanya mampu dihayati oleh kelompok mereka sendiri. Angka itu bukanlah jimat penglaris. Memang secara logika angka itu bisa membantu melariskan. Sebab dengan memasang angka itu maka orang dari berbagai penjuru yang juga seorganisasi dengan mereka akan mengunjunginya bukan?
 
Yups, organisasi terlarang yang kita bicarakan ini punya anggota yang sangat militan dan memiliki solidaritas luar biasa. Organisasi mereka tak boleh terkontaminasi oleh kelompok lain. Bila mereka tahu ternyata di suatu daerah ada kode 354 (disingkat ga-li-pat) maka bisa dipastikan akan dengan sukarela membantunya. Minimal dengan cara membeli barang dagangannya.
 
Organisasi yang dimaksud dalam tulisan ini adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII. Konon, organisasi tertutup ini sangat mudah untuk dimasuki asal mereka mau berbaiat. Namun, akan sangat sulit untuk keluar dari jaringan jamaah mereka. Anggota lain yang lebih senior dan militan akan terus memantau anggota baru. Mereka akan selalu menjaganya agar hatinya tidak goyah lagi.

Memahami Angka 354 Secara Komplit

Ada beberapa pendapat tentang asal-usul dari angka 354. Sebagian kalangan mengatakan bahwa angka itu berasal dari kode telepon salah satu daerah di Jawa Timur. Yakni, kode telepon Kediri yang bernomor 0354 (Surabaya berkode 031 dan Jakarta 021). Sebab, LDII didirikan oleh orang Kediri dan kantor pusatnya berada di Kota Kediri. Angka itu dipilih agar mudah diingat untuk menjadi kode atau sandi bagi sesama mereka.

(sumber gambar)

Tidak hanya di spanduk usaha kecil, angka 354 kadang juga ditemui dalam stiker kendaraan, helm, rumah, atau di manapun itu. Angka itu menurut sebagian pendapat sebagai peneguh hati mereka dalam berjamaah (jamaah LDII). Sebab 354 merupakan simbol dari baiat mereka. Tentu tidak semua anggota LDII  mengumbar simbol itu dengan maksud tertentu. Namun sebagian lagi tetap berani menunjukkan sebagai bukti “kesetiaan”.
Menurut salah satu dari bagian mereka, angka galipat (tiga lima empat) hanya sebuah filosofi. Di mana masing-masing angka itu memiliki nilai-nilai atau prinsip yang harus dijaga oleh jamaah. Di mana angka 3 berarti ada tiga hal yang harus dijaga kuat-kuat. Yakni, al Quran, hadis, dan jamaah. Unsur jamaah bagi mereka sangat penting. Dalam satu jamaah harus beriringan saling menolong, mengawasi, menasihati, memberitahu, dan menyayangi satu sama lain.

Sedang angka 5 berarti ada lima hal yang harus dilaksanakan. Secara rinci sebagai berikut:

1. Ngaji. Seluruh anggota LDII wajib mengikuti kajian keagamaan terus-menurus sampai ajal menjemput. Mengaji dapat dilakukan di Masjid LDII pada pedesaan maupun perkotaan yang dibimbing langsung oleh mubaligh terpilih. Bisa juga di pondok pesantren LDII yang kini makin tersebar di mana-mana. 
 
2. Ngamal. Tiap pengikut LDII wajib mengamalkan ilmu yang sudah didapatkan. Satu sama lain harus saling mengingatkan dalam mengamalkan ilmu yang didapat. Baik mengingatkan untuk istiqomah (konsisten) melakukan maupun mengingatkan apabila ada kekeliruan dalam menjalankannya.

3. Mentaati. Semua orang LDII wajib mentaati Allah, Rasulullah, dan Amir (pemimpin). Tidak sembarang orang bisa menjadi Amir dalam pemahaman LDII. Hanya orang-orang terpilih yang dipandang mampu memegang tampuk kepemimpinan agama dan dunia yang menjadi Amir.

4. Menyambung. Segenap individu di LDII wajib menyambung silaturahim. Harus mengikuti acara apapun itu seperti ngaji, karate, silat, senam, sepak bola, basket, musyawarah, atau kegiatan bersama lainnya yang sudah disepakati secara musyawarah sebelumnya. Apabila berhalangan wajib memohon izin pada pengurus LDII setempat yang menaunginya.

5. Memihak, melindungi, atau mempertahankan. Agama Allah harus dibela dan ditolong. Agama Allah bisa berkembang dan makmur bila umatnya mampu memperjuangkannya. Pembelaan bisa berupa tenaga, harta, waktu, hingga jabatan. Bila ada hajat terkait LDII harus ikut urun dalam bentuk apapun.

Adapun angka 4 berarti ada empat perbuatan terpuji yang harus dilakukan. Di antaranya adalah:

1. Menghormati (takzim). Setiap orang LDII harus menghormati orang yang pantas untuk dihormati. Itu semata diniatkan untuk Allah SWT. Hal-hal yang patut dihormati karena itu terkait dengan syiar agama Allah adalah al Quran, Masjid, ulama, mubaligh, dan orang-orang sepuh terutama yang pernah berjasa besar pada jamaah.

2. Berdo’a. Semua anggota LDII wajib melakukan do’a secara rutin. Terutama saat yang mustajab seperti di sepertiga malam, di antara azan dengan iqomah, di saat puasa, dan lain-lain. Do’a merupakan nilai penting yang harus digenggam selain usaha (ikhtiar).

3. Bersungguh. Seluruh pengikut LDII harus menggegam agama Allah dengan kuat-kuat disertai bersunguh-sungguh dalam menjalankan perintah-Nya. Kesungguhan itu dapat diwujudkan dalam bentuk melaksanakan ibadah wajib secara tertib. Tentu juga harus diiringi dengan ibadah sunnah yang bisa dilakukan secara konsisten.

4. Bersyukur. Segenap individu LDII harus pandai mensyukuri terhadap apa yang telah mereka terima. Tidak boleh menuntut pada sesuatu hal yang di luar kemampuannya.

Ulasan Sedikit Tentang LDII

LDII merupakan organisasi yang pernah dinyatakan sesat oleh MUI. Sudah barang tentu itu seharusnya secara kaidah juga bermaksud menyatakan bahwa LDII dilarang. Namun larangan itu bukan larangan dalam bentuk hukum positif yang bisa berakibat pada pembubaran organisasi. Tidak seperti HTI yang secara hukum positif sudah dinyatakan terlarang sehingga harus dibubarkan. Dengan kata lain LDII itu keberadaannya legal di Indonesia.

Selain kode 354 seperti penjelasan sebelumnya, anggota LDII juga menggunakan kode lain dalam berkomunikasi sesamanya. Salah satu di antaranya adalah Jokam dan Mbah Man. Dua kode itu merupakan panggilan khusus yang hanya digunakan dan diketahui oleh sesama mereka sendiri. Mereka juga menggunakan istilah ORANG LUAR untuk menyebut orang-orang yang di luar jamaah mereka.

Beberapa ciri yang juga sebagai pembeda antara LDII dengan kaum bercelana “cingkrang” yang lain ialah di dalam rumahnya biasanya terpajang foto Nurhasan pendiri LDII. Serta di setiap rumah Amir di desa pasti terpampang papan nama bertulis LDII berlatar belakang hijau. Tulisan ASAD sebagai emblem di acara pencak silat juga merupakan bagian dari LDII yang tak terpisahkan. Istilah SENKOM juga disinyalir sebagai bagian tak terpisahkan dari LDII.

Desclaimer: Informasi di atas masih bersifat simpang siur. Data atau informasi di atas hanya kabar yang beredar santer oleh sebagian masyarakat tertentu. Tidak semua masyarakat tahu apa itu LDII? Bahkan sebagian dari mereka menyalahartikan LDII dengan kaum berjilbab lebar dan bercadar. Oleh sebab itu, semua terkait di postingan ini jangan ditelan mentah-mentah. Diperlukan upaya tindak lanjut untuk mencari titik kebenaran. Tulisan ini hanya sebagai usaha dalam membuka sedikit tabir kegelapan. Bila ada hal yang perlu didiskusikan dalam tulisan ini silakan hubungi kami di menu “Kontak Kami”.